___NyanYiaN PeRjaLanaN___
Saturday, January 10, 2004
Kue-kue Tekla

Sepertinya baru saja terjadi kemarin. Enam tahun lebih sudah, ketika untuk pertama kali saya melihatnya. Jasbog (kantin) pertanian. Posturnya tinggi, kurus dengan rambut yang agak keriting. Menggamit sebuah keranjang plastik. Berpindah dari meja satu ke lainnya. Tiap meja, ia singgahi cukup lama. Membuka sebuah pembicaraan rupanya. Sayang, ia belum sempat singgah ke meja kami, jam masuk kuliah memaksa kami untuk meninggalkan ruangan ini.
Sepekan kemudian, saya melihatnya kembali. Berbaur dalam sebuah prosesi penerimaan mahasiswa baru. Keranjang plastiknya dibiarkan tergeletak di koridor, tepat di sebelahnya. Kali ini, ia dikelilingi beberapa teman. Rupanya, keranjang plastik yang ia bawa berisi penganan kecil, panada dan jalangkote. Ukurannya besar-besar dan rasanya emm… nikmat!!

Sebulan setelahnya, ia menempati bilik kecil di fakultas kami. Berbagi ruang dengan jasa fotokopian. Penganan kecil dengan rasa yang sip dan harga murah, menambah jumlah pelanggannya. Dan kali ini tidak hanya panada dan jalangkote, tapi juga lemper, bakwan, songkolo, kue sus, aneka roti, croisant, donat berbagai rasa hingga hotdog dan pizza mungil dengan saos sambal tumis (unik bukan?). Tapi dari kesemuanya, bakwan yang paling favorit. Apalagi lombok (sambal) tumisnya yang puedes meriah.
Waktu terus berjalan. Dari hanya sebuah keranjang plastik, bilik kecil, hingga kini sebuah kantin luas yang ditempati sejak lima tahun lalu. Masih teringat dulu, ketika ia menempati bilik kecilnya. Menjelang sore, ketika kue-kue masih tersisa, ia selalu membagikannya kepada kami. Atau terkadang malah kami duluan yang ngomporin. Istilahnya japre aka jatah preman hehe…

Perempuan itu bernama tekla. Kedengaran agak aneh? Di lingkungan fakultas kami, siapa yang tidak mengenal perempuan peranakan flores – enrekang ini. Dulunya, ia hanya seorang pekerja di sebuah kantin. Dan kini ia telah memperkejakan tujuh karyawan, membuka usahanya di kampus UMI dan juga sebuah bimbingan belajar. Sebuah perjalanan yang cukup panjang tentunya. Belajar pada sebuah semangat yang gigih.

Jalangkote : penganan tradisional makassar, seperti kue pastel dengan kulit yang renyah, dimakan bersama saos sambal encer.
Songkolo : penganan terbuat dari beras ketan putih atau merah, dengan taburan parutan kelapa-gula merah. Biasa dimakan dengan ikan teri dan sambal tumis. Di makassar banyak dijual malam hari, sehingga disebut songkolo begadang ;p


posted by adhip @ dalam hening kata, kala 8:32 PM  
|
 
IntRo
selalu periksa keadaan batinmu
menggunakan Sang Raja dari hatimu
tembaga tidak pernah mengetahui dirinya tembaga
sebelum berubah menjadi emas
Matsnawi, Jallaluddin Rumi

DiRi
adhi/M/'79
-makassar-
menulis dan membingkai
pemimpi yang ingin mengenal tanah airnya lebih jauh
BaRugA MaKaSsaR

antarnisti
aes el barca
apiss
ardin
asri tadda
asrulsyam
batangase
blueveil
cikal61
Dg. Nuntung
dj di melbourne
essoweni
ichal
ichal di nangroe aceh darussalam
Ifool
imran
Irha
KotakJimpe
LelakiSenja
leo
mamie
nani
ntan
nyomnyom
Ocha
PasarCidu
Prof Mus
psycho-poet
pecandu buku
PuteE
RaRa
sukab
TalluRoda
TerbangBebas
Tri-Multiply
uchie


JenDeLa SapA

JenDeLa SaHabaT
i suppoRt
CataTaN SiLaM
KoTaK SiLaM
SeNanduNg
KeluArgA MayA
banner angingmammiri
BlogFam Community
BeruCaP TeRimaKasiH

Allah Maha Kuasa, pemberi hidup.
Ichal yang pertama kali memperkenalkanku pada dunia blog dan juga support plus kompienya yang siap diacak-acak,
BloggerCom buat layanan jasa gratisnya,
Isnaini.Com, buat script leotnya,
photobucket buat tempat menyimpan gambar dan foto,
dan juga karibku hitam abu - aswad - loboh yang senantiasa bersedia menjadi mata visual keduaku.

Affiliates
15n41n1