<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805</id><updated>2011-04-22T10:39:43.095+08:00</updated><title type='text'>___NyanYiaN PeRjaLanaN___</title><subtitle type='html'>HerE i'm oN My LoneLy PlaNeT</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>133</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-7911653815354927209</id><published>2008-03-23T11:56:00.006+08:00</published><updated>2008-03-23T16:40:05.904+08:00</updated><title type='text'>Ke timur</title><content type='html'>Perjalanan kami terhenti paksa. Mobil yang kami tumpangi pecah ban. Berharap menunggu bantuan dari kendaraan yang kan lewat hanya buang waktu saja. Jalan tanah berbatu dan berbukit menuju tempat yang kami tuju tak banyak dilayani angkutan umum. Tersisa pilihan, sopir kembali ke kota kabupaten yang baru saja kami tinggali. Satu kilometer berjalan kaki. Mungkin tidak akan memakan waktu lama jika jalanan yang kan ia lalui tidak berbukit curam. Tinggallah kami menunggu, menahan terik. (stigma semakin ke timur semakin terik seperti benar adanya). Untungnya, tak jauh dari tempat mobil kami pecah ban terdapat dua rumah. Keramahan tuan rumah menyambut. Kursi dikeluarkan ke teras, tempat kami memilih melemaskan otot-otot kaki. Tak cukup, kursi dari rumah satunya lagi di tawarkan ke kami.&lt;br /&gt;Menjadi pendengar perbincangan teman-teman saya dengan ibu pemilik rumah -suaminya sedang bekerja sebagai pemecah batu karang-, mata mengamati struktur rumah tempat kami berteduh. Tak berapa besar, hanya sebuah kotak kecil dengan sekat yang membagi tiga ruang. Satu ruangan yang lebih lapang -sepertinya ruang utama, hanya terisi satu bale bambu dan kursi-kursi plastik yang kini kami duduki- dan dua ruang berdampingan di sisi samping. Sepertinya kamar. Melalui jendela kayu yang terbuka lebar, dengan mudah saya mengamati hingga ke dalam. Lantainya masih tanah yang dikeraskan, tinggi sedikit dari halaman luar. Dinding tersusun dari lembar-lembar kayu yang tidak tersusun rapat. Angin dapat berhembus masuk dari celah-celah sebesar lubang intip. Daun rumbia dijadikan atap. Miris melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/2-1-up.jpg" align="left" /&gt;  Belum lama kami berbincang, beberapa bocah berlari kecil menuju rumah. Rupanya mereka anak si ibu, dan taulah kami mereka baru saja mandi pagi di sungai kecil yang letaknya tak jauh dari rumah mereka. Sedikit menurun ke bawah, terang si ibu menunjuk sungai yang dimaksud. Tak yakin kami, karena sungai yang dimaksud tidak terlihat oleh kami. Versi dekat si ibu pasti berbeda dekat menurut kami, ujar salah seorang teman saya. Pasti jauh, buktinya jika sungai yang dimaksud dekat, pasti rambut bocah-bocah itu masih tersisa basah. Nyatanya, rambut mereka kering. Canda teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih setia mejadi pendengar. Kali ini tentang tidak sekolahnya anak-anak. Beban biaya, alasan yang masuk akal. Mereka terbelit kemiskinan, batin saya -rumah berlantai tanah, penghasilan yang mungkin tidak seberapa dengan anak-anak yang tak dapat sekolah, sama dengan kriteria kemiskinan yang sering terdengar-.&lt;br /&gt;Kelu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah. Sepertinya, kian bergerak ke timur, tidak hanya semakin terik. Tapi ketimpangan kesejahteraan makin jauh. Dan juga, kemajuan pembangunan tidak berpihak pada mereka. Bagaimana jalan yang kami lalui hanya sebagian kecil yang beraspal. Sisanya hanya urukan tanah dan bebatu sebagai pengeras, dan cerita sedih tentang daerah-daerah yang harus terisolir kala penghujan tiba memutus jalur.&lt;br /&gt;Semoga saja pikiran yang terbentuk dalam kepala saya salah.&lt;br /&gt;Ngilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih saja menjadi pendengar. Kamera dalam genggaman membidik wajah-wajah anak si ibu. Sesekali membingkai tatap kosong mereka.&lt;br /&gt;Galau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pebincangan terhenti sesaat dengan kembalinya sopir dengan tumpangan ojek. Beberapa menit yang tersisa sebelum pamit dan berucap terima kasih ke ibu, seorang teman kembali mengeluarkan candaan.&lt;br /&gt;"Ah, ibu. Pantas anak banyak, tidak ada listrik. Malam tidur hanya pakai sarung..."&lt;br /&gt;Belum ada jaringan listrik. Sebuah keterbelakangan dari pembangunan? Entahlah. Setidaknya waktu-waktu mereka terhindar dari tontonan sinetron kita yang memajang rumah-rumah indah bak puri dengan lantai kilap mamer. Ironis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img class="aligncenter" src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/sudutjendela-up.jpg" align="center"  /&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/duatermenung-up.jpg" align="left" /&gt; &lt;img class="alignright"  src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/-duapertiga-up.jpg" align="right" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;sepotong catatan kecil, weda-wairoro; halmahera satu waktu&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-7911653815354927209?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/7911653815354927209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/7911653815354927209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2008/03/ke-timur.html' title='Ke timur'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-2584017474102840260</id><published>2008-03-22T16:33:00.001+08:00</published><updated>2008-03-23T11:43:54.530+08:00</updated><title type='text'>Belajar membaca, membaca, membaca...</title><content type='html'>"Coba kamu buat buletin semacam ini. Kan kau pintar menulis!"&lt;br /&gt;Pujian di kalimat terakhir yang ia ucapkan ku tahu pasti untuk membesarkan hati. Trik yang biasa ia gunakan, selubung akan tugas. Ku yakin tak satu pun ia pernah membaca tulisan saya (karena memang saya belum pernah menghasilkan tulisan yang dapat di baca oleh orang banyak, selain blog pribadi ini), sehingga berlebihan jika ia menyimpulkan saya pandai menulis. Apapun "pujiannya" tugas harus diselesaikan.&lt;br /&gt;Buletin, demikian ia mengatakannya. Tapi dari beberapa lembar kertas yang ia berikan sebagai contoh, lebih tepat jika saya katakan sebagai leaflet atau brosur. Leaflet perkenalan akan NGO yang ia komandoi dan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan. Tenggat waktu dua pekan yang ia tolerir untuk menyelesaikan tugas tersebut, saya anggap lebih dari cukup. Pekerjaan yang mudah, paling hanya membutuhkan satu dua hari saja, pikirku selepas menerima tugasnya. Ternyata saya salah. Hingga jelang akhir waktu untuk turun cetak-perbanyak, saya belum juga bisa menyelesaikannya. Berkali-kali saya coba menyusun kalimat dan berkali-kali pula saya memblok susunan kalimat tersebut. Sekali tekan keypad delete, batal semua sudah. Stagnan. Deadline yang mendesak kian membuat saya mati akal. Pilihan tak bijak kulakukan, mengalihbahasakan contoh leaflet yang ada (lembar kertas yang ia berikan padaku sebagai contoh adalah leaflet NGO yang sama dari chapter negara lain), mengikuti pola isinya, dan dengan sedikit mempermanis tata letak desain dengan modal ilmu photoshop saya yang pas-pasan. Jadilah. (malu saya)&lt;br /&gt;Menulis. Awalnya kupikir mudah. Lewat blog saya memulai belajar menulis. Menyusun kalimat akan gagasan, ide, pikiran yang ada di kepala saya. Sejadinya saja. Dari blog pula saya mulai membaca tulisan-tulisan lainnya, dari halaman maya satu ke lainnya.   Tertarik saya akan cara bertutur, alur yang tersusun rapi, pilihan kata yang tak membosankan. Jauh dari kesan kaku dan asal seperti tulisan saya di blog ini. Cemburu saya dibuatnya.&lt;br /&gt;Menulis. Ternyata tidaklah mudah. Begitu banyak alur kalimat yang melintas di dalam kepala namun hilang begitu coba menulisnya.&lt;br /&gt;Gagap. &lt;br /&gt;Blok.&lt;br /&gt;Menyerah.&lt;br /&gt;Dan halaman blog ini kosong. (iri saya tiap kali terhubung dengan dunia maya, menyambangi dan membaca tulisan-tulisan produktif mereka yang mampu memainkan emosi)&lt;br /&gt;Dan saya memilih membaca. Belajar membaca, membaca, membaca...&lt;br /&gt;Itu saja dulu.&lt;br /&gt;Lupakan menulis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-2584017474102840260?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/2584017474102840260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/2584017474102840260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2008/03/belajar-membaca-membaca-membaca.html' title='Belajar membaca, membaca, membaca...'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-1534061707600435272</id><published>2008-03-17T22:37:00.000+08:00</published><updated>2008-03-17T22:45:10.446+08:00</updated><title type='text'>Lalu geram</title><content type='html'>Menyakitkan dipertemukan rekan yang menikam dari belakang.&lt;br /&gt;bukan yang pertama atau dua.&lt;br /&gt;dan tololnya saya, selalu saja abai dan berdamai dengan segala tipu senyumnya di muka,&lt;br /&gt;menahan padam rentak genderang geram; kelahi.&lt;br /&gt;tapi satu saat kubutuh itu.&lt;br /&gt;untukmu,&lt;br /&gt;yang sembunyi belati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-1534061707600435272?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/1534061707600435272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/1534061707600435272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2008/03/lalu-geram.html' title='Lalu geram'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-4217137065134761802</id><published>2008-03-12T09:58:00.002+08:00</published><updated>2008-03-12T12:49:26.773+08:00</updated><title type='text'>Dua pertemuan di akhir pekan</title><content type='html'>Akhir pekan lalu, dua pesan singkat mengisi kotak pesan. Pesan pertama sebenarnya masuk dini hari sebelumnya, hanya saja saya baru membacanya pagi ketika terbangun.&lt;br /&gt;Pesan dari "bos" saya yang mengabarkan seorang teman dari jepang kan berkunjung ke makassar. kunjungan yang sangat singkat, hanya dua jam. Cukup kaget saya membaca pesan tersebut. Bagaimana tidak, si sahabat yang baik hati ini sama sekali tidak memberi kabar jika ia kan datang ke makassar. Dari email yang pernah ia kirimkan sebulan sebelumnya, ia hanya bercerita bila di awal maret kan datang ke jakarta untuk suatu keperluan simposium-workshoop dan hanya memasukkan kota banda aceh dalam agenda perjalanannya. Sama sekali tidak tersebut kota makassar.&lt;br /&gt;Aneh, kenapa ia tidak mengabari jika akan datang ke makassar? Rasa penasaran saya terjawab tidak lama kemudian. Pesan singkat dari sang sahabat mengisi kotak pesan. Terbaca dari pesannya, ia tidak ingin merepotkan kami. Pikiran yang aneh. Itu yang kutuliskan untuk membalas pesannya, dan kata-kata marah candaan.&lt;br /&gt;Secepatnya pula saya menghubungi teman-teman lainnya -yang pernah berjumpa dengan ia- untuk mengatur pertemuan singkat dengannya, hanya dua jam sebelum ia harus kembali ke jakarta.&lt;br /&gt;Bandara dan rumah baca HonoBono -demikian ia menamai rumah baca yang di donasinya- menjadi tempat pertemuan kami. Bertanya kabar dan candaan mengisi pertemuan kami dengan seorang sahabat yang baik hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/honobonoup.jpg" border="0" width="280" /&gt; &lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/honobono2up.jpg" border="0" width="280" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya, pertemuan kedua bersama para blogger anging mammiri. Syukur, dapat pesan singkat dari RaRa. Kalau tidak, pasti bakal terlewat lagi kopdar yang selalu saja menyenangkan. Dan kopdar kali ini bagi saya seru. bagaimana tidak kalo bisa ketemu langsung dengan bang Budi Putra. Bisa dapat banyak informasi tambahan mengenai blog terkini. Maklum, sudah lama saya "kosong aka hiatus" dari ngeblog. Dan istilah "fakir konten" bang Budi cukup ngena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/kopdar1.jpg" border="0" width="280" /&gt; &lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/kopdar2.jpg" border="0" width="280"/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, pertemuan berikut keesokan harinya terpaksa absen. Flu berat lumayan nyiksa. Maaf ya kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir pekan dan dua pertemuan yang menyenangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-4217137065134761802?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/4217137065134761802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/4217137065134761802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2008/03/dua-pertemuan-di-akhir-pekan.html' title='Dua pertemuan di akhir pekan'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-8607361309120901510</id><published>2007-12-26T22:53:00.000+08:00</published><updated>2007-12-26T23:04:00.070+08:00</updated><title type='text'>Selepas bencana itu</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/mesjidbaiturrahmanforfotki.jpg" border="0" alt="Photobucket"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selepas bencana itu&lt;br /&gt;tekateki semesta tak berujung&lt;br /&gt;untuk segala tanya yang coba reka jawabnya&lt;br /&gt;padaMu hidup.&lt;br /&gt;padaMu mati.&lt;br /&gt;membaca pertanda dan ayatayatMu&lt;br /&gt;masih saja ku angkuh&lt;br /&gt;pongah di hadapMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;mengenang tsunami di penghujung tahun duaribuempat&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/doaforfotki.jpg" border="0" alt="doa"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-8607361309120901510?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/8607361309120901510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/8607361309120901510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2007/12/selepas-bencana-itu.html' title='Selepas bencana itu'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-6340624454392181895</id><published>2007-12-25T10:33:00.000+08:00</published><updated>2007-12-26T22:52:29.322+08:00</updated><title type='text'>Happy Mother's daY</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dua-pbucket.jpg" border="0" alt="dua generasi"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segala kasih sayang yang pernah kau berikan takkan sanggup terbalas dengan satu hari kuucapkan sayang padamu. takkan pernah bisa.&lt;br /&gt;teruntukmu, perempuan di paruh senja, yang senantiasa berharap kabar di ujung sana. untuk segala doa kebaikan yang mengangkasa pada pintu-pintu langit sepanjang pagi malam.&lt;br /&gt;maaf. jika ku jauh dari harapmu.&lt;br /&gt;selamat hari ibu. &lt;br /&gt;&lt;i&gt;(bukanku latah, tapi sepatutnya cinta dan sayang itu milikmu abadi adanya. sepanjang masa. dan bodohnya aku, masih saja sulit kutemukan cara untuk ungkapnya)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;catcil : duapuluhdua desember, dijadikan sebagai hari ibu. jika menilik sejarahnya, lebih cocok jika dijadikan sebagai hari emansipasi wanita, karena pada hari itu berlangsung kongres wanita pertama di indonesia :p&lt;br /&gt;untuk kasih sayang seorang ibu, takkan terbalas dalam sehari ^_* &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dalamdekapanforpb.jpg" border="0" alt="Photobucket"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-6340624454392181895?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/6340624454392181895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/6340624454392181895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2007/12/happy-mothers-day.html' title='Happy Mother&apos;s daY'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-4311797504168451578</id><published>2007-12-18T21:08:00.000+08:00</published><updated>2007-12-18T21:41:22.673+08:00</updated><title type='text'>Nyampah</title><content type='html'>Lama tidak posting, lama tidak &lt;i&gt;update blog&lt;/i&gt;. Bukan karena saya tidak terhubung dengan internet, seperti alasan saya yang lau-lalu jika jarang me &lt;i&gt;refresh&lt;/i&gt; halaman ini. Beberapa hari terakhir, saya lebih tertarik &lt;i&gt;nyampah&lt;/i&gt; di &lt;a href="http://www.topix.com/forum/world/malaysia/"&gt;forum sampah&lt;/a&gt;. Saya katakan forum sampah karena sebagian besar isi postingannya sampah dan hanya tersisa sedikit saja yang mungkin tidak termasuk golongan sampah. Bahasa yang digunakan dalam forum ini betul-betul hancur, dan bagi yang tidak siap masuk ke dalamnya, sebaiknya dihindari saja :p&lt;br /&gt;Isinya lebih banyak menghujatnya, provakasi sampai menyinggung masalah SARA. Jujur saja, waktu pertama liat forum ini sempat ikutan panas, lama kelamaan di bawa santai saja dan terkadang malah bikin fresh juga, senyum-senyum liat balas-balasan postingan dari dua kubu forum.&lt;br /&gt;Dan dari forum ini pula saya terangsang untuk mengetahui fakta dari ke dua negara. Setidaknya saya harus mempunyai data ketika posting di forum, -biar tidak terlihat bodoh saja lah. Semakin banyak yang saya tahu mengenai politik di negeri jiran kita ini, juga masalah rasist yang kian marak kini. Dan saya juga tersadar, -setelah lompat kiri-kanan di tiap-tiap halaman maya dengan bantuan om google- negeri kita pun mengalami ancaman yang sama. Perpecahan yang diakibatkan masalah etnis atau suku dan agama. Yang siap meledak satu waktu.&lt;br /&gt;Tapi saya kan tetap berdoa, semoga dijauhi kita dari perpecahan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-4311797504168451578?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/4311797504168451578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/4311797504168451578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2007/12/nyampah.html' title='Nyampah'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-8203936701288916031</id><published>2007-12-09T19:26:00.000+08:00</published><updated>2007-12-09T20:18:43.127+08:00</updated><title type='text'>Solitude</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/sendiri1.jpg" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengeluarkan beberapa foto berbingkai. Meletakkan di lantai tegak bersandar di dinding. Saya mengambil posisi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;seeza&lt;/span&gt; untuk menikmati hasil fotonya dengan  lebih baik. Satu persatu ia jelaskan. Di foto terakhir, saya mengamatinya lebih lama. Foto yang sederhana dan indah. Dua buah bangunan kecil berdampingan, berbentuk seperti rumah (mungkin semacam tempat berdoa) di antara pepohonan dengan daun-daun berwarna kuning dan gugur menutupi tanah. Tersisa sedikit saja hijau rumput diterangi berkas sinar matahari pagi yang menembus di sela-sela pepohonan, hasilkan bebayang pepohonan dan dua bangunan rumah itu.&lt;br /&gt;“Kau menyukainya?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Ya, sangat detil. Daun-daun yang gugur di tanah dan atap bangunan terlihat jelas. Saya suka dengan berkas matahari yang menerobos di antara pepohonan dan hasilkan bebayang yang membagi bidang gelap terangnya,” jawabku memberi sedikit alasan.&lt;br /&gt;Ia tersenyum.&lt;br /&gt;“Senyap. Dua bangunan ini dan daun-daun yang gugur menutupi tanah memberi kesan dingin. Tapi berkas cahaya matahari paginya memberi rasa hangat.”&lt;br /&gt;Ia masih tersenyum.&lt;br /&gt;“Saya suka dengan mood dari foto ini,” lanjutku lagi.&lt;br /&gt;“Kau mau tahu judul foto ini?” tanyanya yang kubalas dengan anggukan kepala.&lt;br /&gt;“Solitude.” Ia kembali tersenyum.&lt;br /&gt;                &lt;p align="center"&gt;            **** &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Teringat saya pada saat pertama kali bertemu dengannya. Kedudukannya sebagai direktur RS tempat saya pelatihan, tentu mengharuskan saya menghadapnya untuk memperkenalkan diri. Di akhir perkenalan, ia menawarkan telepon genggam untuk dapat saya pakai. Dengan halus saya menolak. Alasan satu telepon sudah cukup bagi kami berdua (seorang teman saya sudah berada di sini sebulan lebih awal sebelum saya datang).&lt;br /&gt;“Satu waktu kau perlu menyendiri. Dan jika ada sesuatu yang tiba-tiba, kau dapat dihubungi dengan mudah,” ujarnya.&lt;br /&gt;Kembali saya menolaknya halus.&lt;br /&gt;“Kau yakin?” &lt;br /&gt;“Ya.”&lt;br /&gt;         &lt;p align="center"&gt;                    **** &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kau mau, kau dapat membawa pulang foto itu!” ucapnya kepada saya yang masih menikmati foto berjudul solitude itu.&lt;br /&gt;“Sungguh?”&lt;br /&gt;“Ya, saya masih dapat mencetaknya lagi kalau mau. Di tempat itu,”  ucapnya sambil menunjuk ruangan yang ia jadikan kamar gelap.&lt;br /&gt;“Tunggu sebentar, saya akan membungkus foto ini.” Ia berlalu menuju ruang lain dengan foto tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solitude. Saya yakin tiap orang memerlukan waktu untuk menyendiri. Tapi jika terlalu sering pasti aneh adanya. Dan saya seperti itu. Upss, sudah perlu konsul psikiater mungkin. Ahh… entahlah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------&lt;br /&gt;&lt;i&gt;cat.&lt;br /&gt;*) seeza : posisi duduk ala jepang, seperti duduk di antara dua sujud waktu shalat. sumpah, kalau sampai tigapuluh menit masih bisa tahan. tapi lebih dari itu, oo.. mak, kaki sudah super kesemutan. enakan bersila dengan satu kaki ditekuk. secara makassar gitu lho :D&lt;br /&gt;*) makasih buat kuroda sensei untuk foto solitude nya. luv it.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-8203936701288916031?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/8203936701288916031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/8203936701288916031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2007/12/solitude.html' title='Solitude'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-1451535059222118087</id><published>2007-12-08T13:23:00.000+08:00</published><updated>2007-12-08T20:10:36.029+08:00</updated><title type='text'>Orang-orang di titik nol;di satu segiempat bernama karebosi</title><content type='html'>Di satu tulisan pernah kubaca tentang alun-alun. Tempat hiburan tanpa perlu merogoh kocek sedikitpun, paling realistis dijangkau oleh mereka dengan tingkat ekonomi pas-pasan. Tak pelak, stigma alun-alun sebagai tempat hiburan kelas bawah terbentuk. Orang-orang datang, sarat dengan beban hidup dan letih selepas kerja seharian, coba hibur diri di tempat ini.&lt;br /&gt;Dan kita mencoba belajar memahami hidup dari sisi yang berbeda dari tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan karebosi, dapat dikatakan sebagai alun-alun di kotaku. Walau jika merujuk pada alun-alun yang sebenarnya (alun-alun; -jawa) tentu berbeda. Pola alun-alun di pulau jawa hampir seragam, terletak di depan pendopo (rumah jabatan bupati), dan mesjid terletak di sisi barat. Membaca pola ini, mungkin terselip harapan agar pemimpin lebih dekat dan mengetahui rakyatnya. Sedangkan karebosi lapangan persegi empat, dengan menempatkan podium di sisi utaranya sebagai tempat keperluan upacara. Bila dilihat dari fungsinya saat ini, semuanya sama. Tempat hiburan kelas rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/soredikarebosi.jpg" border="0"&gt;&lt;br /&gt;Tak sedikit kenangan saya akan karebosi, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;landmark&lt;/span&gt; kota makassar. Di mana titik nol berawal di tempat ini. Pertama kali melintas di tepian karebosi kecil dahulu, takjub saya dibuatnya. Begitu luas, jauh dibandingkan dengan lapangan agung (begitu kami menyebutnya) yang ada di kotaku, pulau kecil di ujung selatan. Hanya seukuran lapangan sepak bola. Usia SMA, untuk pertama kalinya saya betul-betul menjejakkan kaki di karebosi. Gladi resik senam massal yang melibatkan banyak sekolah. Posisi kami sekelas tepat berada di samping "kuburan" itu. Sebuah 'peringatan' pun terdengar, jangan bicara kotor. Selepas prosesi yang membosankan ini, kami harus berputar untuk kembali ke sekolah, menghindari tawuran.&lt;br /&gt;Sekali juga saya pernah merasakan bagaimana kagetnya dicolek waria ketika melintas di sisi barat karebosi malam hari bersama seorang teman. Sontak kami berlari hingga ke ujung jalan kartini. Takut, apalagi sebelumnya sudah sering mendengar waria karebosi yang tiba-tiba bisa menjadi sangat "seram'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari di sembilanbelas september duaribu enam, itu mungkin kali terakhir saya menjejakkan kaki di karebosi. Selebihnya hanya melintas di tepian jalan protokolnya. Menengok sesaat keramaian yang ada di dalamnya; dari riuh teriakan suporter yang menonton PSM berlatih, lelarian bocah diantara debu beterbangan akibat kaki-kaki mereka yang menyepak bola di tanah merah kering, hingga terakhir warnawarni gemerlap lampu-lampu lampion dari istana kertas negeri kurcaci. &lt;br /&gt;Sore hari di pertengahan september. Memarkir motor di tempat yang sudah hampir terisi penuh di sudut karebosi di depan MTC -pertimbangan keamanan dan tidak mengganggu kenyamanan pengguna karebosi- saya tersadar tempat ini tidak memiliki lahan parkir yang memadai bagi pengunjungnya. Bahu jalan kartini akan menyempit dipenuhi parkir mobil dan motor para supporter ketika menonton PSM berlatih.&lt;br /&gt;Sore hari di september duaribuenam. Berbekal kamera, saya ingin mengabadikan orang-orang di titik nol, satu segi empat bernama karebosi. Belajar melihat dan memahami hidup dari sisi yang berbeda. Membingkainya dalam format digital. menengok di sisi luar karebosi, tepian jalan ahmad yani. Temukan lelaki dengan baju kumal, wajah tertutup duduk bersila terpekur. Diam seperti patung. Gangguan mental mungkin jawabnya. Mengapa harus menggelandang? tidak adakah keluarganya? aib kah? pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepala. Rehabilitasi RSJ tentu jauh lebih baik. Tak jauh darinya, di sisi yang berlawanan, seorang tua duduk berharap belas kasih.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/terdiam.jpg" border="0"&gt; &lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/terpojok.jpg" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke dalam karebosi, bertemu dengan persahabatan tiga bocah; ketiganya tidak dapat baca tulis. Dari perkakas yang mereka bawa tahulah saya dengan kerja mereka. Mungkin letih selepas berjalan seharian, ke karebosi lah mereka untuk mendapat sekedar hiburan. &lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/BerTigAKamisahabaT.jpg" border="0"&gt; &lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/JikalelaH.jpg" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya celoteh tukang obat ditambah dengan bumbu atraksinya menjadi tontonan menarik. Menghibur walau lebih banyak yang tak dapat dipercaya. Seperti sesumbar para jurkam dan kandidat menjelang pemilu atau pilkada.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/tertunduk.jpg" border="0"&gt; &lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/terpana.jpg" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sudut, minuman dingin tentu banyak dicari sebagai pelepas dahaga setelah cairan tubuh banyak berkurang akibat berlari mengejar bola. Setia menjualnya walau laba tak seberapa.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/nonton.jpg" border="0"&gt; &lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/tawa.jpg" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ekonomi, membantu orangtua, sering terucap dari pekerja anak putus sekolah. Toh bermain dan keriangan tidak harus hilang. Dan coba temukan itu di karebosi.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/menunggu.jpg" border="0"&gt; &lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/cerah.jpg" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka, orang-orang itu, yang senantiasa menghiasi hari-hari karebosi. Yang memberi nafas karebosi. Tentu jauh lebih banyak memiliki kenangan tentang karebosi dibanding saya. Mereka, bagian dari karebosi yang harus tercerabut, terpinggirkan. Entah berapa banyak mata rantai hidup yang terputus ketika dinding-dinding seng itu terpasang.&lt;br /&gt;Lalu makhluk bernama Mall itu kian menggiring naluri menjangkau hiburan murah pada ketidaknyataan, semu.&lt;br /&gt;Saya mendukung &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;rehabilitasi karebosi&lt;/span&gt;. Biar rerumputannya tetap hijau, nyaman dipakai tetirahan menikmati senja di antara celoteh riang bocah-bocah. Tidak tergenang di kala musim penghujan dan berdebu ketika kemarau tiba. Bangku-bangku taman dan rerindang pohon di sepanjang tepian karebosi tentu jauh lebih nyaman untuk berteduh sejenak di siang yang panas. Jalur pejalan kaki atau sekedar jogging yang lapang tanpa terganggu parkir motor serampangan akan semakin memacu semangat menjaga kebugaran tubuh. Bidang-bidangnya tertata rapi -tidak semrawut seperti sekarang ini- dengan lampu-lampu yang menerangi tiap-tiap sudutnya kala malam, biar terhindar dari praktek mesum yang selama ini mendompleng nama besar karebosi.&lt;br /&gt;Dan saya mendukung &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;revitalisasi orang-orang di karebosi&lt;/span&gt;. Mereka yang coba bertahan, melanjutkan mata rantai hidupnya dari karebosi. Bukan justru membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revitalisasi karebosi, aneh saja mendengarnya. Seperti seorang top model yang mati-matian menjaga bentuk tubuhnya, biar tetap terpakai, biar menghasilkan pundi-pundi uang yang lebih banyak. Tapi terlupa akan rohani nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinding-dinding seng sudah terpasang. Dan orang-orang masih ribut mempertentangkannya. Dengan segala kepentingan yang membawanya. Adakah yang mempertanyakan, kemana perginya mereka -yang memberi nafas karebosi- itu?&lt;br /&gt;Ataukah jawabannya sama ketika ku tanyakan kepada seorang sahabat, kemana perginya kunang-kunang di siang hari? it's natural. Ah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;*) makassar in my mind. as far as my eyes can see. just see d'live from another perspective.&lt;br /&gt;19 september 2006 dimulai dari 16:38:33&lt;br /&gt;panasonic lumix fz 30&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-1451535059222118087?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/1451535059222118087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/1451535059222118087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2007/12/orang-orang-di-titik-nol-di-satu.html' title='Orang-orang di titik nol;&lt;br&gt;di satu segiempat bernama karebosi'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-2857621642838571753</id><published>2007-12-06T18:35:00.000+08:00</published><updated>2007-12-07T21:02:24.311+08:00</updated><title type='text'>[Jangan] menjadi ranting daun yang terhempas</title><content type='html'>judul : warik&lt;br /&gt;band  : Last Few Minutes -LFM-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;saat engkau datang dan&lt;br /&gt;berikan setumpuk harapan&lt;br /&gt;kala itu membuat anganku terbang jauh melayang&lt;br /&gt;ku tak tahu akan makna apa tersirat di hati&lt;br /&gt;tak kuduga dengan begitu mudah kau berucap&lt;br /&gt;ada sesuatu yang menghalangi jalanku&lt;br /&gt;langkahku (yang pasti)&lt;br /&gt;tak inginku seperti ranting&lt;br /&gt;daun yang terhempas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesalku jadinya saat kudengar&lt;br /&gt;jawaban itu inginku meronta&lt;br /&gt;namun kuakui kutak kuasa&lt;br /&gt;biarku melangkah dengan sisa&lt;br /&gt;batin yang terkulai&lt;br /&gt;tapi kuakui ingin kuwujudkan&lt;br /&gt;hasratku (setiap asa jiwa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terkadang kubertanya masih adakah&lt;br /&gt;satu jawabannya yang dapat kau berikan&lt;br /&gt;tuk yakinkan diriku melangkah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali dengar lagu ini, rilis di akhir tahun 95 -jika saya tidak salah mengingatnya- langsung jatuh cinta. Warik judulnya. Asing mendengar kata ini, yang ternyata diambil dari bahasa daerah di kalimantan. Sekali waktu sempat saksikan wawancara band ini di program musik salah satu tv swasta. Lagu ini bercerita tentang rasa kesal, jengkel dan amarah akan harapan yang tertahan/terhambat oleh seseorang dan ketidakberdayaan untuk melawan.&lt;br /&gt;Sempat punya kaset grup band ini, tapi sayang hilang. Beberapa kali coba mencari info band dan lagu dari LFM di &lt;a href="http://google.co.id/"&gt;om google&lt;/a&gt;, tapi hasilnya selalu nihil. Dan kemarin, kerinduan mendengar kembali lagu warik muncul kembali. Coba masukkan kata kunci judul lagu dan nama band di &lt;a href="http://google.co.id/"&gt;om google&lt;/a&gt;, sampailah saya ke halaman &lt;a href="http://dhanis.web.id/download/"&gt;ini&lt;/a&gt;. Usai sudah kerinduan saya akan warik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Teruntuk orang-orang di titik nol kilometer, di satu segi empat bernama &lt;a href="http://www.angingmammiri.org/portal/content/view/258/1/"&gt;karebosi&lt;/a&gt;.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-2857621642838571753?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/2857621642838571753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/2857621642838571753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2007/12/jangan-menjadi-ranting-daun-yang.html' title='[Jangan] menjadi ranting daun yang terhempas'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-1478353724145948244</id><published>2007-12-03T17:54:00.000+08:00</published><updated>2007-12-03T18:45:12.655+08:00</updated><title type='text'>Masih jauh ku dari maaf</title><content type='html'>Teringat saya akan bebaris kata-kata di halaman maya seorang &lt;a href="http://halamanrawa.blogspot.com/"&gt;sahabat&lt;/a&gt;, yang membekas kuat dalam memori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata seorang pejalan; &lt;i&gt;dunia itu betul-betul selebar daun kelor, sangat sempit. Seseorang yang kau temui hari ini niscaya akan bertemu lagi di tempat lain. Sehingga jangan pernah menyakiti orang lain, karena suatu hari pasti akan bertemu lagi. Dan pada saat itu, kita akan terbunuh, jika bukan oleh dendamnya maka oleh maafnya... &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan saya masih jauh dari kebaikan hati dan maaf itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;ps : chan, apa kabar kah? rindu membaca tulisanmu lagi&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-1478353724145948244?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/1478353724145948244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/1478353724145948244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2007/12/masih-jauh-ku-dari-maaf.html' title='Masih jauh ku dari maaf'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-4060462807242489453</id><published>2007-11-28T21:37:00.000+08:00</published><updated>2007-12-01T22:33:57.331+08:00</updated><title type='text'>Titik-titik beku</title><content type='html'>kian dingin rasanya di sini&lt;br /&gt;dan jika ku tak salah menghitung&lt;br /&gt;masih tersisa duapuluhdelapan titiktitik beku lagi&lt;br /&gt;yang harus kutemui&lt;br /&gt;..........&lt;br /&gt;pffhh, masih panjang rupanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari berlima kami yang sering bertemu, menurut mereka, sayalah yang paling banyak mengeluh. Dan debat kusir dan pertengkaran kecil selalu saja menyertai selepas satu keluhanku terucap. Aneh. Tentu sesaat saja, lalu candaan dan olok-olokan lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;Dua delapan "titik beku" lagi. Tidak sabar rasanya menghujani kalian dengan segala keluhan ini.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-4060462807242489453?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/4060462807242489453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/4060462807242489453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2007/11/titik-titik-beku.html' title='Titik-titik beku'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-2393963850296062170</id><published>2007-11-23T19:19:00.000+08:00</published><updated>2007-11-23T19:52:20.895+08:00</updated><title type='text'>..........</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/PerGipb.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika memang sudah waktunya&lt;br /&gt;kerinduan yang menenangkan hati itu kan dipertemukan&lt;br /&gt;toh pada akhirnya,&lt;br /&gt;kita harus pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;membaca email yang masuk -terlewat empat hari sudah- dan selepas penggalan percakapan di ujung telepon yang bergema dan sering mengabur, ada rindu yang mengalir deras pada kalian. sungguh, mataku memerih basah. dan ku ingin berada di sisi kalian, mendekap hangat walau katakata pelipur duka itu kan sulit kuucap.&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;i&gt;pada satu kepedihan dan beribu doa yang mengalir untuk kalian, kita cuma bisa menerka dan memaknai bahasanya...&lt;/i&gt;&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-2393963850296062170?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/2393963850296062170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/2393963850296062170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2007/11/blog-post.html' title='..........'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-8373418777593231977</id><published>2007-11-16T22:06:00.000+08:00</published><updated>2007-11-19T22:08:36.036+08:00</updated><title type='text'>Hampa</title><content type='html'>Selamat pagi&lt;br /&gt;pagi.&lt;br /&gt;dan kembali&lt;br /&gt;kutemukan jiwaku kosong&lt;br /&gt;hampa;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/-hampapb-.jpg"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-8373418777593231977?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/8373418777593231977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/8373418777593231977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2007/11/hampa.html' title='Hampa'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-4027364049506303205</id><published>2007-11-12T21:52:00.000+08:00</published><updated>2007-11-20T20:18:41.159+08:00</updated><title type='text'>Sebuah catatan tentang mimpi, tentang hidup</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/DjumpeR-tidoreinBWpb.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih kuingat ketika kita membagi senyumsenyum kita&lt;br /&gt;membingkainya dalam ceria persahabatan&lt;br /&gt;lalu kita melukis tiaptiap imaji&lt;br /&gt;tentang mimpimimpi yang coba dirubah asa&lt;br /&gt;dalam satu pandang kita&lt;br /&gt;tentang hidup yang penuh canda tawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan di ujung kita terhenti&lt;br /&gt;diam&lt;br /&gt;bertanya-tanya,&lt;br /&gt;seberapa dalam lautan&lt;br /&gt;seberapa siap kita terjun ke dalamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/BersiaP2bwpb.jpg"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-4027364049506303205?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/4027364049506303205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/4027364049506303205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2007/11/sebuah-catatan-tentang-mimpi-tentang.html' title='Sebuah catatan tentang mimpi, &lt;br&gt;tentang hidup'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-4954906982578467244</id><published>2007-11-05T21:04:00.000+08:00</published><updated>2007-11-19T21:33:02.564+08:00</updated><title type='text'>Sepakat kita bermuslihat</title><content type='html'>Tersipu ku dibuatnya ketika melalui sepenggal keramaian jalanan&lt;br /&gt;mengumpul wajahwajah takjub terpesona&lt;br /&gt;percaya dari setumpuk kebohongan yang bermain.&lt;br /&gt;dan sungguh ku belajar dari mereka&lt;br /&gt;aksi bualan tukang obat jalanan&lt;br /&gt;merangkai katakata yang kan membuatmu merogoh saku celana.&lt;br /&gt;dan tentu saja ku jauh lebih hebat dari mereka&lt;br /&gt;bermanis kata untuk sebuah janji&lt;br /&gt;dan kalian pun terpedaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/aksiTkgobatpb-1.jpg" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/DialoGKakipb.jpg" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu langkahlangkah kita terhenti di sini&lt;br /&gt;bermufakat untuk muslihat yang menyesatkan&lt;br /&gt;menyesakkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-4954906982578467244?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/4954906982578467244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/4954906982578467244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2007/11/sepakat-kita-bermuslihat.html' title='Sepakat kita bermuslihat'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-2502591401953998568</id><published>2007-10-17T19:47:00.000+08:00</published><updated>2007-10-17T21:53:37.094+08:00</updated><title type='text'>Mencari pintuMu</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/pinturumahmukumenujublog.jpg" border="0"&gt;&lt;br /&gt;Ke pintuMu ku selalu mencari&lt;br /&gt;namun tetap saja diriku hilang jejak&lt;br /&gt;nafsu itu;&lt;br /&gt;butakan mataku&lt;br /&gt;butakan hatiku&lt;br /&gt;dan diriku hilang arah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-2502591401953998568?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/2502591401953998568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/2502591401953998568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2007/10/mencari-pintumu.html' title='Mencari pintuMu'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-2310815566833629870</id><published>2007-10-16T23:05:00.000+08:00</published><updated>2007-10-17T20:07:11.191+08:00</updated><title type='text'>Tentang....</title><content type='html'>Tentang sukacita tentang perih&lt;br /&gt;Tentang menang tentang kalah&lt;br /&gt;Tentang asa tentang pasrah&lt;br /&gt;Tentang terang tentang gelap&lt;br /&gt;Tentang putih tanpa memilih abuabu&lt;br /&gt;ku masih di sini terpuruk dalam kelam;&lt;br /&gt;kalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/shining-mosquein.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/bersimpuhBWblog.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/itikafBWblog.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/tadarrusBWblog.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/tadarrus-shalatBWblog.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/shalatBWblog.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/terlelapdankhusyuBWblog.jpg" border="0" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;tt&gt;*) hunting i'tikaf di mesjid raya makassar, versi warna di halaman &lt;a href="http://heningkata.multiply.com/"&gt;ini&lt;/a&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-2310815566833629870?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/2310815566833629870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/2310815566833629870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2007/10/tentang.html' title='Tentang....'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-1254500570911012769</id><published>2007-10-13T06:51:00.000+08:00</published><updated>2007-10-16T23:19:38.141+08:00</updated><title type='text'>Selamat Idul Fitri, Taqobbalallahu Minna wa Minkum berharap kembali ke fitrah</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/4photobucket.jpg" border="0" width="520"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;terbata ku disini, memuji namaMu&lt;br /&gt;dalam sesak nafas yang tersisa&lt;br /&gt;tertatih ku disini;&lt;br /&gt;mendamba cintaMu&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-1254500570911012769?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/1254500570911012769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/1254500570911012769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2007/10/selamat-idul-fitri-taqobbalallahu-minna.html' title='Selamat Idul Fitri, Taqobbalallahu Minna wa Minkum &lt;br&gt;&lt;tt&gt;berharap kembali ke fitrah&lt;/tt&gt;'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-2264006628480650564</id><published>2006-05-26T21:53:00.000+08:00</published><updated>2007-12-03T21:55:36.314+08:00</updated><title type='text'>Kasih Tak sampai</title><content type='html'>Ia memperbaiki letak duduknya, hingga pandangannya leluasa pada dua sosok yang bekejaran di antara pokok-pokok kembang, seperti sepasang kekasih kasmaran yang ia jumpai di film-film bollywood.&lt;br /&gt;“Sungguh, aku mencintaimu,” ujar si perayu lembut.&lt;br /&gt;“Gombal,” yang dirayu tersipu malu, salah tingkah lalu beranjak menuju kumpulan mawar. Harum melingkup keduanya.&lt;br /&gt;“Lautan pun kuseberangi, demi membuktikan cintaku.”&lt;br /&gt;“Dasar perayu. Mengelilingi taman ini saja kau harus berhenti berkali-kali.”&lt;br /&gt;“Oh belahan jiwaku, belahlah dadaku jika hanya itu yang mampu membuatmu percaya akan cintaku.” Perayu membelai lembut.&lt;br /&gt;“Hei… perlahanlah. Apa kau tidak malu pada lelaki di sudut taman? Sedari tadi ia mengawasi kita.”&lt;br /&gt;“Ia pasti dibakar api cemburu.”&lt;br /&gt;Ia tertawa. Menertawai imajinasi kata yang ia ciptakan. Kata-kata yang sering ia temui dalam roman picisan, menari di pikirannya yang tumpul, lalu melayang pada dua sosok, yang ia reka sebagai sepasang kekasih. Ia memperbaiki letak kacamatanya. Melanjutkan permainan kata-kata.&lt;br /&gt;“Kau lihat sepasang jompo di sudut taman? Kesetianku akan melampaui usia cinta mereka.”&lt;br /&gt;“Rayuanmu membuatku melayang.” Dan benar, tubuh ringannya melayang tinggi, meninggalkan kelopak-kelopak mawar, melayang ke jalanan luar taman. Tiada suara, tubuh rapuhnya membentur mobil yang melaju cepat. Sayapnya koyak. Tubuhnya terhempas di aspal jalanan. Sunyi.&lt;br /&gt;“Ah… kasihan.” Seketika imajinasi kata-katanya lenyap.&lt;br /&gt;Si perayu melayang balik ke taman. Di antara rerimbunan aster, satu kupu-kupu putih melayang gemulai. Elok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-2264006628480650564?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/2264006628480650564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/2264006628480650564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2006/05/kasih-tak-sampai.html' title='Kasih Tak sampai'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-114234060252697840</id><published>2006-03-14T20:31:00.000+08:00</published><updated>2006-03-14T20:50:02.573+08:00</updated><title type='text'>biru yang membebaskan</title><content type='html'>jangan bersedih&lt;br /&gt;dua kata yang  tak bisa kuucapkan&lt;br /&gt;dan hanya mampu kutulis di secarik kertas putih bergaris&lt;br /&gt;terselip dalam lembar pertama&lt;br /&gt;jangan bersedih&lt;br /&gt;terbungkus kertas biru&lt;br /&gt;seperti kerinduanmu terhadap langit&lt;br /&gt;tuturmu; bentangan langit yang tanpa ujung tepian adalah&lt;br /&gt;pembebasan&lt;br /&gt;jangan bersedih&lt;br /&gt;dalam dekapan dadamu&lt;br /&gt;dan haru menjalar memerih mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;pagi ini,&lt;br /&gt;langit biru dan sepenggal bulan pias di garis barat&lt;br /&gt;apa kabarmu hari ini?&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-114234060252697840?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/114234060252697840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/114234060252697840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2006/03/biru-yang-membebaskan.html' title='biru yang membebaskan'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-114032444988157154</id><published>2006-02-19T11:26:00.000+08:00</published><updated>2006-02-19T12:47:29.883+08:00</updated><title type='text'>Sarebattang ri Mangkasara</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hey! Kopdar yuk bentar jam 6 sore di lesehan pak dani yg depan stmik dipanegara itu loh. Daku mo bagi oleh2 hehehehe yg tdk dtg ga kebagian loh ya :p -rara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/kampoengmakassar.jpg" align="left" height="390" hspace="5" vspace="5" width="256" /&gt; Sebuah pesan singkat  di siang hari tanggal  sepuluh februari lalu. Rencana kopdar dadakan. Tidak biasa, karena sejauh ini, tiap kali akan ada acara kopdar, &lt;a href="http://rara-scratchblog.blogspot.com/"&gt;ibu kapten&lt;/a&gt; selalu merencanakan harinya. Biasanya, &lt;a href="http://rara-scratchblog.blogspot.com/"&gt;bu kapten&lt;/a&gt; menanyakan jadwal hari kapan saya bebas tugas jaga. Maklum, menurut &lt;a href="http://rara-scratchblog.blogspot.com/"&gt;bu kapten&lt;/a&gt;, kopdar tiada kesan tanpa kehadiran saya *GeeR mode on* plakzss :D&lt;br /&gt;Beruntunglah saya, hari itu saya terlepas dari tugas jaga. Langsung saja saya menghubungi &lt;a href="http://rara-scratchblog.blogspot.com/"&gt;bu kapten&lt;/a&gt;, menyatakan kesiapan pada &lt;a href="http://rara-scratchblog.blogspot.com/"&gt;bu kapten&lt;/a&gt;. Siapa yang tidak mau datang, apalagi kalau ada iming-iming oleh-oleh dari thailand :)&lt;br /&gt;Tumben juga, kali ini bu kapten cukup cerdas memilih lokasi kopdar hahaha.... Sekitar tamalanrea, wilayah di mana sebagian besar blogger makassar berdomisili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam sore, &lt;a href="http://rara-scratchblog.blogspot.com/"&gt;bu kapten&lt;/a&gt; menghubungi via nomor &lt;a href="http://tee-za.net/"&gt;mpok teeza&lt;/a&gt; *pssttt... masa' bu kapten gak berpulsa sih?* mengabari kalau mereka berdua sudah berada di lokasi. Meluncurlah saya kesana, hanya butuh waktu sekitar 15 menit untuk tiba di lokasi. Beberapa menit kemudian, &lt;a href="http://metalgrin-blog.tk/"&gt;leo&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://blogaholicacute.blogspot.com/"&gt;prof mus&lt;/a&gt; tiba. Ngobrol macam-macam, sambil menunggu pesanan makanan, jepret kiri-kanan. Menjelang santap selesai, rombongan berikutnya tiba. &lt;a href="http://dejablue.blogdrive.com/"&gt;Nyomnyom&lt;/a&gt; dan dua pengawalnya, &lt;a href="http://pecandubuku.blogspot.com/"&gt;a'an&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://menulissenja.blogspot.com/"&gt;anchu&lt;/a&gt;. Lalu &lt;a href="http://cikal61.blogspot.com/"&gt;cikal&lt;/a&gt; dengan rambut yang segera mengembang ketika helm terbuka ^_*&lt;br /&gt;Acara ngobrol pun semakin ramai. Sayang, &lt;a href="http://blueshy.blogspot.com/"&gt;soeltra&lt;/a&gt; telat datang. Tapi kehadiran ibu ini menjadikan kopdar kali ini kopdar teramai dan terseru.&lt;br /&gt;Cerita lengkap dan foto-foto bisa di klik di &lt;a href="http://www.blogfam.com/forum/viewtopic.php?t=6184"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-114032444988157154?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/114032444988157154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/114032444988157154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2006/02/sarebattang-ri-mangkasara.html' title='Sarebattang ri Mangkasara'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-113503973618747529</id><published>2005-12-20T08:43:00.000+08:00</published><updated>2005-12-20T08:48:56.196+08:00</updated><title type='text'>Sepotong cerita yang tak pernah selesai</title><content type='html'>kata-kata berhentilah menguap&lt;br /&gt;hilang,&lt;br /&gt;pikiran bekerjasamalah dengan jari jemari&lt;br /&gt;biar kutulis sepotong cerita untuknya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-113503973618747529?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/113503973618747529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/113503973618747529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/12/sepotong-cerita-yang-tak-pernah-selesai.html' title='Sepotong cerita yang tak pernah selesai'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-113319084962461180</id><published>2005-11-28T23:10:00.000+08:00</published><updated>2005-11-28T23:14:10.476+08:00</updated><title type='text'>Dyspneu</title><content type='html'>Cukuplah segala letih ini kularung di senja yang senyap,&lt;br /&gt;hilang dalam buihbuih jingga&lt;br /&gt;bersama gerimis jatuh satusatu, seperti tetesan aminophilyn aliri nadi&lt;br /&gt;di dada yang kian sesak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-113319084962461180?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/113319084962461180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/113319084962461180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/11/dyspneu.html' title='Dyspneu'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-112957963892705443</id><published>2005-10-18T04:05:00.000+08:00</published><updated>2005-10-18T04:07:18.933+08:00</updated><title type='text'>Jeda</title><content type='html'>Tapi selalu kurindu perjalanan. Karena ada yang akan sangat indah setelahnya. Itulah mengapa seseorang harus pergi, apalagi jika dia lelaki, agar bisa menakar dan merasa betapa indahnya pulang. &lt;a href="http://halamanrawa.blogspot.com/"&gt;(ochan, halamanrawa)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa harus berjalan, dengan sedikit kesabaran, tengadah kepala di tiap malam kan kau temukan langit dengan bintang-bintangnya yang berbeda.&lt;br /&gt;Penghibur bagi saya, yang rindu akan perjalanan.&lt;br /&gt;Kerinduan akan langit malam dan bintang-bintangnya, dari pijakan tanah yang berbeda.Saya rindu perjalanan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-112957963892705443?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112957963892705443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112957963892705443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/10/jeda.html' title='Jeda'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-112898206367213211</id><published>2005-10-11T06:02:00.000+08:00</published><updated>2005-10-11T06:07:43.676+08:00</updated><title type='text'>Halaman rumah kata</title><content type='html'>Tanah di sisi koridor mulai mongering, berwarna merah. Taman yang dulu ada disitu menghilang, terganti dengan rumputan liar yang lebih beradaptasi di musim kemarau ini. Tidak buruk, malah terlihat menarik bagi saya. Karena tiap rumputan liar itu memberi satu bunga kecil, berwarna putih di ujung dahan yang berdiri mengarah ke langit. Tanah merah kering, rumpun rumputan liar, dengan bunga di ujung-ujung dahannya, mencipta padang bunga kecil di sepetak halaman yang tak terawat.&lt;br /&gt;Teringat saya akan halaman rumah kata –rumah dimana saya belajar berimajinasi, bercerita, menuang apa yang saya rasa, lihat, dengarkan dalam bentuk kata-kata. menuliskannya di halaman-halamannya- yang sekian lama tidak saya tengok lagi. Adakah rumputan liar, dengan rumpun bunganya tumbuh di halaman rumah kata ini? Ah, tidak hanya rumputan liar, tapi juga ilalang yang kian meninggi dapat kalian jumpai, di sudut-sudut halaman ini, tentunya dengan imajinasi kalian ;p~ *kidding*&lt;br /&gt;Yang pasti, ketika menengok halaman rumah kata ini, saya menemukan para sahabat, yang senantiasa menjaga halaman rumah kata ini *GeeR mode on* yang senantiasa menjabat erat, menyimpul jalinan persahabatan. Lewat kata-kata, salam dan canda.&lt;br /&gt;Malu saya, karena sekian lama pula saya tidak membalas sapa kalian, mengunjungi rumah-rumah kata kalian, menyimpul erat jalinan persahabatan, yang mungkin satu simpulnya melonggar. Maapkan saya.&lt;br /&gt;Karena saya tahu, kalian sahabat-sahabat yang sangat baik ^_^&lt;br /&gt;Mohon maap pula, bila selama ini begitu banyak kata-kata yang tidak berkenan di hati kalian, lewat halaman rumah kata ini atau di halaman rumah kata kalian, sungguh… itu hanya salah ketik :D&lt;br /&gt;Dan, tanpa mengenal kata terlambat… selamat menunaikan ibadah ramadhan yak :)&lt;br /&gt;Semoga hati kita senantiasa saling menjabat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-112898206367213211?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112898206367213211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112898206367213211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/10/halaman-rumah-kata.html' title='Halaman rumah kata'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-112592265533267161</id><published>2005-09-05T20:15:00.000+08:00</published><updated>2005-09-05T20:17:35.423+08:00</updated><title type='text'>Lagu hujan</title><content type='html'>Saya rindu bermain hujan. Telanjang dada, biarkan butir-butir air menerpa basahi tubuh. Kuyup.&lt;br /&gt;Saya rindu bermain hujan. Bersama para sahabat, ciptakan tarian hujan. Tidak perlu koreografi. Cukup melompat-lompat, berlarian, dengan teriakan-teriakan lantang tanpa arti. Di jalanan kota kecil yang kian lengang.&lt;br /&gt;Saya rindu bermain hujan. Walau untuk itu, harus beranikan diri kalahkan kilat dan guruh yang menggelegar.&lt;br /&gt;Menggigil ketika rintik turun satu-satu. Berlomba berdiri di bawah cucuran atap. Pancuran air yang bertahan sesaat.&lt;br /&gt;Lalu, tuntaskan permainan hujan. Akhiri dengan mengeramas kepala. Basuh tubuh dengan air sumur. Biar tidak sakit kepala, itu kata orang-orang tua kami.&lt;br /&gt;Hujan usai. Dan jalanan kota kecil kami tetap lengang, tersisa aspal basah dan warna pelangi akibat tumpahan solar.&lt;br /&gt;Saya rindu masa kanak-kanak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-112592265533267161?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112592265533267161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112592265533267161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/09/lagu-hujan.html' title='Lagu hujan'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-112514494530279476</id><published>2005-08-27T18:53:00.000+08:00</published><updated>2005-08-27T20:32:17.496+08:00</updated><title type='text'>Lelaki, penggenggam semangat</title><content type='html'>Lelaki. Berdiri di sisi motor, sebelum persimpangan jalan. &lt;br /&gt;Dahulu, beberapa depa dari tempatnya sekarang, ia senantiasa berdiri pula. Berdiri di depan pintu bilik, memberi senyum. Berdiri di balik meja hidang, memotong, mengiris daging-jeroan, mengaduk kuah dalam tungku besar, menuang ke dalam mangkok. Lelaki, dahulu ia berdiri di dalam sebuah bilik, tempat ia berjualan coto.&lt;br /&gt;Kini, beberapa depa dari tempatnya sekarang, bilik itu telah tiada. Tersisa lantai semen saja.&lt;br /&gt;Lelaki, di awal pagi -dahulu dan kini-, tidak jarang kami bertatap muka. Di koridor penghubung kamar operasi dan ruang perawatan lantai dua. Ia,  penyedia jasa kebersihan. &lt;br /&gt;Dahulu, sebuah rutinitas; selepas pagi,  ia mulai membuka biliknya. Menata meja kursi, meracik menu, melayani para penyantap. Hingga malam. Setelah penggusuran di penghujung mei itu, selepas pagi, ia berdiri di sisi motor. Menawarkan jasa ojek, hingga akhir senja. Karena malam, beberapa anggota kavaleri melakoni pekerjaan yang sama.&lt;br /&gt;"Buat biaya sekolah anak, jangan sampai terhenti." Sepenggal perbincangan kami di satu sore, dalam perjalanan pulang -saya meminta jasa ojeknya-. Saat itu pula, ia bercerita kerisauannya akan harga bensin yang naik karena sulit diperoleh. Kini, ketika para penentu kebijakan hendak menaikkan harga BBM, apakah ia merisaukan hal yang sama? Entahlah.&lt;br /&gt;Lelaki, yang kerap kutemui di awal pagi, dengan rutinitas barunya selepas luka itu. Penggenggam semangat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-112514494530279476?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112514494530279476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112514494530279476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/08/lelaki-penggenggam-semangat.html' title='Lelaki, penggenggam semangat'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-112436082804418140</id><published>2005-08-18T17:36:00.000+08:00</published><updated>2005-08-18T18:27:08.076+08:00</updated><title type='text'>Lagu rindu</title><content type='html'>Sore;&lt;br /&gt;kuning terperangkap di dinding-dinding gedung,&lt;br /&gt;pias.&lt;br /&gt;Mengingatmu, jauh, saya habis kata-kata.&lt;br /&gt;rindu.&lt;br /&gt;Sore, kuning di sela-sela gedung&lt;br /&gt;diam, kunikmati seorang diri&lt;br /&gt;dalam warnawarna melankoli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tujuhbelas agustus kemarin, terbebas dari tugas jaga, saya habiskan di tempat tidur. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Balans&lt;/span&gt;, setelah semalaman harus "melek". Siaran langsung detik-detik proklamasi di seluruh stasiun tv terlewatkan. Teringat, dulu, bersama ibu, kami selalu saja duduk di depan monitor tv, menonton barisan pemuda-pemudi, dengan langkah tegap membawa dan mengibarkan merahputih. Was-was menyelubungi kami, ketika dua pemudi menuruni tangga secara membelakangi. Berharap semoga tidak terjatuh. Pun ketika merahputih membentang, semoga tidak terbalik.&lt;br /&gt;Saya juga ingat, ketika seremonial ini berakhir, gegap gempita merah putih, berkibar di kota, pelosok, puncak-puncak gunung. Di balik pekik merdeka. Tayangan dari berbagai produk kretek. Membawa saya pada semangat heroik.&lt;br /&gt;Tapi kali ini, melihat tayangan seperti itu lagi, saya seperti jenuh. Saya menganggapnya berlebihan. Ya, berlebih karena hanya memvisualisasi merdeka dalam arti bebas dari penjajahan. Seperti visualisasi dari sejarah di buku-buku sd. Merdeka, masih saja jauh.&lt;br /&gt;Menyaksikannya lagi, kini, tak ada lagi semangat heroik. Emm... mungkin saya tidak nasionalis lagi? Mungkin.&lt;br /&gt;Tapi, satu tayangan sambut tujuhbelas menarik saya. Milik PT. Djarum. Tanpa embel-embel pekik merdeka, kibaran merahputih. Bocah-bocah "penghibur" pengumpul receh di pelabuhan, rela melepas santap siang yang lama diimpikan. Sekantong receh disumbang bagi mereka yang tertimpa bencana. Ya, hati yang berbagi satukan negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Melihat visualisasi bencana di tayangan ini, saya membayangkan tsunami yang melanda tanahmu. Alhamdulillah, kesepakatan damai telah tercapai. Semoga bukan hanya dalam catatan kertas. Luka, duka teramat dalam di sana. Pun dengan dendam itu. Seperti juga yang kau ceritakan padaku. Satu harap, semoga semuanya usai.&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-112436082804418140?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112436082804418140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112436082804418140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/08/lagu-rindu.html' title='Lagu rindu'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-112332153913183386</id><published>2005-08-06T17:11:00.000+08:00</published><updated>2005-08-06T17:45:39.176+08:00</updated><title type='text'>Dua ikan (mungkin sepasang)dalam film GIE</title><content type='html'>Tiga pekan yang lalu, atas ide ibu &lt;a href="http://blueshy.blogspot.com/" target=_blank&gt;soel&lt;/a&gt;, blogger makassar (&lt;a href="http://rara-scratchblog.blogspot.com/" target=_blank&gt;rara&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://pecandubuku.blogspot.com/" target=_blank&gt;aan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://metalgrin-blog.tk/" target=_blank&gt;leo&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://myinspiration135.blogspot.com/" target=_blank&gt;irfan tebas&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://sayapbidadari.blogspot.com/" target=_blank&gt;nani&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://menulissenja.blogspot.com/" target=_blank&gt;anchu&lt;/a&gt;, dan juga &lt;a href="http://blueshy.blogspot.com/" target=_blank&gt;soel&lt;/a&gt; tentunya) nonton bareng film Gie. Menarik, walau kesannya alur di film ini terpotong-potong. Tapi, saya sangat suka dengan potongan-potongan adegannya. Artistik. Salah satunya ketika Gie menyaksikan babah dan mama nya berjalan saling terdiam, lalu berpisah. Di situ ada scene di mana terlihat penjual ikan hias. Lalu adegan berpindah pada dua ekor ikan dalam genggeman Gie yang dilepas dalam bak mandi.&lt;br /&gt;Potongan adegan ini mengingatkan saya pada satu cerpen (saya menyukai cerpen ini) di &lt;a href="http://cybersastra.net/" target=_blank&gt;cybersastra&lt;/a&gt;. Berikut penggalan dari cerpen itu :&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;AYAH tak pernah murung. Tapi, suatu pagi aku lihat dia murung. Aku tak bertanya kenapa dia murung. Aku melihat mamak menangis. Meski ia sembunyikan isak dan air matanya. Tapi aku melihat dia menangis. Aku mendengar mereka bertengkar pagi itu. Meski mereka sembunyikan pertengkaran itu. Tapi aku mendengarnya... &lt;br /&gt;...Di tepi kolam di belakang rumah, kulihat ikan nila berenang. Yang besar kuning itu aku bayangkan induknya. Siapa bapaknya? Yang hitam besar itu. Mereka pernah bertengkarkah? Kolam itu ramai kecipak air, kalau induk-bapak itu bertelur. Mereka tidak bertengkar...&lt;/tt&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(cerpen lengkapnya, klik di &lt;a href="http://cybersastra.net/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=729" target=_blank&gt;sini&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya riri reza menggunakan simbol dalam film ini. Seperti juga ketika Soekarno harus turun.&lt;br /&gt;Btw, secara kesuluruhan, ditambah dengan soundtracknya,  film ini kehitung keren (menurut saya lho, kalau kamu?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;i&gt;PS. Dua ikan yang ikutan maen film itu namanya siapa ya? ikutan casting juga nggak ya? ^_^&lt;/i&gt;&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-112332153913183386?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112332153913183386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112332153913183386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/08/dua-ikan-mungkin-sepasang-dalam-film.html' title='Dua ikan (mungkin sepasang)&lt;br&gt;dalam film GIE'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-112307099658330752</id><published>2005-08-03T19:45:00.000+08:00</published><updated>2005-08-03T20:40:30.503+08:00</updated><title type='text'>Proyeksi mimpi</title><content type='html'>Cemas yang saya alami belakangan ini, menggiring saya pada mimpi di dua malam berentetan. Saya menikmatinya. Karena di mimpi ini, terbalik dengan keadaan sesungguhnya. Dan ketika terbangun, saya coba genggam sedikit semangat untuk melewati satu hari.&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;(Setidaknya, berharap mimpi itu jadi nyata)&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;Walau pada akhirnya, cemas itu tetap saja hadir.&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;(Saya hanyalah pecundang yang mencuri mimpi)&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesaat, terbersit untuk memungut kepingankepingan malam, lengkap dengan taburan bintangbintangnya. Sebagai selimut siang penghantar mimpi.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-112307099658330752?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112307099658330752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112307099658330752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/08/proyeksi-mimpi.html' title='Proyeksi mimpi'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-112298071822771769</id><published>2005-08-02T19:02:00.000+08:00</published><updated>2005-08-02T19:05:18.233+08:00</updated><title type='text'>Untuk kau, lelaki yang</title><content type='html'>Untuk lelaki yang menyelinap di malam hari, dengan seringai amarah. Kepada lelaki yang menikam badik di dada, menghentikan jalinan kasih   ia, perempuan dan bocah lelaki. Untuk air mata yang basahi tanah merah. Terkutuklah kau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-112298071822771769?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112298071822771769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112298071822771769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/08/untuk-kau-lelaki-yang.html' title='Untuk kau, lelaki yang'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-112107073122485682</id><published>2005-07-11T16:29:00.000+08:00</published><updated>2005-07-11T16:32:11.540+08:00</updated><title type='text'>Sinergi lelap</title><content type='html'>Sepasukan caffein bukanlah prajurit yang tangguh. Barisan katakata, deretan abjad mencolot dari lembarlembar textbook, bermetamorfosis domba-domba putih berlari riang melompati pagar kayu. Satu, dua, tiga, lima, sebelas... bersinergi dengan lelah yang sangat. Lelap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-112107073122485682?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112107073122485682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/112107073122485682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/07/sinergi-lelap.html' title='Sinergi lelap'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-111987805342388557</id><published>2005-06-27T20:45:00.000+08:00</published><updated>2005-06-27T21:14:13.513+08:00</updated><title type='text'>Ganti Leot</title><content type='html'>Inginnya posting, tapi tidak tau mau cerita apa. Lagi blank. Nah, karena blank tadi mending nyari-nyari template gratisan buat ganti leot. Sebenarnya sudah lama ingin ganti leot, tapi tidak kesampaian (leot yang lama kalo di browse lewat internet explorer tampilannya normal, tidak ada masalah, tapi pas di browse dengan mozilla firefox, background hitamnya jadi putih. Kok bisa ya?). Inginnya buat sendiri. Sudah coba desain pake dreamwaver, pakai penuntun dari komputeraktif dan bolakbalik buku css, yang ada malah pusing. Akhirnya pasrahkan saja pada template gratisan.&lt;br /&gt;Sepekan nyari template, akhirnya ketemu yang sesuai selera di web milik mas &lt;a href="http://isnaini.com/" target=_blank&gt;isnaini&lt;/a&gt;. Sesuai dengan desain leot yang saya inginkan, dua lajur dengan warna yang berbeda. Hanya saja warna background di template ini kurang pas dengan desain yang saya inginkan. Jadi, setelah mendapat izin dari mas &lt;a href="http://isnaini.com/" target=_blank&gt;isnaini&lt;/a&gt; dan mengutak-atik di beberapa tempat jadilah leot yang sekarang... ^_*&lt;br /&gt;Emmm... tapi kalo diliat dari sini masih ada errornya, tampilan background yang di bawah itu kok keluasan ya? Sudah nyari script mana yang salah tapi tidak ketemu juga. Pasrah. Lain kali sajalah, coz timer costnya jalan terus. Maklum, utakatik leotnya di warnet, make cara delete en preview gitu. Terlalu lama :D&lt;br /&gt;Ada yang bisa bantu gak?&lt;br /&gt;Plizzz... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;buat bang haris, maap foto tampak belakang abang saya comot buat dijadiin header. lama tidak ada kabar, baik-baikkah? smoga di lain waktu bisa ketemu lagi&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-111987805342388557?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/111987805342388557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/111987805342388557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/06/ganti-leot.html' title='Ganti Leot'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-111935529909914891</id><published>2005-06-21T19:41:00.000+08:00</published><updated>2005-06-21T20:01:39.103+08:00</updated><title type='text'>Pulpen</title><content type='html'>Hari ini, dua teman memberi pulpen kepada saya. Juga kemarin, sebuah pulpen dihibahkan untuk saya. Pun beberapa hari yang lalu, sebuah pulpen berwarna merah menyala, dengan tali panjang berwarna merah pula,  hasil pemberian sempat menggantung di leher saya. Jika dipikir, tentunya saya sudah memiliki banyak pulpen. Tapi tidak sama sekali. Justru saya lebih sering tidak memiliki benda ini. Itu karena sifat teledor dan pelupa saya - selepas dipakai menulis, saya menggeletakkannya begitu saja, lalu terlupa-  hingga saya sering menghilangkan  alat tulis ini. Parahnya lagi, termasuk pulpen-pulpen  milik teman.&lt;br /&gt;Hingga seorang teman yang menyadari sifat buruk saya, beberapa hari lalu menghibahkan pulpen bertali yang dapat dikalungkan di leher. Warnanyapun dipilih yang ngejreng, merah menyala. "Dikalungkan di leher, biar tidak hilang," kata dia. Belum cukup sehari, dengan sukses pulpen merah bertali ini raib entah kemana.&lt;br /&gt;Tapi tunggu dulu, kali ini yang menghilangkannya adalah teman lain yang meminjamnya. Jadi, ide pulpen berkalung ini belum seratus persen gagal bukan? Harus dicoba lagi. Ada yang berbaik hati menghibahkan pulpen berkalung?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-111935529909914891?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/111935529909914891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/111935529909914891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/06/pulpen.html' title='Pulpen'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-111874220306273568</id><published>2005-06-14T17:26:00.000+08:00</published><updated>2005-06-14T17:43:23.066+08:00</updated><title type='text'>Sekali lagi, Peremuan</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/39.jpg" width=180 height=140&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/7.jpg" width=180 height=140&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi...&lt;br /&gt;Sudut ruang, pendar layar monitor, jejalin hening katakata yang tertingal, mengantar saya pada satu pertemuan...&lt;br /&gt;di satu senja kuning...&lt;br /&gt;ada &lt;a href="http://rara-scratchblog.blogspot.com"&gt;RaRa&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://bluishy.blogspot.com"&gt;si KerudungBiru&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://cikal61.blogspot.com"&gt;Toar&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://metalgrin.tk"&gt;Leo&lt;/a&gt;, Ocha si lumut hijau.. eh, teh hijau, calon blogger :) dan &lt;a href="http://pecandubuku.cjb.net"&gt;si PecanduBuku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa sangka, kalau sekarang blogger makassar semakin ramai. Coba tengok penghuni kampung makassar di samping, semakin banyak bukan? Coba berkunjung ke tempat mereka, wow... isi postingan mereka dijamin top. &lt;br /&gt;Sayang, gathering kemarin tidak sempat kumpul semua. Mungkin di lain waktu ya ^_*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-111874220306273568?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/111874220306273568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/111874220306273568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/06/sekali-lagi-peremuan.html' title='Sekali lagi, Peremuan'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-111778914678459259</id><published>2005-06-03T16:35:00.000+08:00</published><updated>2005-06-03T17:16:12.216+08:00</updated><title type='text'>Pertemuan</title><content type='html'>Sudut ruang, pendar layar monitor, jejalin katakata, tanpa harus wajah saling menatap, tanpa harus tangan saling menjabat, simpul persahabatan yang indah terajut, jejaring simpul &lt;a href="http://www.enno2.blogspot.com/?"&gt;enno&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://cumasaya.blogdrive.com/"&gt;deppii&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudut ruang, pendar layar monitor, jejalin hening katakata tertinggal di taggie, menghantar saya pada satu pemilik simpul persahabatan itu...&lt;br /&gt;Sudut ruang, awal malam, di antara sisa duka, pertemuan yang begitu singkat, dan cerita   persahabatan mengalir&lt;br /&gt;Semoga simpulsimpul persahabatan terus terajut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;thx 2 enno 'n aji + natsuko &amp; kato, kpn bisa ketemuan lagi yak?&lt;br /&gt;buat para jejaring sahabat, mohon di maapin, ane makin jarang berkunjung, maap yak... soale ane harus berdamai dulu dengan lelah :p hehe... maapin yakkk...&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-111778914678459259?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/111778914678459259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/111778914678459259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/06/pertemuan.html' title='Pertemuan'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-111770634998648250</id><published>2005-06-02T17:17:00.000+08:00</published><updated>2005-07-03T12:44:07.366+08:00</updated><title type='text'>Sore, senyap...</title><content type='html'>Sore, kuning, tapak demi tapak yang begitu kukenal, menjadi asing...&lt;br /&gt;Sore, kuning, semuanya hilang... tonggak kayu rapuh menjadi arang, lantai semen menghitam hangus, dinding tembok warnawarni bertulis potongan katakata perlawanan...&lt;br /&gt;Siang, tiga hari lalu sebelum sore yang menjadi asing ini, terik membakar anarki...&lt;br /&gt;Sore dan malam sebelum siang anarki itu... menjadi terakhir kali kunjungan di satu petak ruang, merapat di tepian meja, mengisi lambung yang mulai protes...&lt;br /&gt;Sore, kuning, sudutsudut yang kian asing...&lt;br /&gt;Sore, kuning, senyap...&lt;br /&gt;&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/N/nyanyianperjalanan/1117696120_14.jpg" height="100" width="150" &gt;&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/N/nyanyianperjalanan/1117700856_2.jpg" height="100" width="150" &gt;&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/N/nyanyianperjalanan/1117702254_4.jpg" height="100" width="150" &gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/N/nyanyianperjalanan/1117702367_6.jpg" height="100" width="150" &gt;&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/N/nyanyianperjalanan/1117702448_7.jpg" height="100" width="150" &gt;&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/N/nyanyianperjalanan/1117702566_8.jpg" height="100" width="150" &gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/N/nyanyianperjalanan/1117701193_11.jpg" height="100" width="150" &gt;&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/N/nyanyianperjalanan/1117702647_10.jpg" height="100" width="150" &gt;&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/N/nyanyianperjalanan/1117697369_12.jpg" height="100" width="150" &gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-111770634998648250?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/111770634998648250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/111770634998648250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/06/sore-senyap.html' title='Sore, senyap...'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-6754282012391599024</id><published>2005-04-09T21:56:00.000+08:00</published><updated>2007-12-03T22:01:10.234+08:00</updated><title type='text'>Fulan Sang Terpilih</title><content type='html'>Fulan tampak begitu bersemangat, gairahnya meledak-ledak. Wajah sumringahnya ada dimana-mana ; membentang ruas jalan, melekat pohon-pohon, tiang listrik, tembok-tembok halaman rumah, ujung-ujung gang, berkeliling kota di pintu-pintu angkot.&lt;br /&gt;Gairah Fulan meletup-letup. Fulan menguras habis pundi-pundi depositonya. Agar mesin-mesin cetak tak berhenti mereplikasi wajah sumringahnya. “Itu asusila. Pelecehan seks terhadap kaum wanita. Wanita mempunyai tempat yang terhormat, bukan untuk dieksploitisir seperti itu,” ceramah Fulan sambil menyebar lembar penanggalan bergambar wajahnya nan rupawan. Tak mengapa, walau tiga bulan penanggalan hampir terlewat.&lt;br /&gt;Fulan menguras habis pundi-pundi depositonya. Semua sudut-sudut kota, jengkal demi jengkal, tak ada yang luput dari pengasapan. Pemandian umum, bak-bak penampungan air, sumur-sumur, kolam-kolam, rawa-rawa, danau, sungai, kanal-kanal, got-got ditaburi abate. “Agar anak cucu kita kelak sehat. Terbebas dari spesies-spesies aedes yang menguras habis darah-darah kita,” suluh Fulan. Begitu bersemangat, begitu bergairah, begitu meledak-ledak.“Lihat. Lihatlah binar mata mereka Nak!” Begitu indah bukan? Mereka tampak bercahaya, dengan seragam-seragam baru, putih bersih berkilauan,” jelas Fulan ketika anak-anaknya menanyakan kenapa mobil-mobil milik Fulan habis dijual. “Agar cita-cita mereka yang setinggi langit itu tergapai Nak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihat. Lihatlah buliran bening air mata yang menetes jatuh itu Bu! Tidakkah ada haru meresap di hatimu Bu?” tutur Fulan ketika istrinya menanyakan kenapa rumah-rumah milik Fulan habis dijual. “Sedekah ini mungkin tidak seberapa artinya, dibanding kemiskinan yang membelit mereka.” Antrian panjang perempuan-perempuan jompo, bocah-bocah dekil kumal dengan tulang-tulang menyembul, sabar menunggu amplop dalam genggaman Fulan berpindah tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa kita harus menimbunnya? Tidakkah cukup sekarung beras untuk bekal kita sebulan?” tanya Fulan pada orangtuanya, ketika sang ibu menanyakan kenapa lumbung-lumbung padi milik Fulan dikuras habis. Dibagikan pada para dhuafa. “Tangan di atas lebih baik Mak. Semoga musim panen nanti akan dilipatgandakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang bergembira. Lupa akan perih lupa akan duka. Sang penyelamat telah hadir. Fulan sang pahlawan, Fulan sang pengayom. Seperti rerindang pohon, Fulan memberi kesejukan. Kedermawanannya bagai sulur-sulur menjuntai panjang. Merengkuh, menghibur mereka yang pilu. Dan Fulan tidak sendiri. Ada banyak fulan-fulan lainnya. Ada banyak sulur-sulur menjuntai panjang lainnya. Orang-orang bergantung di sulur-sulur yang menjuntai panjang, bergelayut, berayun, terbuai, terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah selayaknya Fulan digelar pahlawan, karena ia memang sang penyelamat. Sudah sepatutnya Fulan menjadi orang terpilih, karena memang ia sang pengayom. Demikian sepakat orang-orang. Dan fulan menjadi sang terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu waktu kemudian, orang-orang berlarian serabutan. Sulur-sulur menjuntai itu tiba-tiba mengganas. Membelit, mencekik erat tubuh-tubuh. Yang bergelantungan, melompat menghindar cepat. Yang terlelap, terlambat. Hanya pekik pilu terdengar. Orang-orang berlarian tak tentu arah. Penjual-penjual di pasar bersegera mengemas jualan mereka, sebelum bangunan-bangunan, tenda-tenda rubuh. Pohon-pohon bertumbangan. Asap hitam pekat menari, meliuk-liuk membumbung angkasa. Memerah perih mata orang-orang yang berlari terbatuk-batuk, terantuk, berbenturan. Tanah-tanah mengering, retak terbelah-belah. Habis sudah sari-sarinya terhisap. Makhluk-makhluk mengerikan beterbangan, lebih ganas dari spesies-spesies aedes. Menghisap habis darah orang-orang. Sauh cepat-cepat diangkat. Sebelum pulau hilang terbenam laut. “Kemana kita akan berlabuh? Habis sudah pulau-pulau terkeruk. Tak kan cukup bekal kita.” Orang-orang jejeritan panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu ruang, Fulan dan keluarga besarnya mengelilingi meja makan. “Untuk bisa berhasil, diperlukan pengorbanan besar terlebih dahulu Nak,” petuah Fulan bijak. “Lihat, orang-orang itu jejeritan, berlari cemas,” teriak seorang anak Fulan, menunjuk monitor lebar tv. “Ada apa ayah? Mungkin kita perlu berderma lagi,” tanya anaknya yang lain. “Sabar, Nak. Untuk berderma, ada siklusnya, ada waktu yang tepat. Sekarang, sebelum berderma jadilah kaya. Kumpulkan harta sebanyak-banyaknya.” Anak-anak Fulan mengangguk-angguk. Jamuan mewah makan malam berlanjut. Dan orang-orang tetap jejeritan, berlari hilang arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;*) mengingat para orator kampanye, tetap “semangat”&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-6754282012391599024?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/6754282012391599024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/6754282012391599024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2007/04/fulan-sang-terpilih.html' title='Fulan Sang Terpilih'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-111027379812316052</id><published>2005-03-08T17:18:00.000+08:00</published><updated>2005-03-08T17:23:18.126+08:00</updated><title type='text'>Ahad pagi hari</title><content type='html'>Ahad pagi hari. Semua harus berkumpul. Tua muda, laki-laki, perempuan dengan bayi dalam gendongan, lengan menggamit bocah. Ya, orang-orang harus berkumpul. Untuk satu “tontonan”. Berpanggung putih pasir tepian selat malaka, berlatar biru langit tanpa tepian. Teriakan, bentakan, suara pukulan dan tamparan, pecah nyanyian gelombang cumbu bibir pantai. Semua harus menyaksikan. Membuka mata lebar-lebar, menajamkan pendengaran walau untuk itu harus mengatup geraham kuat-kuat. Kata mereka, orang-orang berseragam, ini pelajaran bagi mereka yang lalai. Lalai karena terlupa akan identitas; barisan abjad yang tersusun dalam potongan kecil kertas berwarna merah putih.&lt;br /&gt;Semua tetap harus berkumpul. Walau sesaat tanah bergetar hebat. Pantang meninggalkan tontonan, karena ia belum usai. Hingga laut menumpahkan amarahnya, Menggulung-gulung dalam tiga gelombang, menjumpai pucuk-pucuk nyiur.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Rupanya kami salah. Ia tetap saja rapuh, tidak setegar yang kami sangkakan. Perempuan muda, bersandar di dinding teras meunasah, menghentikan ceritanya. Butiran bening mengambang di pelupuk matanya. Lalu senandung kecil mengalun dari bibirnya, halau episode kelabu.&lt;br /&gt;Maap, jika kami mengingatkanmu kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-111027379812316052?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/111027379812316052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/111027379812316052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/03/ahad-pagi-hari.html' title='Ahad pagi hari'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-110933519814075879</id><published>2005-02-25T20:12:00.000+08:00</published><updated>2005-02-25T20:39:58.140+08:00</updated><title type='text'>Ingkar</title><content type='html'>"Katanya minimal sebulan sekali mau di update?"&lt;br /&gt;Celetukan seorang sahabat, di satu sudut ruang. Ah, janji itu pernah terucap padanya. Dan kali ini saya kembali ingkar.&lt;br /&gt;Sebulan lewat sudah, halaman maya ini tidak terurus. Salam, canda sahabat-sahabat yang tak terbalas. Jalinan persahabatan yang terputus. Maaf. &lt;br /&gt;Saya belum mampu beradaptasi dengan rutinitas baru, yang hari ke hari sama saja, monoton. Mencuri waktu di sela-selanya, berkunjung ke rumah para sahabat. Maaf.&lt;br /&gt;Mungkin pula, buat beberapa waktu ke depan, halaman maya ini kembali kosong. Hiatus?&lt;br /&gt;Makasih buat teman-teman, atas ucapan selamatnya. Nggak sabar nunggu bukunya. Buat yang mo minjam, nanti ambil saja sendiri di rumah :p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-110933519814075879?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110933519814075879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110933519814075879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/02/ingkar.html' title='Ingkar'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-110606422592119549</id><published>2005-01-18T23:56:00.000+08:00</published><updated>2005-01-19T00:03:45.920+08:00</updated><title type='text'>Lomba menulis fiksi ala Blogfam 2005</title><content type='html'>&lt;tt&gt;Dear Blogfammers, &lt;br /&gt;Membuka program tahun 2005, Blogfam mengajak teman-teman untuk ikut dalam ajang : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOMBA MENULIS FLASH FICTION &amp; CERPEN BLOGFAM 2005 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jelasnya silahkan baca keterangan lebih &lt;br /&gt;detail di bawah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tujuan &lt;br /&gt;Meningkatkan minat menulis cerita di kalangan blogger. Khususnya di antara anggota keluarga blogfam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tema &lt;br /&gt;Cinta (secara universal : cinta kepada orang tua, kaka, adek, nenek, ibu, swami, isteri, kekasih, dll) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jenis Lomba &lt;br /&gt;a. Menulis Flash Fiction atau menulis cerita dengan 250 kata. Kurang dari 250 kata diperbolehkan tapi jika lebih, akan dimasukkan dalam kategori cerpen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menulis Cerpen (lebih dari 250 kata). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Peserta Lomba &lt;br /&gt;Anggota blogfam yang telah mencantumkan banner blogfam di blognya. &lt;br /&gt;Bagi mereka yang tulisannya pernah dimuat di media cetak maupun online (bukan blog sendiri), mohon kiranya memberi kesempatan bagi peserta lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Juri &lt;br /&gt;- Isman aka thefool penulis Bertanya atau Mati &lt;br /&gt;(http://the-fool-found-a.blogspot.com/)&lt;br /&gt;- Nazla penulis Lelaki Pembawa Senja &lt;br /&gt;(http://www.limakelopak.net/main/)&lt;br /&gt;- Adhitya penulis Jomblo &amp; Gege Mengejar Cinta &lt;br /&gt;(http://adhitya.blogspot.com/)&lt;br /&gt;- Ninit penulis Kok Putusin Gue&lt;br /&gt;(http://ninit1.blogspot.com/) &lt;br /&gt;- Maknyak sebagai wakil dari pengurus blogfam &lt;br /&gt;(http://serambirumahkita.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hadiah &lt;br /&gt;- buku : Bertanya atau Mati - authographed copy &lt;br /&gt;- buku : Lelaki Pembawa Senja - authographed copy &lt;br /&gt;- Kaos Blogfam untuk juara favorite &lt;br /&gt;Pengiriman hadiah hanya dilakukan untuk daerah tujuan di indonesia. Bagi pemenang yang tinggal di luar negri, tolong siapkan satu alamat pengiriman di indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pemenang &lt;br /&gt;- juara 1 &amp; 2 dalam penulisan flash fiction &lt;br /&gt;- juara 1 &amp; 2 dalam penulisan cerpen &lt;br /&gt;Juara pertama berhak memilih terlebih dahulu judul buku yang dinginkan &lt;br /&gt;- 1 juara favorite pilihan anggota blogfam bisa dari kategori flash fiction ataupun cerpen &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jadwal Lomba &lt;br /&gt;10 Jan 05 : pengumuman lomba menulis flash fiction &amp; cerpen &lt;br /&gt;10 Jan - 13 Feb : penerimaan tulisan flash fiction &amp; cerpen &lt;br /&gt;14 Feb : flash fiction &amp; cerpen ditampilkan di galeri kreasi dan anggota blogfam memilih favorite mereka &lt;br /&gt;14 - 20 Feb : penilaian juri &lt;br /&gt;21 Feb : pengumuman juara &lt;br /&gt;22 Feb dst : pengiriman hadiah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Alamat email pengiriman naskah : &lt;br /&gt;blogfam@yahoo.com &lt;br /&gt;Naskah dikirim dengan menggunakan attachment word. &lt;br /&gt;Harap cantumkan nick yang ada di forum blogfam disertai dengan alamat blog. &lt;br /&gt;Jika penyantuman nick dan alamat blog tidak akurat, peserta tidak diikutkan dalam lomba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Sistim Penilaian &lt;br /&gt;Penilaian oleh juri dilakukan tanpa mengetahui nick/nama maupun blog dari peserta. Hal ini untuk menghasilkan nilai yang se-obyektif mungkin. Demikian juga penilaian dari anggota blogfam di galeri kreasi dalam memilih cerita favorite. Penilaian akan didasarkan pada judul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;info selanjutnya ada di http://www.blogfam.com di ruang Pengumuman.&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikutan yuk :))&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-110606422592119549?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110606422592119549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110606422592119549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/01/lomba-menulis-fiksi-ala-blogfam-2005.html' title='Lomba menulis fiksi ala Blogfam 2005'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-110538959934563827</id><published>2005-01-11T04:37:00.000+08:00</published><updated>2005-01-11T05:17:23.886+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>sore, kuning, temaram&lt;br /&gt;langkahlangkah, jalanan, bangunan tepian masih saja terbius sunyi&lt;br /&gt;sore;&lt;br /&gt;kosong&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-110538959934563827?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110538959934563827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110538959934563827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2005/01/sore-kuning-temaram-langkahlangkah.html' title=''/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-110418689356041091</id><published>2004-12-28T06:28:00.000+08:00</published><updated>2004-12-28T06:34:53.560+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Duka yang mendalam atas tragedi di tanah aceh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-110418689356041091?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110418689356041091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110418689356041091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/12/duka-yang-mendalam-atas-tragedi-di.html' title=''/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-110393673578826060</id><published>2004-12-25T08:34:00.000+08:00</published><updated>2004-12-25T09:05:35.786+08:00</updated><title type='text'>Jalinan silaturrahmi (itu datang) dari lautan</title><content type='html'>&lt;tt&gt;Ibarat bayi baru lahir,weblog kita ini masih bersemu merah&lt;br /&gt;Matanya masih lebih banyak terpejam hanya sesekali melek dengan malu-malu&lt;br /&gt;Kalo tidak tidur ya nangis minta mimi,&lt;br /&gt;Asi dari bunda produksinya masih malu-malu, bunda masih terlalu capek&lt;br /&gt;setelah menanggung beban begitu berat dan lama.&lt;br /&gt;Dan yang membezuk biasanya senyum-senyum karena senang dan merasa lucu. Sesekali mencium dan mencubit. Kelahiran hampir selalu di sambut dengan suka cita.&lt;br /&gt;Dengan dukungan dari kita semua yang pernah menghabiskan waktu di baraya,tamalanrea,RS Dadi,RS.Pelamonia,RS Stella Maris, RS Akademis,RS Labuang Baji, RS Wahidin dengan segala suka duka. Media ini menjadi penghubung di antara kita yang telah terpisah jarak dan waktu... &lt;i&gt;(the show must go on)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obsesi dan kerinduan. Dua perasaan itulah yang menjadi trigger munculnya dottoro unhas online ini. Satu rumah maya yang semoga menjadi rumah singgah yang nyaman bagi katte-katte sekalian, dottoro unhas yang sudah bergentayangan entah dimana. &lt;br /&gt;Kunjunganta' apalagi tulisannta akan jadi tonikum bagi rumah singgah ini.&lt;br /&gt;Sekadar ngerumpi, kangen-kangenan, bernostalgia atau say "aga kareba" saja. Ya, sesederhana itu saja mulanya. Mimpi kecil yang coba ditetaskan. Seperti itulah dottoro unhas online yang dilahirkan dari mimpi sederhana di Manggar, Balikpapan. Basecamp dottoro unhas selain jembatan dua Rawalumbu Bekasi.&lt;br /&gt;Bagai buku kenangan, halaman satunya sudah dibuka dan dibaca. Mungkin keharuan membias atau juga memori yang diputar ulang lagi mengingat apa yang terjadi dulu di fakultas dan kampus tamalanrea. Jangan salahkan kalau ada pikiran membersit tanya, dimana dan bagaimana sibaco sekarang? sudah spesialiskah? sudah kawinmikah yanu?, berapami anaknya?. dan sekian tanya lain yang menggantung begitu saja. &lt;br /&gt;Kita boleh bermimpi besar kalau dottoro online ini bisa menjawab sebagian tanya itu, meski tidak semua. Tapi bukan hal yang mustahil. kendalanya memang mendasar karena tidak semua teman-temanta melek internet, atau tugas ditempat yang ada jaringan internetnya, atau tau sudah adami media dottoro unhas yang online. Tetapi semua bisa diatasi kalau ada niat dan masih punya jari. ya, dijari katte-katte inilah detak kehidupan dottoro unhas online berdenyut dan bergairah... &lt;i&gt;(jauh di mata dekat di jari)&lt;/i&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun yang lalu, saat membuka daftar pengguna jasa &lt;a href="http://www.doneeh.com/" target=_blank&gt;doneeh.com&lt;/a&gt;, saya menemukan sebuah nama yang tak asing lagi bagi saya, &lt;a href="http://sisi-lain.blogspot.com/" target=_blank&gt;fahrie haris&lt;/a&gt;, seorang senior, lebih tepatnya kakak satu almamater (lewat kakak ini pula, saya merasakan seperti apa kerja sebagai tukang jaga klinik 24 jam di bekasi, yang kemudian berlanjut untuk beberapa waktu). Dari sinilah kelak saya menemukan halaman &lt;a href="http://dottoro-unhas.blogspot.com/" target=_blank&gt;dottoro-unhas&lt;/a&gt;, sebuah rumah singgah maya yang dibangun untuk almamater kami. Sebuah kejutan, bisa menemukan kembali jejak beberapa kakak angkatan lainnya di rumah singgah ini. Membangun kembali jalinan silaturrahmi di antara simpul-simpul yang sempat merenggang.&lt;br /&gt;Hari ini, tepat setahun yang lalu, rumah singgah maya ini dibangun di lautan lepas selat makassar. Di antara aroma lautan, debur ombak, kesibukan para &lt;em&gt;engineer&lt;/em&gt; pengeboran minyak lepas pantai. Bermil-mil jauhnya dari daratan kalimantan.&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;ps. buat &lt;a href="http://sisi-lain.blogspot.com/" target=_blank&gt;k' fahrie&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://drypen.blogdrive.com/" target=_blank&gt;k' rizal&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://tabecedde.blogspot.com/" target=_blank&gt;k' accang&lt;/a&gt;, tengkyu boz, keep on blogging nah.&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-110393673578826060?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110393673578826060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110393673578826060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/12/jalinan-silaturrahmi-itu-datang-dari.html' title='Jalinan silaturrahmi (itu datang) dari lautan'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-110368324452029581</id><published>2004-12-22T09:44:00.000+08:00</published><updated>2004-12-22T10:40:44.520+08:00</updated><title type='text'>Ada apa dengan pagi?</title><content type='html'>Umm.. ada apa dengan pagi? Pagi, bagi saya merupakan waktu yang menyenangkan. Pagi hari, waktu yang tepat untuk "ngenet berjamaah" alias OL di warnet, itu karena koneksi yang masih cepat dan jumlah jamaah belum penuh ;p&lt;br /&gt;Pagi hari, menyambangi rumah-rumah sahabat, mengucap salam dan canda, menanya kabar, menyimak cerita yang ada. Tapi, beberapa pagi terakhir, dan juga mungkin untuk pagi berikutnya, saya harus rela kehilangan rutinitas ini. Buah konsekuensi atas jalan yang saya pilih.&lt;br /&gt;Untuk para sahabat, mohon maaf jika saya semakin jarang menyambangi rumah-rumah kalian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-110368324452029581?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110368324452029581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110368324452029581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/12/ada-apa-dengan-pagi.html' title='Ada apa dengan pagi?'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-110162791661047034</id><published>2004-11-28T14:25:00.000+08:00</published><updated>2004-11-28T15:45:16.610+08:00</updated><title type='text'>Ujian... ujian...</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/thujian.jpg" width="120" height="85" alt="lembarujian"&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/thujian2.jpg" width="120" height="85" alt="ujian"&gt;&lt;br /&gt;Rabu kemarin, ikutan ujian CPNS. Katanya, seleksi CPNS yang sekarang betul-betul bersih. Tidak ada lagi yang namanya "jalur khusus". Soal ujian dikirim dan diperiksa langsung dari pusat.&lt;br /&gt;Saya sendiri, sebenarnya skeptis jika seleksi CPNS yang sekarang benar-benar bersih. Teringat dengan cerita teman, salah seorang senior kami lolos seleksi CPNS, dengan mengucurkan sejumlah uang. Empatpuluh juta, nominal yang sangat besar bagi saya. Empat puluh juta, itu berarti (jika gaji sebulan berkisar satu koma dua juta) selama lebihkurang tiga tahun bekerja hanya untuk "orang" yang meloloskan jalan menjadi PNS. Betapa bodohnya.&lt;br /&gt;Mungkin saja, jaminan hidup menjadi pertimbangan. Ya, menjadi PNS, setelah memasuki masa lanjut usia alias pensiun, tetap akan memperoleh tunjangan. Belum lagi, para tauladan, penyandang predikat punggawa dan pembesar PN, dengan segala 'kemudahan fasilitasnya', dengan segala 'permainannya', menjadi acuan bahwa menjadi pegawai negeri merupakan jalan untuk berlimpah materi. Mungkin karena itu pula, semakin banyak pula cara untuk lolos atau masuk menjadi pegawai negeri. Dengan segala jerat kolusi dan nepotisme tentunya.&lt;br /&gt;Saya tetap skeptis dengan seleksi CPNS. Tapi anehnya, saya tetap mengikuti ujian seleksinya. Tidak berpendirian bukan? Mengikuti ajakan teman, untuk sekedar coba-coba dan cari pengalaman. "Nothing to loose," katanya. Dan memang, saat ujian kemarin setidaknya menjadi semacam reuni dengan beberapa sahabat yang telah lama berpisah ^_^&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Eh iya, kalo nanti hasilnya ternyata lulus, dengan posisi saya yang sekarang, nggak bakalan bisa jadi PNS juga ;p&lt;/tt&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-110162791661047034?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110162791661047034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110162791661047034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/11/ujian-ujian.html' title='Ujian... ujian...'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-110101204996798039</id><published>2004-11-21T13:22:00.000+08:00</published><updated>2004-11-21T13:00:32.313+08:00</updated><title type='text'>Di atas kapal</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/melepasramadhan.jpg" width="120" height="85" alt="melepas ramadhan"&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/buritankapal.jpg" width="120" height="85" alt="bilik kecil buritan kapal"&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/fajar1syawal.jpg" width="120" height="85" alt="fajar satu syawal"&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/eid.jpg" width="120" height="85" alt="eid mubarok"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb, kami rapuh di hadapanMu, sebagaimana buih di lautan&lt;br /&gt;pecah gelombang&lt;br /&gt;Rabb, kami kecil di hadapanMu,&lt;br /&gt;lemah dalam keterbatasan kata mengagungkanMu, memujiMu&lt;br /&gt;berujar takbir tahlil dan tahmid&lt;br /&gt;dari bilik kecil buritan kapal&lt;br /&gt;dalam ayunan gelombang,&lt;br /&gt;bertanya-tanya; patutkah diri ini meraya kemenangan?&lt;br /&gt;dalam ayunan gelombang,&lt;br /&gt;bertanya-tanya; akankah kau sampaikan diri ini pada ramadhan berikut? &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-110101204996798039?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110101204996798039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110101204996798039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/11/di-atas-kapal.html' title='Di atas kapal'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-110021820921218864</id><published>2004-11-12T07:46:00.000+08:00</published><updated>2004-11-12T08:10:09.213+08:00</updated><title type='text'>Taqobalallahu minna wa minkum</title><content type='html'>Tiga pilihan ; ke jakarta lewat jalur udara lalu lanjut ke semarang melalui jalur darat, atau melewati jalur udara ke surabaya lalu lewat jalur darat ke semarang, atau lewat jalur laut langsung ke semarang.&lt;br /&gt;Tiga pilihan, dari makassar ke semarang. Sebelumnya di H-10 lalu, pilihan jatuh pada ke semarang langsung melalui jalur udara. Tapi rencana berubah, berhubung jadwal ujian yang molor. Tiket yang sudah dibooking terpaksa dibatalkan. Dan, alhasil, tak satupun hari setelahnya saya mendapatkan tiket penerbangan ke semarang.&lt;br /&gt;Dari tiga pilihan alternatif lainnya, saya memutuskan memilih yang ketiga. Dua hari perjalanan, itu berarti, insya Allah saya akan berlebaran di atas kapal, di atas lautan. Semoga akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.&lt;br /&gt;Tiket beli di calo sudah di tangan, -keliling nyari tiket di agen perjalanan sudah kehabisan- kunci rumah siap dititip ke tetangga baik hati yang kebetulan tidak mudik. Saya mohon pamit mudik. Rumah maya ini saya titip pada kalian ya, kalian yang senantiasa menjalin silaturrahim, menjabat hati ini melalui perantara salam, kabar, candaan tanpa suara, di taggie dan comsys.&lt;br /&gt;Tersilap kata, tersalah bahasa, tersinggung perasaan.&lt;br /&gt;Satu harapan mohon kemaafan.&lt;br /&gt;Berputih hati sambut aidil fithri.&lt;br /&gt;Taqobalallahu minna wa minkum.&lt;br /&gt;Maaf lahir dan batin.&lt;br /&gt;Semoga dipertemukan kembali di ramadhan tahun depan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-110021820921218864?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110021820921218864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110021820921218864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/11/taqobalallahu-minna-wa-minkum.html' title='Taqobalallahu minna wa minkum'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-110017947322527631</id><published>2004-11-11T20:18:00.000+08:00</published><updated>2004-11-11T21:24:33.226+08:00</updated><title type='text'>Malpraktek</title><content type='html'>Malpraktek. Satu kata yang semakin sering terbaca dan terdengar, di media cetak pun elektronik. Terlebih selepas kematian artis Sukma Ayu yang diduga akibat malpraktek. Kasus-kasus malpraktek seperti ini hanyalah sebagian kecil, -tanpa bermaksud mengabaikannya- jika saja kita mau melihat. Sudah berapa banyak tayangan di tv yang kita saksikan, dalam program-program semacam dompet amal. Begitu banyak penderita yang tidak mampu berobat ke dokter atau rumahsakit akibat ketidakmampuan menanggung beban biaya. Membiarkan "kesakitan" mereka adalah satu pilihan. Belum lagi rumahsakit-rumahsakit yang kini banting stir menjadi perjan. Alih-alih subsidi pemerintah yang berkurang dan upaya peningkatan pemberian layanan, semakin melambunglah biaya pengobatan. Rumahsakit menjelma bisnis kesehatan. Belum lagi jeratan industrio-medical complex. Menambah jauh gapaian akses kesehatan yang murah dan memadai.&lt;br /&gt;Boleh jadi tindakan menteri kesehatan kabinet sby-jk, membebaskan biaya pelayanan tingkat III bagi keluarga miskin mendapat pujian. Program yang sama sebelumnya telah ada. Melalui JPS, keluarga miskin terbebas dari biaya pelayanan kesehatan. Walaupun terlihat sebagai pelayanan setengah hati. Bagaimana tidak, obat-obatan yang masuk dalam tanggungan JPS sangat terbatas, itupun kesemuanya berlabel generik. Belum lagi pelayanan yang diberikan di rumahsakit. Sangat berbelit dan birokratis, serta jasa yang diberikan kurang simpatik. Mungkin karena JPS, yang berarti pemasukan akan semakin kecil.&lt;br /&gt;Tanpa maksud berburuk sangka, semoga saja program menteri kesehatan baru bukanlah hanya "show acting" belaka di kerja seratus hari pertamanya. Bagaimana tidak, dari mana dana yang akan digunakan untuk menanggung program itu? Sementara budget kesehatan di APBN hanya berkisaran dua persen saja?&lt;br /&gt;Jika saja kematian yang disebabkan hanya karena ketidakmampuan mendapatkan layanan kesehatan dijadikan sebagai malpraktek, berapa banyak sudah kasus malpraktek itu kini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-110017947322527631?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110017947322527631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110017947322527631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/11/malpraktek.html' title='Malpraktek'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-110009840483225304</id><published>2004-11-10T22:25:00.000+08:00</published><updated>2004-11-21T13:08:55.520+08:00</updated><title type='text'>Menyiram bunga</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/bunga-got.jpg" align="left" hspace="3" vspace="3" width="140" height="100"&gt;Tubuh mereka tidak seberapa tinggi, hampir menyentuh tanah malah. Daunannya berbentuk kerucut. Mungkin mereka masih termasuk dalam rumpun rumputan liar. Kuntum-kuntum merekah pada matahari pukul delapan, berwarna merah dan jambon, yang kembali menguncup bila matahari siang. Saya menyebutnya mawar tanah -itu yang ibu katakan pada saya kecil dulu ketika pertama kali melihat rumpun bunga ini-, mungkin karena bentuk bunganya yang menyerupai mawar dan sebagian tubuh mereka menyentuh tanah.&lt;br /&gt;Mereka, mawar tanah ini, menjadi penghias di tepian selokan depan rumah. Dan menjadi bagian rutinitas pagi saya beberapa hari terakhir. Menyapanya, memindahkan daunan kering gugur pohon mangga yang meninmpanya (bagian ini dulu menjadi rutinitas ma' -panggilan buat ibu mertua kakak saya- yang saat ini sudah lebih dahulu mudik bersama kakak). Menyirami, memastikan semuanya tertimpa air. Saya menyirami mereka dengan sangat hati-hati, itu karena air yang digunakan bukan air pam (musim kemarau seperti ini, air pam mengalir di waktu tertentu saja, lebih sering malam hari) ataupun sumur. Tapi air selokan, tepat di sisi mereka. Harus hati-hati, agar lumpur selokan tidak mengenai mereka.&lt;br /&gt;Walau hanya dengan air selokan, yang notabene adalah hasil limbah, mereka tetap tumbuh dengan subur. Kuntum-kuntumnya merekah semarak.&lt;br /&gt;Sangat jauh dibanding dengan hati ini, yang semakin membenam dalam lumpur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-110009840483225304?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110009840483225304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/110009840483225304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/11/menyiram-bunga.html' title='Menyiram bunga'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-109997859050588500</id><published>2004-11-09T13:14:00.000+08:00</published><updated>2004-11-09T15:01:32.113+08:00</updated><title type='text'>Menunggu hujan</title><content type='html'>Lekukan-lekukan tiada putus membentuk lukisan awan, dengan barisan huruf mengikut di bawahnya, dalam layar kaca empatbelas inchi. Itulah prakiraan cuaca kotaku hari ini.&lt;br /&gt;Kini, ketika bayang tubuh memanjang ke timur, tengadah kepala menjumpai langit biru dan sapuan tipis awan putih.&lt;br /&gt;Sekejap, membayang gayutan awan kelabu, entah di timur, di utara atau mungkin di selatan, di barat. Gayutan awan kelabu yang menjelma rintik air. Menyalami ranting dedaun, mengalirkan butiran debu. Menyalami tanah merah kering, lekas menebar aroma tanah. Rintik yang meresap bumi, dalam perjalanan panjang. Rintik deras yang menghablur bising jalanan.&lt;br /&gt;Rintik yang menghilang perlahan, meninggalkan butiran bening dipucuk dedaun, selepasnya. Jatuh satu-satu, pelan.&lt;br /&gt;Dan binar pelangi menghias tepian langit.&lt;br /&gt;Rabb, atas segala kasih sayang dan kuasaMu, maukah Engkau?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-109997859050588500?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109997859050588500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109997859050588500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/11/menunggu-hujan.html' title='Menunggu hujan'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-109991826852433330</id><published>2004-11-08T20:05:00.000+08:00</published><updated>2004-11-08T20:51:08.523+08:00</updated><title type='text'>Seperti apa senja</title><content type='html'>Seperti apa senja yang kau rasakan?&lt;br /&gt;Kau pernah katakan; kedamaian, ketenangan menyelusup dalam jiwamu ketika mata tak perlu memicing menatap bulatan merah raksasa, dan hamparan laut tenang berwarna keperakan.&lt;br /&gt;Mereka juga pernah bercerita; sapuan jingga di langit, hembusan perlahan angin membawa romansa yang memabukkan.&lt;br /&gt;Dan ia pernah berucap, lirih; sedih, menyelinap ketika bola merah raksasa menghilang di kaki langit, dan kelam mengganti jingga.&lt;br /&gt;Dan saya, menatap bulatan merah raksasa tanpa memicing mata, memandang lautan tenang keperakan, tak satupun kedamaian dan ketenangan yang kutemukan.&lt;br /&gt;Dan saya, meraba langitan jingga, membaui hembusan angin perlahan, tak satupun romansa yang kutemukan.&lt;br /&gt;Ketika tersadar, di pundak terbeban sepikul kepedihan, berkeping luka.&lt;br /&gt;Dan saya, berucap lirih; seperti apa senja yang kau hadirkan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-109991826852433330?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109991826852433330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109991826852433330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/11/seperti-apa-senja.html' title='Seperti apa senja'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-109772093634825721</id><published>2004-10-14T09:32:00.000+08:00</published><updated>2004-10-14T16:46:58.496+08:00</updated><title type='text'>Diskusi buku blogger family</title><content type='html'>18 oktober 2004 pukul 20.30&lt;br /&gt;auditorium UIN yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;a href="http://blogfam.com/" target=_blank&gt;blogger family&lt;/a&gt; dan teater eska&lt;br /&gt;bakal mengadakan bedah buku kesenian (7 buku),&lt;br /&gt;menghadirkan langsung para pengarangngnya&lt;br /&gt;di antaranya:&lt;br /&gt;zachree (cinta di bilik pesantren)&lt;br /&gt;darmo (kajian musik iwan fals)&lt;br /&gt;otto sukatno cr&lt;br /&gt;hamdi salad&lt;br /&gt;wahyudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;info tersebut diperoleh dari &lt;a href="http://berandarumahkita.com/" target=_blank&gt;MakNyak&lt;/a&gt;, buat jelasnya ayo buruan hubungin &lt;a href="http://berandarumahkita.com/" target=_blank&gt;MakNyak&lt;/a&gt; gegeg... &lt;br /&gt;pengen ikutan, tapi di jogja... jauh pisan sih Nyak? ya.. cuman sempet ngeliat bukunya saja waktu MakNyak ke makassar, mbok ya saya dipaketin gitu lho Nyak!!hehe...&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat sodara-sodara sekalian, kakek, nenek, engkong, aki, bapak, ibu, babeh, nyak, mpok, teteh, aa', mbakyu, kangmas, akang, abang, pakde, bulik, puang, daeng, sarebattangku ngaseng :&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/ramadhan1.bmp" align="left" hspace="3" vspace="3"&gt;Tersilap kata, tersalah bahasa, tersinggung perasaan.&lt;br /&gt;Satu harapan mohon dimaafkan.&lt;br /&gt;Berputih hati jelang ramadhan.&lt;br /&gt;Marhaban Ya ramadhan.&lt;br /&gt;Semoga diberi kekuatan untuk menikmati Ramadhan yang penuh barokah, Rahmah dan Maghfirah.&lt;br /&gt;dan dikembalikan fitrah selepas ramadhan. &lt;br /&gt;&lt;tt&gt;(nyomot dari sms yang masuk ke inbox)&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-109772093634825721?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109772093634825721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109772093634825721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/10/diskusi-buku-blogger-family.html' title='Diskusi buku blogger family'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-109719991674912836</id><published>2004-10-08T08:54:00.000+08:00</published><updated>2004-10-08T09:45:16.750+08:00</updated><title type='text'>Diktat kuliah dan novel</title><content type='html'>Keduanya tersusun dari barisan aksara, membentuk susunan kata-kata, dalam rangkaian kalimat. Mengisi baris perbaris, lembar-lembar halaman kertas.&lt;br /&gt;Yang satu, saya butuh beberapa hari untuk meyelesaikannya. Dan yang satunya lagi, hanya dalam hitungan jam saya mampu menyudahinya, hingga lembar terakhir.&lt;br /&gt;Apa yang membedakannya? Apa karena yang satu memiliki tokoh, konflik, klimaks dan anti klimaks yang terjalin menarik, membawa emosi penikmatnya, sehingga enggan untuk memutus barisan aksara di tengah jalan? Apa karena yang satunya lagi hanya terdiri dari sekumpulan teori-teori yang dipaksa menjejal dalam bingkai memori, tanpa jalinan pertikaian sang antagonis dan protagonis? mengalir begitu datar. Dan ketika tersadar, teori-teori itu jauh berbeda dengan yang ada di luar sana?&lt;br /&gt;Saya membutuhkan beberapa hari untuk menyudahi lembaran-lembaran diktat kuliah. Dan untuk menceritakannya kembali, hanya beberapa persen saja yang dapat saya lakukan. Jauh berbeda dengan  novel atau kumpulan cerpen itu. Saya dapat menceritakannya kembali dengan baik, lembar perlembar dari awal hingga akhir.&lt;br /&gt;Diktat kuliah, sudah beberapa pekan ia berada di antara tumpukan majalah digital bekas yang saya peroleh di penjual buku loak dadakan. Betapa berat tangan ini membalik lembarannya, menatap deretan kata-kata, berucap dalam batin, menyusunnya dalam bingkai memori.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-109719991674912836?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109719991674912836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109719991674912836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/10/diktat-kuliah-dan-novel.html' title='Diktat kuliah dan novel'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-109685631432011846</id><published>2004-10-04T08:57:00.000+08:00</published><updated>2004-10-04T10:57:54.133+08:00</updated><title type='text'>Kutukan batu tawas</title><content type='html'>&lt;i&gt;Kukutuk kau menjadi batu tawas, sepanjang hidup dan matimu berada dalam jepitan ketiak, rela hancur demi keharuman.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaos oblong, sendal jepit. Mengingat kondisi tanahnya yang sudah pasti becek, memang lebih baik jika menggunakan celana puntung. Tapi demi kenyamanan di dalam angkot, lebih baik memilih menggunakan celana panjang (walau di akhir pekan, jalanan di kota ini cukup lengang, dan penumpang angkot tidak begitu padat, masih rada-rada malu buat mamerin bulu kaki, takut ada yang iseng nyabutin).&lt;br /&gt;Pasar pinggiran kota di utara makassar, menjadi tujuan saya di akhir pekan. Tujuan awal, mencari si 'terkutuk', akhirnya melenceng sedikit. Menyenangkan, menyaksikan tumpukan sayuran, tomat, cabe merah yang di gelar di atas lapak. Perpaduan warna yang begitu sempurna. Dan untuk itu, saya rela berlama-lama dan bolak-balik ngiderin pasar.&lt;br /&gt;Pun dengan lokasi para pedagang ikan. Walau pijakan kaki becek, tapi tanpa terasa menyita waktu, semakin menjauhkan saya dari tujuan awal ke tempat ini.&lt;br /&gt;Akhirnya si 'terkutuk' saya temukan. Di barisan lods-lods sembako, yang temaram dengan pencahayaan lampu pijar, walau di siang hari pun, di dalam sebuah kotak persegi berbahan karton. Menyempil tersembunyi bongkahan-bongkahan kecil persegi tak beraturan. Berwarna putih kristal. Ah, bagaimana jika kutukan yang biasa menjadi candaan sahabat-sahabat saya itu menjadi nyata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOTE:&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/obelix.jpg" vspace="3" hspace="3" align="left"&gt; Cukup lama saya mencari jawaban atas pertanyaan ini. Pertanyaan yang saya ciptakan sendiri. Apa guna batu menhir yang selalu dipanggul obelix? toh ia tidak digunakan sebagai senjata ketika bersama asterix, obelix bertempur melawan pasukan romawi. Obelix cukup tangguh, dengan modal kecebur dalam ramuan ajaib panoramix. Tapi lihatlah, batu menhir yang dipanggulnya itu tidak lain si batu tawas. Bertelanjang dada, dan safari panjang, tentu menjadi alasan bagi obelix untuk terus memanggulnya. Mencegah bau badan kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Lagi error neh, mulai menghitung mundur buat ujian&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-109685631432011846?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109685631432011846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109685631432011846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/10/kutukan-batu-tawas.html' title='Kutukan batu tawas'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-109650852592444483</id><published>2004-09-30T08:22:00.000+08:00</published><updated>2004-09-30T10:58:05.176+08:00</updated><title type='text'>Pertemuan #1</title><content type='html'>Kita hanya bisa diam kala itu. Bersedih bukanlah satu pilihan. Seragam dan aturan-aturan itu, mengalahkan kita, telak. Sempat kalian keluhkan, betapa itu membatasi pertemuan kita. Pertemuan di kota yang masih asing bagi kalian, dan saya.&lt;br /&gt;Entah apa yang ada dalam kepala mereka. Kepala-kepala pembuat doktrin itu. Jika saja semboyan-semboyan "pengayom masyarakat, sahabat masyarakat" itu benar adanya, seharusnya doktrin itu salah adanya. Dengan logika dangkalku, bagaimana mungkin bisa menjadi sahabat masyarakat, jika doktrin itu membatasi kalian untuk dekat dengan mereka. Sungguh, dengan aturan itu, mustahil bagi kalian untuk menikmati suguhan pinggiran jalan. Pun dengan "tunggangan", terbilang berbeda dibanding yang digunakan orang kebanyakan. Ah, itu hanyalah logika dangkalku. Tentu mereka, kepala-kepala pembuat doktrin tersebut memiliki segudang alasan untuk itu. Walau bagiku, itu sungguh terlihat arogan. &lt;br /&gt;Dan kini, berdiri berdampingan dengan kalian, terasa tidak begitu nyaman bagi saya (walau mungkin bagi sebagian, terasa begitu membanggakan). Mungkin karena sifat antipati saya? Ya. Apakah kalian sempat menyaksikan aksi penyerangan itu? yang menjadi headline di beberapa media. Terlalu sulit untuk melukiskannya. Begitu memuakkan.&lt;br /&gt;Sanggahanmu benar. Seharusnya saya tidak  menilai secara menyeluruh, secara institusi. Tapi orang-perorang, secara pribadi. Semoga kalian tetap seperti adanya, sahabat-sahabat saya seperti dahulu. Tapi, kalian berbeda dengan mereka bukan?&lt;br /&gt;Sayang, pertemuan pertama kita, di kota yang asing bagi kita, hanya bisa berputar-putar dari satu lantai ke lantai lainnya. Memandangi pajangan di balik etalase. Menjemukan. Dan lihat, kalian dan teman-teman kalian, dengan seragam itu, terlihat seperti kunang-kunang. Ya, kunang-kunang. Tampil menarik, mencolok di kelam malam. Hahaha... tapi itu mungkin hanya bagi saya. Kota ini, dan juga isinya, tentulah sudah terbiasa dengan kalian bukan? Sudah berapa lama ya?&lt;br /&gt;Kalian tahu, sebelum kita bertemu, dalam kepalaku sudah tersusun beberapa rencana yang mungkin akan menarik bagi kita (tentunya saya tidak mengetahui jika kalian terbatasi oleh seragam dan aturan-aturan itu). Angkringan di depan masjid, terlihat selalu ramai. Menarik untuk dicoba, lalu mengelilingi simpang lima selepas maghrib. Sangat ramai, terkesan begitu bersahabat. Duduk lesehan, pastilah menyenangkan. Ingin kutunjukkan pula kali kecil dengan perahu penyeberangannya. Tidak lebih lebar dibanding dengan kanal di samping masjid al marqaz, dengan air berwarna coklat tanah mengalir pelan. Disitu, kalian kan melihat perempuan-perempuan di usia senja, begitu bersemangat menjaring rezqi. Dan jika perbendaharaan kosakata jawa kalian sudah cukup, tentulah kalian kan mengetahui dialog penambang perahu dan temannya. Tidak jauh dari kali kecil itu, setelah melalui setapak kecil menanjak, tepat di bawah tebing kapur di seberang jalan, kalian kan menemui sebuah bilik. Tidak lebih luas dibanding kamar tiga kali tiga yang biasa kita tempati tetirahan selepas kuliah (tempat dimana kita biasa berbagi mimpi-mimpi kita). Hanya saja bilik itu lebih gelap, dengan dipan yang menjadi satu-satunya penghuni ruangan itu (awalnya, saya menyangka bilik itu sebuah warung kecil. Alih-alih ingin berteduh menunggu angkot, sekilas saya melihat ke dalamnya). Dan kau tahu, di dinding bilik itu dipenuhi tempelan karton manila dengan deretan empat angka. Nomor togel. Pemimpi rupanya. Seperti kita, mungkin. Seperti kalian, berada di kota ini, dengan seragam dan aturan itu, bagian dari usaha untuk mencapai mimpi yang biasa kita ceritakan di kamar tiga kali tiga. Dan saya, di sini, masih mencari mimpi-mimpi itu. Doakan ya.&lt;br /&gt;Semoga saja, pertemuan kita berikutnya di penghujung tahun ini, lebih menyenangkan. Jauh dibanding saat ini, terbatasi seragam dan aturan-aturan yang bagi saya, terlihat bodoh itu hahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;semarang, selepas pilpres I&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-109650852592444483?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109650852592444483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109650852592444483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/09/pertemuan-1.html' title='Pertemuan #1'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-109628314186959407</id><published>2004-09-27T18:48:00.000+08:00</published><updated>2004-09-27T19:05:41.870+08:00</updated><title type='text'>Seperti apa</title><content type='html'>Seperti apa rasanya melayang di angkasa raya luas tanpa tepian? di antara sebukan asteroid, planet dan miliaran bintang? apakah ada nuansa hening seperti yang saya bayangkan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-109628314186959407?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109628314186959407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109628314186959407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/09/seperti-apa.html' title='Seperti apa'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-109616008026879261</id><published>2004-09-26T07:42:00.000+08:00</published><updated>2004-10-04T11:14:23.376+08:00</updated><title type='text'>Presiden, riset, kulineri. Laporan singkat kopdar makassar</title><content type='html'>&lt;b&gt;Hari satu, rabu duadua september kosongempat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rabu dini hari sebelumnya, sebuah pesan singkat diterima.&lt;br /&gt;"saya ke makassar besok pagi, tiba jam sepuluh pagi"&lt;br /&gt;Busyet, Nyak-nyak ngirimin pesan singkat tengah malam? Ngapain saja dini hari gini masih ON?&lt;br /&gt;Berbekal ingatan saya yang kurang bagus atas wajah berkerudung dan berkacamata di beberapa rumah maya, meluncurlah saya menuju bandar udara hasanuddin. Sesuai jadwal, pesawat mendarat tepat waktu, malah 5 menit lebih awal dari schedule. Cukup lama memilah-milah wajah yang terekam kurang baik dalam memori. Karena itu, hampir saja saya nembak seorang ibu berkudung dan berkacamata dengan teriakan &lt;a href="http://berandarumahkita.com" target="_blank"&gt;MakNyak.&lt;/a&gt; Untung saja si ibu tadi bercipika-cipiki dengan seorang lelaki, say hello dengan aksen makassar kental. Selamat...&lt;br /&gt;Akhirnya, penampakan yang ditunggu muncul juga. Sekali melihat, wajah tersebut langsung familiar. Perempuan berkerudung, kacamata, ransel merah, kaos lengan panjang berwarnah merah, bertuliskan &lt;a href="http://blogfam.com/" target="_blank"&gt;blogger family.&lt;/a&gt; Tidak akan salah lagi. Tapi, eits tunggu dulu... di belakangnya ikut serta seorang ibu dan dua kurcaci cilik. Bukannya ia datang sendiri? Sebodo ah, teriakan MakNyak, MakNyak diberikan padanya. Walau agak lama, akhirnya teriakan tadi bersambut senyuman. Lega...&lt;br /&gt;Ternyata, presiden &lt;a href="http://blogfam.com/" target="_blank"&gt;blogger family&lt;/a&gt; ini sangat baik. Terbukti, ibu dengan dua kurcaci cilik yang baru pertama kali terbang, merasa sangat berterima kasih pada MakNyak yang sudah menemani mereka selama penerbangan dari jogja ke makassar.&lt;br /&gt;Perjalanan dari bandara menuju penginapan yang direkomendasikan &lt;a href="http://rara-scratchblog-blogspot.com" target="_blank"&gt;RaRa,&lt;/a&gt; terhenti di satu sudut ruang. Sop saudara dan ikan bakar setidaknya bisa ngisi perut setelah perjalanan di udara ya &lt;a href="http://beradarumahkita.com/" target="_blank"&gt;Nyak&lt;/a&gt;?&lt;br /&gt;Sore hari, selepas &lt;a href="http://beradarumahkita.com/" target="_blank"&gt;Nyak&lt;/a&gt; istirahat, bersama &lt;a href="http://rara-scratchblog-blogspot.com" target="_blank"&gt;RaRa&lt;/a&gt; mengejar sunset di losari. Sayang si sunset tidak ketangkap. Cukuplah lampu kota dari kejauhan, aroma lautan, sepiring pisang epe' dan sepotong jagung bakar pantai losari jadi pengganti ya &lt;a href="http://beradarumahkita.com/" target="_blank"&gt;Nyak&lt;/a&gt;... &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img height="100" src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/kopdar/presiden-vi.jpg" width="130" /&gt;&lt;img height="100" src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/kopdar/sopsaudara-vi.jpg" width="130" /&gt;&lt;img height="100" src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/kopdar/jagungbakar.jpg" width="130" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hari dua, kamis duatiga september kosongempat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari, mengunjungi masjid al marqaz al islami. Sekalian ambil data riset, mewawancarai sang pustakawan perpustakaan masjid.&lt;br /&gt;Semangkok coto menjadi antara di dua pengambilan data, perpustakaan al marqaz dan iain alauddin makassar.&lt;br /&gt;Hari kedua, sunset di losari akhirnya ketangkap. Dari atas tembok kokoh fort roterdam. Kali ini juga bersama &lt;a href="http://metalgrin-blog.tk" target="_blank"&gt;Leo&lt;/a&gt; -yang satu hari kemarin tidak bisa dihubungi, dan hanya punya waktu di sore/malam hari karena urusan kantor-. Air kelapa muda dingin cukup menghapus dahaga akibat dehidrasi mengililingi roterdam yang luasnya, berapa &lt;a href="http://rara-scratchblog-blogspot.com" target="_blank"&gt;Ra&lt;/a&gt;??&lt;br /&gt;Konro bakar karebosi emmhh... korban berikutnya. Untung langsung dapat tempat, tidak pake antri meja. Berikutnya, nge toast dulu di warung sara'ba cerekang. Pisang goreng hangat cukup ya &lt;a href="http://beradarumahkita.com/" target="_blank"&gt;Nyak&lt;/a&gt;, jadi teman sara'ba. Soalnya, ubi gorengnya belum masak :(&lt;br /&gt;Ya... setidaknya minuman hangat pedes ini bisa ngusir dingin malam :)&lt;br /&gt;Menyeberang dari warung sara'ba, ngeNET sebentar dan balik ngaso di penginapan. Tentunya, dengan pengambilan beberapa pose gambar yang norak sebelum berpisah. &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img height="100" src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/kopdar/maknyakalmarqaz2-vi.jpg" width="130" /&gt;&lt;img height="100" src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/kopdar/Coto-vi.jpg" width="130" /&gt;&lt;img height="100" src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/kopdar/roterdam1-vi.jpg" width="130" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img height="100" src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/kopdar/evilkonro.jpg" width="130" /&gt;&lt;img height="100" src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/kopdar/sarabatoast.jpg" width="130" /&gt;&lt;img height="100" src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/kopdar/dorrr-vi.jpg" width="130" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hari tiga, jum'at duaempat september kosongempat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seharian tidak ketemu &lt;a href="http://beradarumahkita.com/" target="_blank"&gt;MakNyak&lt;/a&gt;. Lagi jaim, hanya bisa dipanggil dengan sebutan ibu LABIBAH...&lt;br /&gt;Hahaha... iya, seharian ini &lt;a href="http://beradarumahkita.com/" target="_blank"&gt;MakNyak&lt;/a&gt; dijamu oleh PakDe (Pak Dekan fakultas ADAB IAIN alauddin makassar) juga rendezvous dengan sahabat lama &lt;a href="http://beradarumahkita.com/" target="_blank"&gt;MakNyak&lt;/a&gt;, kak eti, sewaktu training di bali dan juga kuliah di montreal.&lt;br /&gt;Malam hari, pesan singkat diterima.&lt;br /&gt;"saya makan ikan bakar di lae-lae"&lt;br /&gt;Makannya harus ngantri tempat dulu ya &lt;a href="http://beradarumahkita.com/" target="_blank"&gt;Nyak&lt;/a&gt;? Pasti jaim deh makannya, kan bareng sama PakDe hahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hari empat, sabtu dualima september kosongempat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maju satu hari dari rencana keberangkatan menuju surabaya-jombang.&lt;br /&gt;Menunggu waktu boarding, menyambangi warung lasinrang. Ditemani jalangkote, lumpia, es pisang ijo dan air tahu. Sayang otak-otaknya belum ada. Eh iya &lt;a href="http://beradarumahkita.com/" target="_blank"&gt;Nyak&lt;/a&gt;, kroketnya kelupaan :p&lt;br /&gt;Tidak jauh dari lasinrang, mampir di warnet. Sudah gatal pengen ngeNET ya &lt;a href="http://beradarumahkita.com/" target="_blank"&gt;Nyak&lt;/a&gt;? Chatting sama siapa saja? Keliatannya rame banget :))&lt;br /&gt;Dari wisma IAIN menuju bandara bareng PakDe. Menyempatkan mengambil beberapa gambar selama menunggu penerbangan.&lt;br /&gt;Lalu, presiden itu melambaikan tangan dan masuk ke dalam rahim pesawat yang menerbangkannya ke Surabaya.&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/kopdar/Ngenet-vi.jpg" height="100" width="130"&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/kopdar/Bandara-vi.jpg" height="100" width="130"&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/kopdar/sampaijumpa-vi.jpg" height="100" width="130"&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sampai jumpa lagi &lt;a href="http://beradarumahkita.com/" target="_blank"&gt;MakNyak&lt;/a&gt;. Salam buat blogger surabaya.&lt;br /&gt;______________________________________________________________________&lt;br /&gt;PS : Foto kopdar bareng MakNyak, presiden blogger family selengkapnya dapat dilihat di &lt;a href="http://public.fotki.com/adhi/kopdar_makassar/kopdar_makassar-1/" target="_blank"&gt;HALAMAN INI.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-109616008026879261?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109616008026879261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109616008026879261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/09/presiden-riset-kulineri-laporan-singkat.html' title='Presiden, riset, kulineri. &lt;br&gt;&lt;tt&gt;Laporan singkat kopdar makassar&lt;/tt&gt;'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-109576792788853270</id><published>2004-09-21T19:05:00.000+08:00</published><updated>2004-09-22T08:20:08.070+08:00</updated><title type='text'>Semangkok kapurung dan sepotong cerita 'reality drama'</title><content type='html'>Dua perempuan berseragam kantor itu mengambil tempat tepat di hadapan saya. Bergabung dalam satu meja. Sontak, aktifitas menyantap semangkok &lt;em&gt;kapurung&lt;/em&gt; terhenti sesaat. Menyantap &lt;em&gt;kapurung&lt;/em&gt; menjadi pilihan saya mengatasi rasa jenuh beberapa hari ini. Mengambil tempat di luar, di bawah lindungan teduh pohon dan angin yang berhembus bebas, memberi saya keleluasaan menyantap kapurung secara lamban dan melayangkan pandangan ke jalanan. Walau tentu dengan sedikit resiko, jika angin berhembus kencang, debu akan beterbangan (kemarau mengakibatkan tanah merah menjadi kering, mudah terhambur beterbangan jika tertiup angin).&lt;br /&gt;"Nenekku sudah pesan memang sama mamaku. Dia suruh mamaku jaga baik-baik saya, soalnya dia bilang surat nikahku nanti ada delapan," cerita perempuan yang lebih kurus. Seporsi &lt;em&gt;kapurung&lt;/em&gt; sudah tersedia di hadapan mereka. Kalimat yang diucapkan perempuan tadi menyebabkan saya, tanpa sadar, memandang wajah perempuan tadi. Dan ia, merasa tidak terganggu sama sekali kalau perbincangan mereka akan terdengar oleh saya.&lt;br /&gt;"Tapi kayaknya benar. Buktinya sekarang," lanjutnya. "Kau tau, ada pernah laki-laki yang saya kenal di KIMA datang ke rumahku mau lamar saya. Ibuku tanya sama itu laki-laki, darimana tau saya. Dia bilang kenal di jalan. Ibuku bilang sama dia kalau saya sudah nikah." Ia bercerita sambil tertawa.&lt;br /&gt;"Tapi lebih baik kau rujuk saja," tanggap temannya, seperti tidak tertarik dengan cerita perempuan tadi.&lt;br /&gt;"Ah, tidak. Sudah terlanjur jengkel. Apalagi sama mertuaku, dikira saya mau kawin sama anaknya gara-gara anaknya polisi? &lt;em&gt;Tidaknya&lt;/em&gt;. Padahal itu suamiku seharusnya bersyukur. Saya tidak pernah minta gajinya, saya bisa bantu-bantu kakaknya biayai kuliah. Kalau dipikir, saya punya motor sendiri, rumah sendiri." Suara perempuan itu terdengar emosional.&lt;br /&gt;"Terus, dengan temanmu itu yang sekarang?" tanya sahabatnya.&lt;br /&gt;"Iya, tadinya dia sangka saya belum kawin. Dua minggu sesudah dia sering ke rumah baru saya kasih tau kalau saya sudah kawin. Dia marah-marah. Tapi sekarang tidak, dia suruh saya cepat cerai baru nikah dengan dia," ceritanya terhenti untuk melepas tawa. "Tapi saya tidak mau. Masa' saya mau kawin sama orang yang sama pekerjaannya dengan suamiku, baru pangkatnya sama lagi. Mending kalau lebih tinggi. Apa nanti yang dicerita sama keluarganya suamiku." Sekali lagi ia tertawa.&lt;br /&gt;Semangkok kapurung di hadapan saya sudah habis. Tidak ada alasan untuk "mendengar" lebih lanjut cerita perempuan itu. Bergegas meninggalkan keduanya.&lt;br /&gt;Upsss, delapan surat nikah? wow... bahagia...???&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-109576792788853270?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109576792788853270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109576792788853270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/09/semangkok-kapurung-dan-sepotong-cerita.html' title='Semangkok kapurung &lt;br&gt;dan sepotong cerita &apos;reality drama&apos;'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-109542776131097569</id><published>2004-09-17T20:26:00.000+08:00</published><updated>2004-09-17T21:49:56.763+08:00</updated><title type='text'>Hanya lagu ninabobo</title><content type='html'>&lt;i&gt;Sepertinya, "koneksi" merupakan satu senjata yang begitu mematikan. Tali temalinya tersimpul erat menyatu, menjelma labirin yang menghilangarahkanmu. Pun bila ia bersimbiosis dengan kekuasaan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap tahun, selalu saja ada yang pergi, membawa kenangan mereka bersamanya, dan juga ada yang datang, meraba-raba kenangan yang kan terekam. Cukup gedung kokoh ini yang diam. Temboknya kini terpoles rapi, tidak menyisakan dinding berlumut lagi. Tampak lebih menawan.&lt;br /&gt;Ketika mengunjunginya, dari sekian banyak langkah melintas di hadapan saya, hampir tidak ada lagi yang akrab dalam ingatan saya. Kecuali wajah-wajah di satu ruang, ruang akademik. Mereka yang tetap berada di tempat itu, mungkin telah menjadi bagian kenangan dari mereka yang telah pergi, dan juga mereka yang datang, kelak.&lt;br /&gt;Dan ketika mengunjunginya, saya kehilangan satu wajah. Tidak hanya wajah, tapi pula suara cempreng nan lantang yang terbiasa memanggil mereka yang akrab dengannya, dengan panggilan tarzan...&lt;br /&gt;Wajah itu bernama &lt;a href="http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004_01_01_nyanyian-perjalanan_archive.html#107374271121589636"&gt;Tekla&lt;/a&gt;, perempuan peranakan flores-enrekang. Dulu, ia pernah menjadi bagian dari gedung ini. Setidaknya membingkai kenangan bersama mereka yang telah pergi. Dengan celetukannya, kue-kuenya, bakwan dan sambal tumis ekstra hot. Kata mereka, sebulan sudah wajah itu menghilang, meninggalkan ruangan kosong. Untunglah teknologi komunikasi mampu mempertemukan kembali saya dengannya. Di satu sudut ruangan lainnya.&lt;br /&gt;"Tiap orang punya garis rezqinya sendiri. Yang penting berusaha. Insya Allah saya mau coba buka di tempat yang baru. Doakan saja ya!"&lt;br /&gt;Wajah itu telah hilang dari gedung menawan. Takkan lagi terambil dalam kenangan bagi mereka yang baru datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;ps: suatu waktu jika kamu memanggil saya tarzan dengan lantang, tekla, tanpa malu dengan lantang pula saya kan berseru "ada apa chetah?"&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saya pernah membacanya, entah di suatu media cetak mana. Lupa. Jika tak salah ingat, disitu disebutkan, pedagang kaki lima merupakan pedagang sejati. Mereka dapat hidup tanpa memerlukan bantuan "koneksi".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-109542776131097569?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109542776131097569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109542776131097569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/09/hanya-lagu-ninabobo.html' title='Hanya lagu ninabobo'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-109516830521257761</id><published>2004-09-14T20:37:00.000+08:00</published><updated>2004-09-14T21:25:05.213+08:00</updated><title type='text'>Jika malam</title><content type='html'>Jika malam&lt;br /&gt;bibir letih bunda kan mendongeng&lt;br /&gt;luka&lt;br /&gt;bersekutu dingin dan butirbutir&lt;br /&gt;debu mengendap tubuh&lt;br /&gt;Jika malam&lt;br /&gt;tiangtiang listrik menjulang pongah&lt;br /&gt;berpendar merkuri dan ribuan langkah&lt;br /&gt;manusia hanyalah senyap&lt;br /&gt;semata&lt;br /&gt;diantara tengadah keriput tangan&lt;br /&gt;bunda tubuh kuyup menadah rintik gerimis&lt;br /&gt;mendekap hampa&lt;br /&gt;bulan pias di aspal basah&lt;br /&gt;Jika malam&lt;br /&gt;kulabuh resah gelisah&lt;br /&gt;diantara dongeng luka bunda&lt;br /&gt;jikalah malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt; bs 594;7pm&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-109516830521257761?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109516830521257761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109516830521257761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/09/jika-malam.html' title='Jika malam'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-109487133097985692</id><published>2004-09-11T10:00:00.000+08:00</published><updated>2004-09-13T13:14:10.520+08:00</updated><title type='text'>Mangsa</title><content type='html'>Pandangannya lekat pada kubus empat sisi berkaca transparan. Seakan takut terlewat sedetikpun kejadian berikutnya. Yang ditatap tampak anggun. Matanya awas, tampak tenang menanti. Begitu satu mangsa menyentuh permukaan air, gerakannya cepat menyambar. Rahang kokoh mengatup erat mangsa pertama. Melumat tanpa sisa. Bersiap untuk yang kedua, yang dengan mudahnya pula ia lumat. Tetapi tidak untuk yang ketiga. Sang mangsa dengan tubuh kecil, jumlah lebih dari sepuluh, yang semula panik, kini menemukan pola perlindungan. Berkumpul, setidaknya dapat menyulitkan sang pemangsa berburu.&lt;br /&gt;Mungkin puas dan kenyang dengan santap kali ini, sang pemangsa kembali tenang. Acuh dengan mangsa tersisa, yang kini tampak tidak panik lagi, lupa akan kejadian beberapa saat lalu. Berenang berkelompok, mencari sisa kotoran yang mengendap di antara batu koral penghias aquarium.&lt;br /&gt;Pandangannya dialihkan ke lelaki yang memasukkan anakan ikan nila ke dalam aquarium.&lt;br /&gt;"Bang, gila juga itu anakan ikan nila ya bang. Kok bisa-bisanya santai saja, gak takut kalau nanti bakal di telan sama si louhan?"&lt;br /&gt;"Apa gak mikir, sekarang temannya sudah hilang empat, besok mungkin hilang lima. Mungkin saja yang hilang besok itu dia."&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Lha, emang manusia. Pake otak, bisa mikir?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Lagian kalo si anakan nila itu bisa mikir, lari misalnya, mo lari kemana? Mencolot keluar aquarium?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;"Kalo gitu, biar gak dimangsa, ya jadi pemangsa dong bang. Jumlahnya kan lebih banyak."&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ya ampun... kamu tuh kok jadi mirip si anakan nila itu. Gak mikir. Mana mungkin badan kecil segitu bisa ngalahin si louhan? Mimpi kali ye..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;"Hmm... pasti ngeselin ya bang, selalu kalah dan gak punya kekuatan untuk melawan."&lt;br /&gt;Pandangannya kembali pada kubus empat sisi berkaca transparan. Pada sekelompok anakan ikan nila yang berenang lincah tanpa takut terhadap si louhan. Besok, giliran siapa yang akan hilang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;PS : buat louhan di SS2, sudah baekan belum? cepat sembuh yak ^_^ &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;_____________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turut berduka atas tragedi kuningan.&lt;br /&gt;Semoga badan intelijen dan polisi kita tidak memerlukan lebih banyak lagi kasus ledakan bom untuk mengasah kecerdasan, keterampilan, dan keahlian mereka menangani kasus teror bom.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-109487133097985692?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109487133097985692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109487133097985692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/09/mangsa.html' title='Mangsa'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-109136577421420335</id><published>2004-08-01T20:54:00.000+08:00</published><updated>2004-08-01T21:09:34.213+08:00</updated><title type='text'>Akan dibawa ke mana ya?</title><content type='html'>&lt;i&gt;Dan kelak, di saat begitu banyak jalan terbentang di hadapanmu dan kau tak tahu jalan mana yang harus kau ambil, janganlah memilihnya dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat. Tariklah nafas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernafas di hari pertamamu di dunia ini. Jangan biarkan apapun mengalihkan perhatianmu, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi. Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkanlah hatimu. lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah ke mana hati membawamu...&lt;br /&gt;(Susanna Tamaro; Va dove Ti porta il cuore, Pergilah Ke Mana Hati membawamu)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emm... ke mana hati ini akan membawa ya?&lt;br /&gt;gak tau... :p &lt;br /&gt;daripada bingung, bersenandung dulu ah...&lt;br /&gt;&lt;i&gt;jagalah hati, jangan kau nodai&lt;br /&gt;jagalah hati, lentera hidup ini&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-109136577421420335?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109136577421420335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/109136577421420335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/08/akan-dibawa-ke-mana-ya.html' title='Akan dibawa ke mana ya?'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-108969557711286531</id><published>2004-07-13T12:51:00.000+08:00</published><updated>2004-07-13T13:12:57.113+08:00</updated><title type='text'>Perempuan senja dan pencuri mimpi</title><content type='html'>Perempuan-perempuan senja&lt;br /&gt;bercaping lebar berlindung terik, berendam separuh tubuh. menggoyang nyiru, memilah batu-pepasir.&lt;br /&gt;Perempuan-perempuan senja&lt;br /&gt;berbalut kain basah, memanggul pasir menggendong bebatu, bertali simpur. menapak tanah kering menanjak. ilalang menggores tubuh.&lt;br /&gt;Empat lelaki atas perahu,  antara dua tepian kali keruh. lenganlengan kokoh menarik tambang, melintas perempuan-perempuan senja. membilang, meramal empat angka, menghitung peluang. di lembaran ramal berlukis binatang.&lt;br /&gt;tak tok tak tok, perempuan senja menyungging senyum, mendengar gemeretak batu beradu menyulam rejeki.&lt;br /&gt;pun lelaki tersenyum, mendengar gemerincing receh mencuri mimpi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-108969557711286531?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108969557711286531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108969557711286531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/07/perempuan-senja-dan-pencuri-mimpi.html' title='Perempuan senja dan pencuri mimpi'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-108926018823021151</id><published>2004-07-08T11:11:00.000+08:00</published><updated>2004-07-08T12:27:20.583+08:00</updated><title type='text'>Instan</title><content type='html'>Sarapan : segelas sereal instan dicampur coffemix&lt;br /&gt;Siang : mi instan dalam gelas styrofoam, seduh dengan air panas&lt;br /&gt;Rembang petang : sebungkus cappucino instan, menemani celoteh sahabat pun tv&lt;br /&gt;Malam : agak repot sedikit; merejang air, menuang mi instant. cukup tiga menit, sesuai petunjuk. biar tetap kenyal, jangan sampai lembek. buang sisa air, tiriskan, lalu aduk jadi satu semua bumbu hingga merata. siap saji. di kemasan, tertulis mi instan goreng, dan memang tampak seperti mi goreng. tapi sama sekali dalam penyajiannya, unsur menggoreng tak terlibat satupun. ingin lebih lengkap, konsumsi nutrisi serat instant. sesuai dengan petunjuk ahli gizi. emmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instan. Tampak begitu mudah dan sederhana. Begitu pula yang saya bayangkan selama ini, dalam hal pekerjaan. Didapatkan dengan gampang (jika perlu datang dengan sendirinya), serta harapan penghasilan yang besar tentunya. Dan ketika itu jauh dari bayangan, saya memilih untuk  merutuk. Alpa berucap syukur akan apa yang telah saya peroleh saat ini. Tanpa tersadar pula, ada begitu banyak fragmen yang mencengangkan, dari sebuah perjuangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"...Saya pun tercekat oleh kenyataan, bahwa persoalan menjaga kelangsungan kehidupan adalah sebuah perjuangan. Dan perjuangan itu bukan sekedar masalah kalah atau menang. Bukan pula cukup dinilai dengan predikat sukses atau gagal. Sebab menjalani kehidupan adalah perkara menghikmati setiap guliran waktu saat mata, hati dan pikiran terjaga."&lt;br /&gt;(ditilik dari &lt;a href="http://jalansunyi.blogspot.com/2004_06_01_jalansunyi_archive.html" target=_blank&gt;Hati memar-memar&lt;/a&gt;, dieja &lt;a href="http://jalansunyi.blogspot.com/" target=_blank&gt;abhi rhay&lt;/a&gt;)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-108926018823021151?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108926018823021151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108926018823021151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/07/instan.html' title='Instan'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-108804453218751673</id><published>2004-06-24T10:20:00.000+08:00</published><updated>2004-06-24T10:35:32.186+08:00</updated><title type='text'>Dalam sunyi</title><content type='html'>Kelam jelang sempurna, sisakan sesaput tipis langit merahjingga. Ia mempesona, melayang dalam bentang luas angkasa. Adakah sunyi menemanimu? mencumbumu dalam tiap helaan nafas, dalam tiap kepakmu?&lt;br /&gt;Jika saja kau tanyakan sunyi padaku&lt;br /&gt;aku ada dalam rengkuhannya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-108804453218751673?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108804453218751673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108804453218751673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/06/dalam-sunyi.html' title='Dalam sunyi'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-10878737576090379</id><published>2004-06-22T10:24:00.000+08:00</published><updated>2004-06-22T11:09:17.610+08:00</updated><title type='text'>Pagiku</title><content type='html'>Ada selaksa semangat menyapa pagiku, diantara;&lt;br /&gt;hening biru langit,&lt;br /&gt;segores awan putih,&lt;br /&gt;hijau pokok dedaun&lt;br /&gt;kuning helaihelai mahkota&lt;br /&gt;bunga matahari.&lt;br /&gt;Hingga kabar yang kau kirimkan di senja basah,&lt;br /&gt;pagiku bersapa pendar layar warna&lt;br /&gt;melukiskan duka, amarah, &lt;br /&gt;melukiskan luka, dendam, tangis&lt;br /&gt;Pagiku bersapa pilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembara angin tlah mencumbunya dalam tarian pedih&lt;br /&gt;kesetiaannya pada matahari menggurat perih&lt;br /&gt;Tak ada lagi selaksa semangat,&lt;br /&gt;dedaunnya terbeban luka&lt;br /&gt;helaihelai mahkotanya; &lt;br /&gt;helai duka, helai amarah, helai tangis, helai dendam.&lt;br /&gt;Pagiku bersapa pilu&lt;br /&gt;langitku berselubung mendung&lt;br /&gt;kala dedaun, kala helaihelai mahkota luruh&lt;br /&gt;menyemai benih&lt;br /&gt;tunastunas amarah, dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;satu senja basah, penghujung april 04&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-10878737576090379?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/10878737576090379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/10878737576090379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/06/pagiku.html' title='Pagiku'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-108763454879360685</id><published>2004-06-19T15:49:00.001+08:00</published><updated>2004-06-19T16:57:44.206+08:00</updated><title type='text'>Sekali lagi, Tak ada noda di kesepuluh jari tangan (kelak)</title><content type='html'>&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/D/daunpisang/1087627913_ntuk_bunda.jpg" height="150" width="100" align="top" vspace="5"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Siapa mau jadi presiden?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi presiden itu&lt;br /&gt;berarti melayani&lt;br /&gt;dengan segenap hati&lt;br /&gt;rakyat yang meminta suka&lt;br /&gt;dan menyerahkan jutaan&lt;br /&gt;keranjang dukanya&lt;br /&gt;padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ekuator.com/katalog.see.p?id=4761" target=_blank&gt;(abdurahman faiz)&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/D/daunpisang/1087628697_cturesfaiz.jpg" height="100" width="130" align="left" vspace="3" hspace="3"&gt;Setelah lama nyari, akhirnya nemu juga buku kumpulan puisi milik &lt;a href="http://www.ekuator.com/katalog.see.p?id=4761" target=_blank&gt;abdurahman faiz&lt;/a&gt;. Hebat nih bocah, masih kecil sudah jago nulis puisi. Salut euy...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyambung dengan puisi di atas, lima juli nanti, kembali kesepuluh jari tangan saya (bakalan) tak ada noda. Pemilu legislatif lalu, tidak ikut nyoblos. Tidak punya kartu pemilih, tidak terdaftar. Pas pendaftaran tambahan pemilih, malas banget buat ngedaftar. Jadi, so pasti dijamin tidak ada noda ungu ^_*&lt;br /&gt;Nonton di tv, semua kandidat presiden dan wakilnya sibuk mengumbar janji. Jadi ingat kampanye tahun-tahun sebelumnya, satu partai besar kala itu sesumbar, jika menang pemilu, akan mengaspal mulus jalan tanah berbatu. Kenapa harus menunggu menang? Padahal kala itu, dalam pemerintahan merekalah partai penguasa. Dan sekali lagi, yang dijanji mau saja. Erggghhh...&lt;br /&gt;Menurut kamu, akankah jika terpilih (kelak) ia akan menepati janji?&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-108763454879360685?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108763454879360685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108763454879360685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/06/sekali-lagi-tak-ada-noda-di-kesepuluh_19.html' title='Sekali lagi,&lt;br&gt; Tak ada noda di kesepuluh jari tangan (kelak)'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-108752772535522609</id><published>2004-06-18T10:18:00.000+08:00</published><updated>2004-06-18T16:30:20.260+08:00</updated><title type='text'>1994 - 2004</title><content type='html'>&lt;tt&gt;Betapa bodohnya saya. Lembaran-lembaran kertas itu menyeret saya pada satu sisi. Satu sisi yang hampir saja merusak jalinan persahabatan. Maafkan saya.&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, saya selalu membayangkan. Dalam gelap lautan luas, tanpa bulan dan bintang bertabur menghias hening angkasa. Terombang perlahan, dengan riak gelombang berulang menampar pelan bahu perahu bagang. Memecah sunyi. &lt;br /&gt;Sungguh, saya selalu mencoba merasakannya. Dingin malam menyapa tubuh, yang berbalut sarung rapat. Mencari-cari bayangan tubuh, tercermin dalam bening lautan. Di antara kemilau cahaya petromax, berkilau pecah oleh gelombang.&lt;br /&gt;Sungguh, saya selalu memimpikannya. Menarik jaring, merapatkan tubuh di perapian kecil, dengan panggang ikan di tangan. Dalam ayunan perahu bagang. Satu yang selama ini hanya bisa saya saksikan di balik layar warna 14 inchi. Sungguh, saya menginginkannya.&lt;br /&gt;Menjejak kaki di pantai berpasir, mencari tepian biru langit. Menghirup nafas sedalam-dalamnya, berteriak sekuat-kuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Kita dapat mengumpulkan lima dari yang ada -ah, padahal begitu susah untuk mengumpulkannya-. Saling membagi puzzle kecil, menyusunnya menjadi sebuah puzzle besar. Tapi, untuk kali ketiganya gagal. Maafkan saya.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan 08.04?&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS : buat ex 2bio1 jagungbakar53: roel, whyznoe, ali, lurah setiaone, imam longga, alpha leo, lil' magrie, acox, jason, saldi dj, anci. masih pada berani nggak, naik opencup ke malino, kena hujan, kesaput debu? :p~&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-108752772535522609?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108752772535522609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108752772535522609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/06/1994-2004.html' title='1994 - 2004'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-10869339136130551</id><published>2004-06-11T13:04:00.000+08:00</published><updated>2004-06-19T17:41:54.743+08:00</updated><title type='text'>Lebih duapuluhtahun yang lalu</title><content type='html'>Semalam, sebuah pesan singkat diterima :&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Assalam, ces. Sori, sy lg di pkmku kmrn, tdk ada sinyal di sn... Skrg sy di luwuk...&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luwuk, segera saja ingatan saya melayang ke masa kanak-kanak, lebih 20 tahun yang lalu. Akan sebuah kota kecil, tempat kali pertama melengkingkan tangis, tempat kali pertama memijak bumi. Hanya lima tahun pertama dari perjalanan hidup hingga kini, namun begitu banyak gambar  terekam. Yang kini menelusup dalam benak, menjelma kerinduan. Kerinduan akan kota kecil dengan bukit-bukit hijaunya. Memungut buah keranjang yang merambat liar di ladang jagung. Aroma jagung bakar warung-warung tepi jalan bertebing, dengan kerlipan lampu pemukiman dari kejauhan  kala malam. Curug kecil, sungai berbatu dengan air yang mengalir bening, riak ombak tepian laut di kilometer sembilan. Menikmati sekumpulan ikan belanak, berenang lincah di antara akar-akar bakau. &lt;br /&gt;Gambar-gambar yang masih terekam jelas. Menelusuri jalanan becek dalam pasar tradisional, dengan sapaan riang penjual tomat, yang tak lain tetangga depan rumah. Kota dengan kenangan akan gadis kecil berambut kepang, serta kisah kecebong yang malang. Gambar-gambar masih saja terus bermunculan, seperti potongan-potongan film yang tidak akan habis diputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam, saya berfantasi memiliki kemampuan menembus dimensi ruang. Menuju sebuah kota kecil, lebih duapuluh tahun yang lalu belum pernah terjejak kembali. Menapak tilas akan masa lalu.&lt;br /&gt;Apakah engkau masih seramah dahulu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-10869339136130551?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/10869339136130551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/10869339136130551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/06/lebih-duapuluhtahun-yang-lalu.html' title='Lebih duapuluhtahun yang lalu'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-108678190157228805</id><published>2004-06-09T19:19:00.001+08:00</published><updated>2004-06-10T09:00:34.953+08:00</updated><title type='text'>05 06 04</title><content type='html'>Sehari selepasnya&lt;br /&gt;Wajah-wajah di panggung pelaminan terlihat bahagia. Dua keluarga ditautkan dalam satu ikatan pernikahan. Kedua mempelai tampak begitu sumringah. Senyum tak lepas dari wajah. Berdiri, menjabat hangat satu persatu barisan tetamu; para kerabat, sahabat, dan mungkin pula sebagian besar tetamu yang baru untuk kali pertama bersua wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sudut ruang resepsi, celoteh dan candaan para sahabat akan satu kisah kembali berulang. Satu kisah yang entah darimana berhembus. Satu kisah yang masih diragukan keabsahannya. Bagaimana tidak? Sang obyek dalam cerita, mati-matian membantah kebenaran kisah tersebut.&lt;br /&gt;Alkisah, satu siang nan terik di sebuah terminal angkot. Putri mendapat titah menjemput ayahanda tercinta. turut pula Arjuna menemani Putri. Satu kesempatan bagi Arjuna untuk bersua dan memperkenalkan diri pada ayah mertua, kelak. Saat dinantikan tiba, Putri larut dalam kerinduan yang sangat. Sejenak melupakan Arjuna. Arjuna, yang hanya tergugu, mengambil inisiatif membantu mengangkut barang bawaan ayah mertua, kelak. Putri masih saja larut dalam kerinduan, terlupa akan Arjuna yang hendak diperkenalkan pada ayahanda. Kembali, Arjuna berinisiatif. Memberanikan diri mengulur tangan, menawarkan jabatan hangat. Ayahanda, dengan sigap merogoh saku celana, bersiap memindahtangan lembaran ribuan. Aiiihhh... ayah, ia bukan kuli angkut, tapi... tukas Putri tersipu malu.&lt;br /&gt;Pun dengan Arjuna. Seperti yang tergambar dalam kisah, yang sekali lagi entah berhembus darimana, wajah Arjuna bersemu merah ungu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan tetamu tidak begitu ramai lagi. Sesekali, memberi kesempatan pada kedua mempelai duduk, merelaksasi otot-otot tungkai yang lelah. Sesekali waktu pula, Arjuna tampak membisik di telinga Putri. Bersambut sipuan malu Putri. Adakah kisah lalu itu menjadi absah kini?&lt;br /&gt;Celoteh dan candaan di sudut ruang terhenti. Suara lantang MC meminta para sahabat menuju pelaminan, berbaris, berderet, mengapit kedua mempelai. Senyum ya..., satu... dua... tiga... klik.&lt;br /&gt;Hei Arjuna, masihkah kisah lalu itu diragukan kebenarannya? Hahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;PS : Gembul, tetamunya rame banget, mbok ya saya dikasih komisi 10% ^_^ hehehe...&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-108678190157228805?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108678190157228805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108678190157228805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/06/05-06-04_09.html' title='05 06 04'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-108668754122801202</id><published>2004-06-08T17:10:00.000+08:00</published><updated>2004-06-08T17:39:01.226+08:00</updated><title type='text'>Dan mei pun kosong</title><content type='html'>Ups, bingung mau posting apaan. Kelamaan hiatus nih. Pokoknya, mau ngucapin makasih buat para sahabat yang sudah berkunjung ke blog ini, menjaga rumah maya ini selama ditinggalkan. Mohon maaf belum sempat melakukan kunjungan balik.&lt;br /&gt;Mohon maaf pula buat &lt;a href="http://halamanrawa.blogspot.com/" target=_blank&gt;bang ochan&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://sisi-lain.blogspot.com/" target=_blank&gt;k' fahrie&lt;/a&gt; yang sewaktu balik ke makassar, tidak sempat ketemuan. Maaf. (eh, k' fahrie dengan bang ochan balik ke makassar dalam waktu yang sama, sempat ketemuan nggak?)&lt;br /&gt;Emm, cerita apa lagi ya? Tapi, buat kedepannya, blog ini mungkin bakalan tidak ke update sesering sebelumnya. Mungkin saja hanya sekali sepekan, atau sekali dalam dua pekan, atau... hehehe ^_^ Yang penting, cukup mei saja yang kosong. &lt;br /&gt;Sekali lagi, makasih banyak buat para sobat yang sudah berkunjung ke rumah maya ini. Jangan bosan yak. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-108668754122801202?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108668754122801202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108668754122801202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/06/dan-mei-pun-kosong.html' title='Dan mei pun kosong'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-108287963658907230</id><published>2004-04-25T15:20:00.000+08:00</published><updated>2004-04-25T19:58:48.250+08:00</updated><title type='text'>Hiatus</title><content type='html'>Hiatus. Ketika membaca kalimat ini sejak pertama kali menjelajah perkampungan blogger, terdengar begitu familiar. Ingatlah saya, kata ini sering saya dengar bahkan diucap saat mengikuti mata kuliah anatomi dulu. Artinya kurang lebih rongga atau kanal. Lalu, apakah arti hiatus saat kuliah dengan yang saya temukan di blog sama? Dari mana pula asal kata hiatus? Penasaran, saya membuka kamus inggris - indonesia, dan menemukan arti kata hiatus. &lt;strong&gt;Hiatus&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;kb&lt;/em&gt;. rumpang, kekosongan, ruang kosong, ompong.&lt;br /&gt;Jadi, apakah pemilik rumah maya yang berucap hiatus berarti sedang dalam kekosongan? Dari menjelajah pula, saya menyimpulkan arti hiatus yaitu, pemilik rumah maya untuk sementara waktu akan menghentikan aktivitas bloggingnya. Apakah kesimpulan saya ini salah?&lt;br /&gt;Dan dari kesimpulan yang saya buat di atas, saya hendak hiatus. &lt;br /&gt;Mohon maaf bila ada silap tuturkata saya selama ini yang tidak berkenan di hati para sahabat. Titip rumah maya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------&lt;br /&gt;Semalam sms an sama teman yang tinggal di kota ambon, berkabar kekhawatirannya akan kerusuhan yang kembali akan meletup hari ini, saat perayaan RMS. Pagi hari terima kabar darinya, ambon masih tenang walau ada pengibaran bendera RMS. Pukul 16.50 wita (lagi ngenet) terima sms dari teman tersebut, kekhawatirannya menjadi nyata. ambon kembali rusuh, kembali memakan korban jiwa. Saat saya menghubunginya, ia sudah mengungsi di al-fatah.&lt;br /&gt;Semoga saja kerusuhan di sana segera usai. Cukup sudah amarah, cukup sudah luka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-108287963658907230?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108287963658907230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108287963658907230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/04/hiatus.html' title='Hiatus'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-108254074586585075</id><published>2004-04-21T17:37:00.000+08:00</published><updated>2004-04-21T17:49:51.263+08:00</updated><title type='text'>Menjerat nyamuk</title><content type='html'>Gerah dan pengap. Ada baiknya menguak lebar daun jendela. Biar dingin malam leluasa menerobos masuk. Ingin pula bertopang dagu di bibir jendela, mendoyongkan badan melewati batas jendela. Niatan yang selalu urung. Teralis besi terpatri, terbaut kuat di sisi-sisi jendela. Ketakutan, kekhawatiran, kecemasan yang dimiliki mungkin saja menjadi alasan kenapa ia ada di situ. Ketenangan, kelegaan, mungkin juga akan timbul setelah ia ada. Dan secara sadar pula, kini ia memerangkap, memenjara, menghalang keinginan untuk sekedar melongokkan kepala, memandang keluar.&lt;br /&gt;Dingin malam menyelusup celah-celah teralis. Bersama dengungan-dengungan menyelinap serta.  Merelakan saat tetirahan ; memejam mata, melemas otot-otot kaku, melepas penat harus terganggu. Refleks, menajam saraf-saraf auditus, mengindra dalam gelap, dan tangan menepuk. Sesaat, mengingat akan masa-masa menjerat nyamuk, kecil dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak saya yang mengajarinya. Darimana kakak saya belajar, itu tidak saya ketahui. Sedikit tetesan minyak kelapa di atas permukaan piring kaleng atau plastik. Perlahan, piring digoyangkan ke kiri, kanan, depan, belakang, memutar. Mengusahakan tetesan minyak yang bergulir lamban menutupi seluruh permukaan. Jika ingin lebih cepat, cukup satu telunjuk membalur permukaan piring. Lalu, piring diayunkan, dikibas-kibaskan menepis udara. Berlomba, menghitung berapa banyak nyamuk yang telah terjerat. Piring terus dikibas-kibaskan. Berlari memburu nyamuk terbang lambat dengan perut membuncit kekenyangan.  Menjerat nyamuk-nyamuk yang terbang bergerombol di atas kepala. Hingga muncul candaan, semakin banyak nyamuk terbang bergerombol di atas kepala, maka ia lah yang memiliki rambut paling bau. Apakah betul atau tidak, saya belum pernah membaca teori yang membenarkannya. Yang jelas, saya sering menjumpai nyamuk-nyamuk memilih warna gelap atau  ruang-ruang gelap sebagai tempat beristirahat siang mereka. &lt;br /&gt;Nyamuk-nyamuk yang terjerat, dibiarkan begitu saja. Tidak tahu akan diapakan. Tergelak bersama, ketika muncul celetukan untuk menggorengnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dingin malam menyelusup celah-celah teralis. Bersama dengungan-dengungan hilang timbul mengalun di udara. Ah, sudah, lupakan saja menjerat nyamuk. Lupakan pula menyemprot pembasmi serangga dengan jendela-jendela yang terkuak lebar. Lupakan pula asap anti nyamuk bakar yang menyesak nafas. Lupakan saja membalur lotion yang terkadang memberi rasa panas di kulit. Dalam lelah yang sangat, mata kan terpejam cepat, berharap hilang lelah. Tanpa harus terusik dengungan-dengungan yang bersenandung riang. Memasrahkan nyamuk-nyamuk berpesta pora.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-108254074586585075?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108254074586585075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108254074586585075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/04/menjerat-nyamuk.html' title='Menjerat nyamuk'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-108237471726711496</id><published>2004-04-19T19:24:00.000+08:00</published><updated>2004-04-19T19:42:40.090+08:00</updated><title type='text'>Ada yang salah</title><content type='html'>sunyi berbisik;&lt;br /&gt;ada yang salah,&lt;br /&gt;tapi apa? di mana?&lt;br /&gt;semua terlihat baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sunyi menjerit;&lt;br /&gt;ada yang salah,&lt;br /&gt;ya, ada yang salah&lt;br /&gt;lama sudah ia bersarang&lt;br /&gt;lama sudah batin menghentakhentak&lt;br /&gt;tapi duh&lt;br /&gt;apa?&lt;br /&gt;di mana?&lt;br /&gt;sunyi membisu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;*) mengapung dalam pusaran waktu&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-108237471726711496?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108237471726711496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108237471726711496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/04/ada-yang-salah.html' title='Ada yang salah'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-108211954906844658</id><published>2004-04-16T20:34:00.000+08:00</published><updated>2004-04-19T20:10:13.936+08:00</updated><title type='text'>Gerakan 7 Juta Doneeh.com</title><content type='html'>Buat para pengguna jasa &lt;em&gt;doneeh.cOm&lt;/em&gt; ayo pada support doneeh...&lt;br /&gt;dari halaman maya &lt;a href="http://www.vibrasi.com/" target=_blank&gt;ini&lt;/a&gt;, doneeh bercerita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;strong&gt;Help Us, Help Other&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whehhe kenapa namanya gitu ? yah sebab sekarang gwe butuh kira2 &lt;strong&gt;7 juta untuk bulan pertama (sekitar 25 juta / tahun)&lt;/strong&gt; untuk beli server dedicated baru buat doneeh.com. Gwe jelas gak bisa bebanin semua biaya ini ke member secara paksa, makanya disini gw mo galang donasi buat kelangsungan dari doneeh.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini server yang gwe mo beli :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dual Intel Xeon 2.4 Ghz processors&lt;br /&gt;RedHat Linux 9.0&lt;br /&gt;cPanel/WHM 8.x&lt;br /&gt;1 GB Registered ECC PC2100 266 Mhz DDR RAM&lt;br /&gt;120 GB 7200rpm Drive with 8MB cache&lt;br /&gt;SuperMicro motherboard, expandable to 8 GB RAM&lt;br /&gt;600 GB Data Transfer per Month&lt;br /&gt;4 IPs Included, $1/month each additional&lt;br /&gt;Only $1/GB Additional Bandwidth&lt;br /&gt;Managed Server, 24/7 Support&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo misalnya gwe bikin semua harus bayar supaya bisa pakai layanan doneeh.com, itu sama ajah gwe menyimpang dari tujuan utama doneeh.com yang berpedoman pada layanan free-service. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kenapa butuh server baru ?&lt;br /&gt;yah jelas butuh soalnya doneeh.com kan membernya tiap hari nambah, kebutuhan bandwith semakin gede dan kinerja server semakin tinggi, dengan server yang sekarang (yang di support oleh &lt;a href="http://www.ardhosting.com/" target=_blank&gt;ARDHOSTING&lt;/a&gt;) sudah terlalu berat.Kemungkinan besar kalo misalnya gwe gak bisa dapetin dana ini, yah dengan berat hati terpaksa doneeh.com gwe tutup target gwe sih mungkin sekitar 2 sampai 3 bulan ini. Ini asli gwe butuh banget bantuan dari kalian kalian semua. Caranya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Financial Donation&lt;br /&gt;Ini yang paling dibutuhin banget, dukungan dana dari kalian semua. Jumlahnya gak banyak kok, cuma sebesar &lt;strong&gt;Rp. 10.000 - Rp.20.000&lt;/strong&gt; (itung2 biaya member setahun kali ye huehue). Tapi yang namanya sumbangan kan bisa berapa ajah, terserah kalian yang mau nyumbang. Bagi yang berminat bisa transfer ke rekening ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BCA KCP Hasanudin&lt;br /&gt;a/n : MOHAMMAD SYAFIUDDIN&lt;br /&gt;acc : 523 006 9397&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo udah, bisa di konfirmasikan ke support@doneeh.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagimana yang diluar negri ?&lt;br /&gt;Untuk saat ini proses paypalnya masih belum aktif, mungkin dalam waktu dekat ini paypal doneeh.com bisa digunakan. Atau ada ide lain ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Knowledge Donation&lt;br /&gt;Buat kalian yang punya ide apa pun soal scripting, nyariin klien buat pasang banner di doneeh.com atau apapun yang kira-kira bisa bantu doneeh.com gwe ngarepin banget bantuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm apa lagi yah... kayaknya itu ajah dulu, tolong yah info ini di informasikan dan di sebar luaskan, dan tolong yang jago bahasa inggrisnya, halaman ini di translate ^^ gwe gak gape :D. Ayo semua,.. masa tega doneeh.com mati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doneeh&lt;br /&gt;Saya hanya membantu&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo, rame-rame support doneeh.cOm yuk ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-108211954906844658?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108211954906844658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108211954906844658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/04/gerakan-7-juta-doneehcom.html' title='Gerakan 7 Juta Doneeh.com'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-108202905336816844</id><published>2004-04-15T19:37:00.000+08:00</published><updated>2004-04-15T20:45:31.450+08:00</updated><title type='text'>Sepotong kecil kenangan bersama ayah</title><content type='html'>Selepas membaca postingan di halaman maya &lt;a href="http://aboutrandi.net/" target=_blank&gt;randi&lt;/a&gt;, mengingatkan saya akan potongan-potongan kenangan bersama ayah sewaktu kecil dulu. Sering, sewaktu kecil dulu, saya merasa lebih dekat dengan ibu dan merasa kurang dekat dengannya. Tapi bila diingat kembali, begitu banyak kegiatan yang saya lakukan bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala malam, ia lah yang selalu mengingatkan saya untuk menyiapkan buku-buku catatan dan pelajaran untuk esok hari, ia lah yang bertanya tentang PR yang diberikan guru, dan ia pula yang membantu menyelesaikan PR matematika. Bahkan, bila saya betul-betul telmi, buntu, tidak bisa menyelesaikan, ia lah yang akan mengerjakan.&lt;br /&gt;Satu yang berkesan bagi saya, ketika ayah mengeluarkan ide agar saya berkirim surat buat eyang. Dengan bersemangat saya menanggapinya. Berkirim surat buat eyang yang wajahnya pun saya tidak ingat –saat itu, terakhir bertemu dengan eyang pada saat berumur tiga tahun lebih- tentu akan menarik. Lalu saat akan memulai, saya tidak tahu apa yang akan saya tulis. Bingung, bertanyalah saya padanya, “Apa yang akan saya tulis?”  Ia meminta saya untuk menceritakan kegiatan saya sehari-hari, tentang sekolah, pelajaran dan nilai yang diperoleh, teman bermain, semuanya. Tapi tetap saja saya tidak bisa menulisnya. Akhirnya, ayah lah yang bercerita, mendikte, dan saya menulis. Sesekali saya memotong, meminta untuk menceritakan ini itu dalam surat, dan ayah akan merangkai susunan katanya. Setelah surat selesai, menyisakan bagian lowong yang cukup luas, dan saya ingin memberi gambar di situ. Saya menjiplak gambar donald bebek, tapi hasilnya buruk. Tidak memuaskan bagi saya, dan saya kembali meminta ayah untuk menjiplak gambar tersebut. Hasilnya jauh lebih bagus. Untuk mewarnainya, itu bagian saya. Sampai larut kami melakukannya berdua. Ibu dan kakak lainnya sudah lebih dahulu terlelap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga sering meminta ayah untuk membangunkan bila film manimal atau the a team tayang –film favorit di tvri waktu jaman SD dulu-, tapi lebih sering ayah alpa melakukannya. Tinggallah saya yang memberengut di pagi hari, karena itu berarti saya tidak bisa ikut bercerita bersama teman-teman lainnya. Kebiasaan membangunkan ini terus berlanjut menjelang ebtanas SD. Atas permintaan saya, pukul tiga dini hari, ia selalu berusaha membangunkan saya untuk belajar. Saya yang mengantuk, memang bangun, berpindah ke ruang tamu, membaca lalu kembali terlelap. Jika saja ayah lalai membangunkan, ia selalu mengucap sesal esok harinya. Padahal, tiap kali bangun, yang sesungguhnya terjadi adalah... ^_*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu tertentu, saat hari pasar, ayah sering mengajak kami (saya dan kakak) berjalan-jalan, melihat ayam-ayam yang dijual, kadang juga pejantannya diadu, melihat nelayan yang baru menepi menurunkan ikan berwarna-warni. Membeli bolu gula merah bertabur kenari atau kue berbentuk orang-orangan yang bagian tubuhnya disumba merah dan hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu saya ingin memelihara ikan, ayah yang membuat kolamnya; menyusun bata, membuat adukan, memoles semen. Dan tentunya, dana buat membeli ikan hias berasal darinya. Begitu juga saat memelihara burung merpati, ia yang memaku kayu menjadi rumah-rumahan burung. Pun ketika muncul niat memelihara kelinci, ia yang membuat kandangnya. Tapi kali ini dengan syarat, saya harus berjanji membersihkan kandangnya. Tapi janji ditepati hanya diawal saja, selanjutnya, ayah lah yang lebih sering membersihkannya. Sedih juga, walau ayah sering membersihkan kandang, tetangga sebelah tetap mengeluh bau kotoran kelinci. Dengan sangat sedih dan terpaksa, kelinci yang telah beranakpinak itu harus diungsikan. Dipelihara teman ayah di kota kecamatan yang jauh dari rumah. Seminggu sekali, karena tugas, ayah ke sana. Mengabarkan keadaan si kelinci, yang pada akhirnya, gugur satu persatu :((&lt;br /&gt;Ah, itu hanya sebagian kecil kenangan masa kecil bersamanya, dari begitu banyak kenangan lainnya. Mizz u dad.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-108202905336816844?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108202905336816844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108202905336816844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/04/sepotong-kecil-kenangan-bersama-ayah.html' title='Sepotong kecil kenangan bersama ayah'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-108142663680001509</id><published>2004-04-08T18:56:00.000+08:00</published><updated>2004-04-09T09:45:44.890+08:00</updated><title type='text'>Tic</title><content type='html'>&lt;tt&gt;&lt;em&gt;tic [Per.] gerakan stereotipik, berulang kompulsif, dan involunter, yang menyerupai gerakan bertujuan karena gerakan ini terkoordinasi dan melibatkan otot-otot dalam hubungan-hubungan sinergetik normalnya; tic biasanya mengenai wajah dan bahu.(kamus kedokteran dorland)&lt;/em&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alis bergerak terangkat, kedua mata yang berkedip-kedip, kepala yang mengangguk berulang. Entah yang mana muncul terlebih dahulu, atau mungkin bersamaan. Jelasnya, gerakan-gerakan berulang, dengan waktu dan interval tertentu ini, saya alami pertama kalinya seusia kelas tiga bangku sekolah dasar. Dan ini sangat menyiksa saya. Karena muncul tiba-tiba, teori guna-guna pun berhembus. Menurut teori ini, ada orang yang meneluh bokap, tapi berhubung teluh tidak tembus, maka beralihlah ia mengenai saya. Tapi bokap mengatakan kelainan ini, menurut bahasanya disebut &lt;em&gt;sawan&lt;/em&gt;. Karena faktor kebiasaan saja. Katanya, saya mengikuti gerakan-gerakan tersebut dari orang lain, mungkin saja bermaksud main-main atau malah mengejek, tapi fatalnya ini jadi kebiasaan. Teori yang ini saya bantah, tidak ada benarnya. Sesuai pintanya, saya mencoba untuk menahan &lt;em&gt;si sawan&lt;/em&gt;. Tapi sama sekali tidak berhasil, tengkuk terasa kaku, mata terasa lelah. Dan tiap kali gerakan itu berulang, kepala mengangguk kompulsif, saya merasa letih dan susah untuk bernafas. Yang lebih kasihan lagi, juru foto separuh badan. Harus teriak-teriak memohon agar mata tidak berkedip-kedip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu waktu, dari majalah wanita langganan nyokap, dikatakan gerakan-gerakan ini merupakan gangguan syaraf yang sering ditemui pada anak-anak. Disarankan pula untuk mengkonsumsi tauge, agar gangguan ini sedikit dapat teratasi. Esoknya, gado-gado menjadi sajian makan siang. Menurut nyokap, saos kacang manis akan menutupi rasa tauge yang menurut saya, terasa aneh. Tapi tauge berbumbu saos kacang itu tetap saja utuh, tidak terjamah. Dan &lt;em&gt;si sawan&lt;/em&gt; pun dibiarkan begitu saja, karena terkadang ia menghilang dengan sendirinya. Hingga ketika tangan mulai ikut mengejang, menempellah beberapa kabel berwarna-warni di kepala. Dilakukan pemeriksaan bernama EEG. Alhasil, dugaan penyakit ayan tersingkirkan dengan sukses. Tidak ada yang dapat dilakukan lagi, &lt;em&gt;si sawan&lt;/em&gt; kembali dibiarkan begitu saja. Kalau ingin menyerang, menyeranglah. Dan bila menghilang, hilanglah ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beberapa waktu lampau, saran seorang sahabat :&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;+ di injeksi botox saja!&lt;br /&gt;- sakit nggak?&lt;br /&gt;+ gak tau, belum pernah ngerasain... hahaha... di poli saraf sudah ada.&lt;br /&gt;- mahal ya?&lt;br /&gt;+ tergantung. ternyata nggak sekali injeksi langsung hilang. ada yang tiga bulan terus injeksi ulang lagi. Ada juga yang enam bulan. siklus tiga bulan tiga ratus ribu, enam bulan ya enam ratus.&lt;br /&gt;- ada efek sampingnya nggak ya? ngeri...&lt;br /&gt;+ kalau itu nggak tau. tapi sudah agak banyak juga yang nyoba.&lt;br /&gt;- di muka?&lt;br /&gt;+ belum pernah lihat. yang pernah datang injeksi karena pergelangan tangannya kaku.&lt;br /&gt;- ooo... dapat potongan harga nggak? mahal...&lt;br /&gt;+ ya nggak tau pak...&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beberapa waktu yang lampau pula, saat sedang menilik sepatu-sepatu yang dipajang berjajar, gadis pelayan toko beringsut mundur. Mendekati temannya, lalu cekikik tertahan. Serius memperhatikan sepatu-sepatu, sama sekali saya tidak menyadari polah mereka. Barulah tahu ketika sahabat yang menemani menggamit lengan lalu berbisik, "mereka tadi nyeritain kamu. katanya kamu kecentilan, baru nanya harga sudah main mata."&lt;br /&gt;Haa...? enak saja!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Separah itukah akibatnya? Bagaimana jika kejadian seperti ini berulang, perempuan yang merasa digoda dan pasangannya salah pengertian pula? Bisa-bisa saya habis, dikira betul-betul kecentilan. Waduh!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama sudah &lt;em&gt;si sawan&lt;/em&gt; berbentuk tangan mengejang dan kepala mengangguk kompulsif hilang. Setelah sekian lama, tahulah pula saya, &lt;em&gt;si sawan&lt;/em&gt; muncul bila saya terlalu letih. Tapi alis yang bergerak terangkat berulang dan sesekali mata tak henti berkedip, tetap saja ada. &lt;br /&gt;Perlukah untuk injeksi botox?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-108142663680001509?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108142663680001509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108142663680001509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/04/tic.html' title='Tic'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-108125688114055203</id><published>2004-04-06T19:14:00.000+08:00</published><updated>2004-04-07T08:58:06.046+08:00</updated><title type='text'>Tak ada noda di kesepuluh jari tangan</title><content type='html'>&lt;em&gt;Hoii... pak! Tidak usah sampai melotot begitu. Tadi habis nyuci baju. Di rumah pakainya detergen yang super dzuper quick wash, dengan butiran-butiran gandanya mampu mengangkat noda, tuntas hingga pori-pori tersembunyi pun.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 april '04 pukul 06 pagi lebih sedikit, waktu tamalanrea (baca bagian tengah waktu indonesia)&lt;br /&gt;Bonyok di semarang interlokal. &lt;tt&gt;&lt;br /&gt;+ sudah siap nyoblos?&lt;br /&gt;- nggak, gak ada kartu pemilih.&lt;br /&gt;+ jadi gak ada yang nyoblos?&lt;br /&gt;- iya. ntar mau milih apa mi? pohon beringin lagi?&lt;br /&gt;+ ah... nggak, apatis. PKS apa? cuman bingung, milih calegnya siapa?&lt;br /&gt;- zuber syafawi saja...&lt;br /&gt;+ siapa?&lt;br /&gt;- nggak tau ding, nyoblos tanda gambarnya saja...&lt;br /&gt;+ kalau presiden, mungkin SBY saja...&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belasan tahun yang lalu, saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Pemilu tiga partai. Abang paling sulung, sibuk menggunting karton manila putih, mengikuti lekuk goresan pensil. Hasil akhir prakaryanya terlihat jelas, gambar lengan dengan tiga jari tertekuk dan dua lainnya -telunjuk dan jari tengah- mengacung. Emm... mungkin tugas sekolah, itu kan simbol Keluarga Berencana, dua anak cukup, pikir saya kala itu. Esok hari, barulah saya tau arti prakarya itu. Selepas sekolah, dijemput kedua orangtua dan juga rekan kantornya -tumben, pulang ngantor lebih awal-, dengan mobil daihatsu taft ikut dalam barisan konvoi. Ada banyak mobil truk yang mengangkut banyak orang pula, dan ada banyak motor. Berkonvoi hingga ke perkampungan -maklum, jika hanya kota saja terlalu kecil, tidak usah pakai kendaraan bermotor, cukup sepeda bahkan jalan kaki saja tidak akan memakan waktu yang lama-. Sebagian besar memakai kaos berwarna kuning, bergambar pohon beringin hijau. Mengacung-ngacungkan dua jari. Jari tengah dan telunjuk, seperti hasil prakarya abang kemarin, yang kini terekat di kaca pintu belakang mobil. Menutupi hasil karyanya sebelumnya, tulisan live aid dan sebuah bentuk yang tidak jelas (belakangan barulah saya tau, itu gambar benua afrika). Taulah saya, kalau mereka sedang mengadakan pemilu, katanya buat milih presiden. Tapi masa bodoh dengan penjelasan itu, keluar masuk kampung dalam barisan konvoi yang memanjang terasa sangat menyenangkan. Sambil mengacungkan dua jari tentunya.&lt;br /&gt;Entah beberapa hari atau sepekan setelahnya, tontonan baru yang lebih mengasyikkan datang. Helikopter, tepat di tengah lapangan agung. Ini pertama kalinya saya melihat helikopter secara langsung, dan mungkin juga bukan saya saja. Karena ada banyak orang, duduk melingkar di tanah berumput, menatap helikopter yang dijaga tiga orang berseragam loreng lengkap dengan senjata. Dan malamnya, terasa lebih semarak. Di pelataran rumah jabatan bupati, ada rombongan pelawak yang biasa tampil di telivisi. Tapi sebelum mereka, ada wajah yang teramat sangat familiar, pun suaranya. Harmoko, ya... Harmoko. Wow, pidatonya (baca, orasi) berapi-api, begitu berkobar-kobar, teramat bersemangat. Dan semuanya seperti terkesima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 april '04 pukul 06 pagi lebih kuranglebih duapuluhdua menit, masih waktu tamalanrea.&lt;br /&gt;Kakak di cikarang interlokal.&lt;tt&gt;&lt;br /&gt;+ sudah mau berangkat ke tps ya?&lt;br /&gt;- nggak, gak milih kok. gak kedaftar.&lt;br /&gt;+ kenapa bisa?&lt;br /&gt;- mungkin waktu pendataan rumah lagi kosong.&lt;br /&gt;+ kenapa gak melapor? hiii... sayang-sayangnya...&lt;br /&gt;- ya, mau di apa  lagi. pilih apa nanti?&lt;br /&gt;+ mau tau... rahasia dong.&lt;br /&gt;- yee...&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 april '04 pukul 09 lebih duapuluhan, juga waktu tamalanrea.&lt;br /&gt;Syarifah... panggil seorang panitia dengan menggunakan pengeras suara. Yang bernama Syarifah berdiri, berjalan tersenyum mengambil kartu suara lalu menuju bilik. Agak lama hingga ia keluar, lalu menuju kotak suara dan jari kelingking kiri bersemu ungu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 april '04 pukul 11 kurang kuranglebih lima menit, lagi-lagi waktu tamalanrea.&lt;br /&gt;Kali ini telpon lokal dari seorang sahabat sewaktu sma. Roel. Cukup lama juga tidak bertemu, padahal masih satu kota ^_^&lt;tt&gt;&lt;br /&gt;+ wei... ke rumahnya ko' aco, habis itu ke rumahku ko'! nanti sama-sama ketempatnya guntur, terus anci. sudah lama tidak ngumpul toh?. eh, sudah mo ko memilih kah?&lt;br /&gt;- nggak.&lt;br /&gt;+ golput ya?&lt;br /&gt;- bukan pak, tidak kedaftar.&lt;br /&gt;+ kenapa bisa? *suara ketawa*&lt;br /&gt;   eh, pergi mo ko' sekarang paengna (kalau begitu berangkat sekarang).&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hoii... pak. Masa' biar jari kaki diplototin juga? Gak mungkin lah nyelupin kaki ke dalam tinta. Sumpah pak, saya kesal banget gak bisa ikutin milih. Padahal pengen sekali nyoblos nomor 16.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 april '04 sekitar pukul satu siang lebih seperempat, kali ini waktu barukang, paotere (baca, bagian tengah waktu indonesia) &lt;tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Eh, Roel, situ nyoblos apa?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;PKS dong.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Calegnya?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tidak kutau, saya ambil yang namanya bawah-bawah. Kau Aco?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;PKS ji' juga.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tiga-tiganya?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ah, tidak. Yang pusat sama DPRD I. DPRD II nya saya ambil PDK.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Siapa kau tusuk DPD?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Siapa di'? Bawah-bawah ji' juga namanya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Saya ku pilih Kahar Muzakkar. Ka' keren-keren ki' di dengar namanya.&lt;br /&gt;Sudah bapak-bapak. Cukup ceritanya. Saya tambah kesal pak, pengen banget ikutan nyoblos. Nomor enambelas. Huhuhiks T_T&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;______________________________________&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;em&gt;pagi tadi, dengar cerita teman lainnya, di pondokan nomor enambelas menang disusul sama si duapuluh, di satu tps perumdos unhas tamalanrea si tigabelas unggul disusul sama enambelas. Dan pohon beringin  masih menguning di kota makassar. Demikian sekilas pandang dari kota makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) postingan kali ini sangat-sangat bersifat subyektif semata, mohon maaf kalo gak berkenan di hati. maapin ye...&lt;/em&gt;&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-108125688114055203?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108125688114055203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108125688114055203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/04/tak-ada-noda-di-kesepuluh-jari-tangan.html' title='Tak ada noda di kesepuluh jari tangan'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-108056148768413365</id><published>2004-03-29T18:55:00.000+08:00</published><updated>2004-03-29T20:09:32.233+08:00</updated><title type='text'>Bilik Kecil Sinovia</title><content type='html'>Ahad pagi kemarin, bareng dengan &lt;a href="http://infomedika.t35.com/" target=_blank&gt;k' ichal&lt;/a&gt;, upload situs &lt;a href="http://sinovia.t35.com/" target=_blank&gt;sinovia&lt;/a&gt;. Sengaja memilih pagi hari, karena di waktu ini, koneksi di warnet bisa cepat. Seluruh tampilan, script php dan segala yang berhubungan dengannya, dibuat oleh &lt;a href="http://infomedika.t35.com/" target=_blank&gt;bapak ini&lt;/a&gt;. Saya sendiri, asli sama sekali buta dengan namanya php dkk. Rencana publish sinovia sudah lama, sejak akhir tahun kemarin. Tapi berhubung tidak dapat hostingan gratis yang support php -sebenarnya sudah mendaftar di &lt;a href="http://t35.com/" target=_blank&gt;t35&lt;/a&gt;, tapi balasan aktivasi tidak sampai-sampai juga, baru kemarin register ulang dan dapat balasan email aktivasi- baru ahad kemarin bisa upload. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sinovia.t35.com/" target=_blank&gt;Sinovia&lt;/a&gt; merupakan majalah kedokteran unhas. Pertama kali mengenalnya, saat di ospek sebagai mahasiswa baru. Selanjutnya, tahun kedua kuliah, sering berkunjung ke ruang sinovia (sebelum berpindah ke gedung student center). Sebuah kebetulan, bilik kecil sinovia, -demikian biasanya ruang sekretariat ini disebut- terletak berhadapan dengan ruang praktikum faal. Bilik kecil sinovia, dinamai demikian mungkin karena luas ruangannya yang kecil. Berukuran tiga kali empat meter, pintu ruangan ini selalu terbuka lebar. Di dinding atas pintu terdapat tulisan Bilik Kecil Sinovia, sebagai pengucap selamat datang. Lantai berselimutkan karpet berwarna abu-abu, dengan satu sisi dinding dalam berlukis grafiti cleopatra -mungkin-, sketsa perempuan berkerudung bercadar dari pensil warna, dan tampilan sampul depan tabloid sinovia edisi sebelumnya, dibingkai menghiasi sisi dinding lainnya. Sebuah lemari kayu besar terdapat di sudut ruang. Tempat ini juga menjadi favorit teman lain, karena terdapat mesin ketik yang bisa digunakan mengerjakan tugas pendahuluan, sebagai syarat masuk praktikum.&lt;br /&gt;Tahun ketiga kuliah, diawali dengan penerimaan anggota magang, saya mulai  berinteraksi dengan penghuni lain bilik ini (agak terlambat memang). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sedikit cerita saat menjadi anggota magang. Pimred, langsung memberi tugas wawancara untuk laporan utama. Tidak ada pembekalan sama sekali, hanya diberitahu gambaran tentang laput dan siapa narasumber. Sisanya... terjun bebas. Bersama dengan dua rekan magang lainnya, thurie dan ridwan, sepakat bolos kuliah untuk mewawancarai narasumber di RS Angkatan Darat Pelamonia (isi laput tentang dokter militer,  saat itu lagi gembor-gembornya antipati segala yang berbau militer). Tidak ada janji sebelumnya dengan narasumber, dan saat bertemu, para narasumber tadi justru menyuruh mengikuti pertemuan mereka. Kami cuma menurut, pikirnya, setelah pertemuan bisa langsung mewawancara. Kesempatan pula, narasumber yang didapat bisa lebih dari satu. Ternyata, pertemuan yang kami ikuti tidak lebih dari presentasi produk obat baru dari satu industri farmasi, walhasil cuma bengong saja. Setelah presentasi, ada jamuan makan siang. Hitung-hitung rejeki tugas pertama. Setelah pertemuan dan jamuan makan siang usai, saat mengkonfirmasi ulang maksud kedatangan dengan para narasumber, mereka malah bengong. Nah lho. Terpaksa, wawancara ditunda keesokan harinya.&lt;br /&gt;Esoknya, setelah janjian dengan kedua rekan untuk membolos lagi, bertemu dengan narasumber. Narasumbernya malah keberatan diwawancarai. Namun setelah dijelaskan isi liputan, dan memberi draft pertanyaan, barulah ia mau (ternyata, beliau mengira isi liputan tentang peran militer dalam politik). Dan kami mulai sibuk mencatat semua jawaban yang diberikannya (maklum, tidak ada yang namanya tape recorder). &lt;br /&gt;Saat tabloid sinovia terbit, membaca liputan utama, mencari-cari hasil wawancara kami, ternyata hanya sebagian kecil yang diambil. Hanya dua baris kalimat saja. Tapi rasanya kok senang banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, saya tidak terlalu lama berinteraksi dengan penghuni bilik kecil ini. Kesibukan saat memasuki stadium klinik, membuat saya  lupa dengan mereka. Hanya pada saat-saat tertentu saja saya menyambangi mereka. Sungguh sayang. Dan akhir tahun lalu, saat bertemu dengan teman-teman di sinovia, ada keinginan untuk memperbaiki tampilan &lt;a href="http://sinovia.t35.com/" target=_blank&gt;sinovia online&lt;/a&gt; yang sudah ada. Hasilnya sudah bisa dilihat sekarang, walau masih banyak kekurangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;PS : terimakasih banyak buat k' ipink, k' ippank, k' irham. buat sinocrew, keep da gud work friends. juga makasih banyak untuk k' ichal tentunya.&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-108056148768413365?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108056148768413365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108056148768413365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/03/bilik-kecil-sinovia.html' title='Bilik Kecil Sinovia'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-108021572709241226</id><published>2004-03-25T19:03:00.000+08:00</published><updated>2004-03-25T20:06:39.420+08:00</updated><title type='text'>Kemana perginya?</title><content type='html'>Dari mana datangnya?&lt;br /&gt;Gampang, runut mundur saja.&lt;br /&gt;Kepala mendongak. Memandang langitlangit, memandang lampu. Memandang kerumunan di sekitar bohlam limapuluh watt. Ada yang diam, ada yang terus bergerak. Kerumunan itu berasal dari satu barisan. Ada yang datang ada yang pulang. Dan ketika berpapasan, entah apa yang mereka lakukan. Mungkin bersalaman, mungkin berangkulan, bahkan mungkin saling berciuman; karena terlihat seperti itu. Kembali merunut mundur barisan yang datang, mengikuti barisan yang pulang. Berjalan dengan tubuh terbalik melawan gravitasi di langitlangit, lalu menukik ke bawah di dinding kayu, lalu menghilang di antara celah kecil kayu. Kemana?&lt;br /&gt;Dari sana asalnya, dan pasti mereka membangun kerajaannya di dalam sana.&lt;br /&gt;Kenapa? Mengapa malam hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh berwarna merah jingga, entah kaki atau tangan, berjumlah tiga pasang, berukuran lebih besar dari sesama marganya. Saya dulu pertama kali mengenalnya dengan nama semut rang-rang. Mereka seperti penguasa, menguasai pohon jambu air di halaman depan si kembar rio dan roi. Buah warna merah jambu, kulit licin mengkilap, menggiurkan. Harus berhati-hati bila memetik secara memanjat pohon, jika tidak ingin tergigit para penguasa itu. Lebih aman menggunakan galah bambu, walau tetap saja harus menepuknepukkan buah jambu ke tembok pagar. Agar mereka terlepas dari buah. Menguasai seluruh pohon, berjalan melingkari batang, dahan, ranting, dedaun, kembang dan buah. Di dahan paling pucuk, mereka merekatkan dedaunan menjadi satu, entah bagaimana caranya. Menjadi rumah rupanya, tempat tinggal yang nyaman, kerajaan bagi koloni mereka. Tapi itu kala pagi, siang, sore. Malam, saya tidak tahu, apakah mereka tetap berjalan melingkari batang, dahan, ranting, dedaun, kembang dan buah? Aneh saja rasanya menggalah buah jambu di malam hari. Selain tidak jelas terlihat, takut nanti di teriakin... pencuri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka masih berkerumun di sekitar bohlam limapuluh watt. Ada yang diam ada yang bergerak. Dengan gesit dan cekatan, entah tangan atau kaki, menangkap serangga kecil yang terbang sekitar bohlam. Dengan sayapnya mungkin coba berontak. Tapi mungkin juga, gigitan dan cengkeraman itu begitu kuat, belum lagi bantuan serangan dari rang-rang lainnya. Diam. Ada yang berhasil lepas, terbang, jatuh di atas meja persegi atau menimpa lima tubuh yang duduk di empat sisi meja. Seperti refleks, satu tangan yang tidak memegang kartu, menepis atau menjentiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerumunan itu berasal dari satu barisan. Ada yang datang, lalu menebar mengitari bohlam. Mereka seperti penguasa. Cicak saja takut mendekat bohlam, hanya menunggu, berharap ada serangga kecil yang tersesat menjauhi cahaya. Kenapa tidak menyantapnya saja? mungkin rang-rang tidak enak, atau mungkin panas, seperti api, melepuh lidah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerumunan itu berasal dari satu barisan. Ada yang pulang, berjalan dengan  tubuh terbalik melawan gravitasi di langitlangit, lalu menukik mengikuti bidang dinding kayu. Ada serangga kecil dalam cengkeraman kokoh gigi atau taring. Menghilang di celah kecil dinding kayu. Seperti apa kerajaan mereka di dalam sana? Apakah ada dedaun yang terekat satu sama lain? Dan ini bukan pagi, siang atau sore. Tapi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit biru, sebagian menyisakan awan jingga dan gelap perlahan hilang. Bintang-bintang kasat mata, terkalahkan benderang matahari. Saatnya memadamkan lampu yang menyala semalaman. Mendongak, memandang bohlam limapuluh watt, memandang langitlangit. Sepi, lengang. Tidak ada kerumunan. Kemana perginya?&lt;br /&gt;Sudahlah, malam nanti mereka akan datang kembali, juga malam esok, esoknya lagi, esoknya lagi-lagi-dan lagi. Sampai kau merasa terbias, dan mungkin lupa untuk menanyakannya lagi. Sekarang, bersihkan saja meja persegi dari (maap) kotoran cicak yang menimpanya. Ups, tunggu. Biarkan saja mengering dulu terkena angin. Akan lebih mudah membersihkannya, dan juga baunya berkurang.&lt;br /&gt;Emmm... kemana perginya kunangkunang di siang hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;kala letih meraja *tzzsaahhh* bawaannya jadi ngelantur mulu :p gegegeg.... pala masih sering puyeng nyut.. nyut.. nelan analgetik malas, paling cuma bisa ngilangin sebentar&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-108021572709241226?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108021572709241226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/108021572709241226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/03/kemana-perginya.html' title='Kemana perginya?'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107995438372147798</id><published>2004-03-22T18:38:00.006+08:00</published><updated>2004-04-22T10:25:57.860+08:00</updated><title type='text'>Hari ini saya ingin melempar batu</title><content type='html'>&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/D/daunpisang/1080003242_Dahmadyassin.JPG" align=top width=140 height=100&gt; &lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/D/daunpisang/1069245503_Apalestinaanaktank.jpg" align=top width=200 height=100&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya belajar melempar batu;&lt;br /&gt;menggenggam erat hingga menyembul uraturat nadi,&lt;br /&gt;menghempas keras hingga lengan serasa melesat bersama,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya ingin melempar batu;&lt;br /&gt;karena batu tak kan pernah habis,&lt;br /&gt;seperti rumahrumah yang kau hancurkan,&lt;br /&gt;karena batu tak kan pernah habis,&lt;br /&gt;seperti tembokmu yang kan runtuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya ingin melempar batu;&lt;br /&gt;tepat di wajah culasmu,&lt;br /&gt;tepat di wajah pongah kalian,&lt;br /&gt;hari ini saya ingin melempar batu&lt;br /&gt;hingga batu bicara*&lt;br /&gt;hingga batu bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;asy syahid syekh ahmad yassin, duka palestina &lt;br /&gt;*) al hadist&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107995438372147798?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107995438372147798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107995438372147798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/03/hari-ini-saya-ingin-melempar-batu.html' title='Hari ini saya ingin melempar batu'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107995567982118274</id><published>2004-03-22T18:38:00.005+08:00</published><updated>2004-03-23T09:15:25.733+08:00</updated><title type='text'>Maret setahun silam</title><content type='html'>&lt;em&gt;biru langit hening, &lt;br /&gt;segores awan putih, &lt;br /&gt;hijau pokok dedaun &lt;br /&gt;kuning kelopakkelopak &lt;br /&gt;bunga matahari; &lt;br /&gt;berharap halau resah &lt;br /&gt;berharap sirna lelah &lt;br /&gt;berharap hadir asa yang hilang&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret setahun silam. Kala pertama belajar &lt;em&gt;blogging&lt;/em&gt;. Cukup menekan tombol-tombol di &lt;em&gt;keyboard&lt;/em&gt; ataupun sekali memijit &lt;em&gt;mouse&lt;/em&gt;, akan tersaji seribusatu kisah dalam pendar layar monitor. Takjub. Saya selalu takjub dengan peradaban maya ini. Bagaimana bisa seribusatu kisah itu muncul dalam pendar monitor? Apakah seribusatu kisah itu -dari ruangruang yang berbeda- berlarian menyusuri serat-serat optik, melayang-layang di udara, kemudian kembali menyusuri serat-serat optik lagi hingga bermunculan dalam pendar monitor? Jika ya, tentu begitu banyak kisah -amarah, suka, kecewa, haru, sedih, putus asa, sesal, duka- yang melayang kasat mata di udara. Menunggu giliran hingga jari menekan tombol &lt;em&gt;keyboard&lt;/em&gt;, memijit &lt;em&gt;mouse&lt;/em&gt; agar ia wujud dalam pendar layar monitor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret setahun silam. Kala pertama belajar &lt;em&gt;blogging&lt;/em&gt;. Takjub, memandang lekat pendar monitor. Membaca perlahan, di antara resah dan kesal akan polah pongah &lt;strike&gt;Bush&lt;/strike&gt;. Mengaku diri sang pahlawan, dan bom berjatuhan meluluhlantakkan tanah irak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;for my lovely brother, &lt;a href="http://infomedika.t35.com/" target=_blank&gt;ichal&lt;/a&gt;, makasih banyak telah memperkenalkan sisi lain sebuah peradaban maya. Bukan hanya sekedar menyisipkan kata kunci pada kolom mesin pencari untuk melengkapi setumpuk referat yang memburu, tapi pada seribusatu kisah penghuni perkampungan maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iseng pengen baca catatan silam, klik &lt;a href="http://nyanyiansilam.blogspot.com/" target=_blank&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107995567982118274?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107995567982118274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107995567982118274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/03/maret-setahun-silam.html' title='Maret setahun silam'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107957960899213253</id><published>2004-03-18T10:37:00.000+08:00</published><updated>2004-03-22T11:19:20.170+08:00</updated><title type='text'>Bukan di Negeri Dongeng</title><content type='html'>Ini judul buku. Belum lama saya membelinya, sekitar dua pekan yang lalu di toko buku kecil pintu dua kampus unhas tamalanrea. Tadinya mengira semacam chicken soup seperti buku pelangi nurani dari penerbit yang sama. Setelah di baca sampai habis, sebagian besar berisi cerita tentang aktivis salah satu partai. Menarik, dan saya ingin posting salah satu kisah, yang bagi saya sangat memikat. Saya tidak bermaksud untuk berkampanye, tapi mungkin terlihat seperti itu adanya. Yang menilai kan para pengunjung rumah maya ini sendiri. Silakan dibaca, kalau tidak tertarik, tinggal menutup jendela rumah maya ini atu ke &lt;a href="http://www.antipolitisibusuk.net/" target=_blank&gt;tempat ini saja&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;strong&gt;Rezeki Milik Siapa?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Bukan Di Negeri Dongeng, h6-8, Helvy Tiana Rosa, Izzatul Jannah dkk, Syaamil, cetakan kelima, desember '03)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosoknya tinggi besar, ada bekas sujud pada keningnya. Gaya bicara yang lembut tetapi tegas adalah ciri yang melekat padanya. Mantan aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia) wilayah Jawa Tengah ini sudah berdakwah sejak remaja. Sosoknya yang sederhana, gampang belas kasih pada kaum dhuafa adalah sosok istimewa di tengah-tengah gemerlapnya fasilitas anggota Dewan. Ya, Pak Zubair Syafawi kini adalah anggota legislatif DPRD I Jawa Tengah dari Partai Keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini beliau dicalonkan menjadi gubernur/wagub Jawa Tengah. Tahukah anda, beliaulah calon gubernur/wagub yang memiliki harta paling sedikit? Aset kepemilikan beliau ketika dihitung hanya sejumlah Rp. 20 juta ! Tidak lebih! Masya Allah. Saya tergugu mendengarnya.&lt;br /&gt;Karena kebetulan saya dekat dengan keluarga beliau, saya tahu Pak Zubair dan Bu Dyah adalah sepasang suami-istri tangguh yang telah bertekad&lt;br /&gt;menginfakkan seluruh hidupnya untuk dakwah Islam dan tidak sedikit pun hendak mengambil rezeki lebih dari jalan dakwah yang beliau pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berputra hampir enam, rumah masih kontrak di daerah pemukiman padat, tidak memiliki kursi tamu sehingga setiap tamu diterima dengan lesehan, tidak memiliki kendaraan pribadi sehingga pergi kemanapun - termasuk ke kantor DPRD - memakai angkutan umum. &lt;br /&gt;Dan, tahukah anda bahwa Pak Zubair hanya mengambil gaji dari Dewan secukupnya dan selebihnya selalu diberikan pada bendahara partai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sepenggal kasih yang saya dengar sendiri dari istri beliau, Ibu Dyah &lt;br /&gt;Rahmawati, sepanjang perjalanan di wilayah barat Jawa Tengah.&lt;br /&gt;"Bu Dyah, ceritakan pada saya tentang kemanfaatan duniawi," pinta saya pada beliau.&lt;br /&gt;Beliau tersenyum sambil memandang mata saya. "Harta duniawi itu kemanfaatannya tergantung pada kita. Kemanfaatannya terbagi menjadi tiga. Yang paling rendah adalah hisbusyaithan (jalan syetan), yaitu ketika kita tabsyir (menyia-nyiakan harta, bermegah-megah dan melupakan dhuafa). Tingkat berikutnya adalah intifa' (kemanfaatan), yakni ketika kita memiliki harta dan kemanfaatannya dirasakan oleh kita, keluarga dan sekaligus umat. Contohnya bila kamu punya mobil, katanya pada saya," maka itu intifa' &lt;br /&gt;ketika bermafaat tidak hanya untuk diri dan keluarga tetapi juga untuk dakwah. Nah, yang tertinggi itu fisabilillah, yakni ketika seluruh diri, keluarga dan harta yang kita miliki kita berikan seluruhnya untuk dakwah, kita mengambil secukupnya saja, sekadarnya."&lt;br /&gt;"Jadi, Ibu tidak pernah menabung? Untuk persiapan anak-anak, misalnya?" Tanya saya gelisah.&lt;br /&gt;Beliau hanya tertawa. Dan saya menyaksikan sendiri bahwa visi itu tidak sekadar visi, tetapi telah menjadi karakter pada diri beliau berdua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, Pak Zubair mendapat rezeki yang banyak, lebih dari kebutuhan sehari-hari keluarga mereka. Maka, beliau meletakkan rezeki itu diatas meja.&lt;br /&gt;"Pak, mengapa uang begitu banyak diletakkan begitu saja di meja?" Tanya Bu Dyah.&lt;br /&gt;"Itu bukan rezeki kita, Bu. Semoga nanti diambil oleh pemiliknya," kata Pak Zubair tenang. Lalu beliau melanjutkan kesibukannya, demikian pula Bu Dyah yang telah cukup dengan keterangan Pak Zubair. &lt;br /&gt;Maka, ketika hari telah menjelang siang, datanglah salah seorang tetangga Pak Zubair, seorang pengemudi becak. "Assalamu'alaikum Pak Zubair ., tolong.tolong.saya, Pak.!" &lt;br /&gt;"Wa'alaikumussalam. monggo, Pak.,lenggah rumiyin. Duduk dulu.! Apa yang bisa dibantu, Pak?"&lt;br /&gt;"Saya. saya tidak punya uang untuk menebus anak saya dari rumah sakit, Pak."&lt;br /&gt;Masih dengan senyum menenangkan, Pak Zubair mengambil uang yang sedari pagi tergeletak &lt;br /&gt;di atas meja. Utuh dalam amplopnya. "Yang empunya rezeki sudah mengambil haknya, Bu," &lt;br /&gt;Bisik Pak Zubair pada Bu Dyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Izzatul Jannah&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, saya seperti berada di sebuah negeri dongeng ketika membaca kisah ini. Betapa sederhananya. Semoga saja semakin banyak orangorang yang berhati mulia, pemimpin yang amanah, seperti yang tertulis dalam sejarah. Seperti yang terkisah dalam &lt;a href="http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2003_11_01_nyanyian-perjalanan_archive.html#107017825155884507" target=_blank&gt;lima syair tentang warisan harta&lt;/a&gt; nya pak taufik ismail. Semoga saja...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107957960899213253?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107957960899213253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107957960899213253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/03/bukan-di-negeri-dongeng.html' title='Bukan di Negeri Dongeng'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107932757413034566</id><published>2004-03-15T13:06:00.000+08:00</published><updated>2004-03-20T09:05:06.593+08:00</updated><title type='text'>Lelah: halaman hampa</title><content type='html'>&lt;font color="#000000"&gt;memungut kepingan semangat, lama sudah ia jatuh&lt;br /&gt;berhamburan, lupa saya akan bentuknya kini&lt;br /&gt;letih&lt;br /&gt;lelah&lt;br /&gt;saya seperti menyusun puzzle&lt;br /&gt;yang tak pernah lengkap&lt;br /&gt;kemana perginya semangat yang hilang?&lt;br /&gt;hening&lt;br /&gt;hampa&lt;br /&gt;kosong &lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107932757413034566?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107932757413034566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107932757413034566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/03/lelah-halaman-hampa.html' title='&lt;font color=&quot;#000000&quot;&gt;Lelah: halaman hampa&lt;/font&gt;'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107900442656707078</id><published>2004-03-11T19:16:00.000+08:00</published><updated>2004-03-12T08:56:53.200+08:00</updated><title type='text'>Kenapa harus melaju cepat?</title><content type='html'>Hei, kenapa harus melaju cepat? adakah bulirbulir air itu menakutkanmu?&lt;br /&gt;Hei, kenapa harus menginjak pedal gas dalamdalam? bukankah kau merasa nyaman, terlindungi. Tak ada cemas bulirbulir air menimpa, meresap basah pakaianmu.&lt;br /&gt;Hei, kenapa tidak mengurangi laju? adakah &lt;em&gt;wiper&lt;/em&gt; yang bergerak konstan pada keteraturan di balik kaca, mengaburkan pandangan? Hei... lihatlah, saya di tepi jalan, tanpa payung tanpa pelindung.&lt;br /&gt;Hei, kenapa tidak melepas pijakan pada pedal gas? agar ragu itu terhalau, beri waktu melintas lajur beberapa depa beberapa saat. Hampir habis celah bagi bulirbulir air meresap basah.&lt;br /&gt;Hei, kenapa... &lt;br /&gt;Hei, kenapa saya menyalahkan kalian ya? Jelas mendung pekat terapung, masih gengsi juga bawa payung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107900442656707078?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107900442656707078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107900442656707078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/03/kenapa-harus-melaju-cepat.html' title='Kenapa harus melaju cepat?'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107875000126426054</id><published>2004-03-08T19:29:00.000+08:00</published><updated>2004-03-22T10:32:04.043+08:00</updated><title type='text'>Senyum </title><content type='html'>Tidak ada yang berbeda dari sosoknya. Sama seperti kebanyakan penjaja makanan lainnya di atas kereta api. Bakul besar yang dililit kain panjang ke tubuhnya, berisi aneka lauk. Perempuan, usia paruh baya, rambut yang mulai memutih dan keriput di wajah  menandakannya. Berjalan dari satu gerbong ke lainnya, tersenyum ramah ke setiap penumpang. Perempuan paruh baya itu berhenti di samping saya. Ayam bumbu kuning, balado telor, tempetahu bacem, rempelahati bumbu ditusuk sate, emmm… terlihat nikmat. Tapi lambung sudah terisi penuh. Sebelum keberangkatan, si mbah sudah maksa makan. Pagi-pagi makan  sate kambing dan ayam ingkung. Uhh… kenyang. Perempuan paruh baya itu masih berdiri di samping saya. Gelengan kepala membalas senyum ramahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei tahun lalu. Selepas menghadiri pernikahan sepupu saya di brebes. Kembali ke bekasi dengan kereta api (dari bekasi ke brebes naik bis). Tepat jam sebelas siang, fajar utama meninggalkan stasiun tegal. Melewati kota brebes, membelah lahan pertanian bawang. Musim panen, bawang ditumpuk membentuk gunungan berwarna merah, paling atas berwarna hijau, berlarian di jendela kereta api. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas stasiun cirebon, suasana dalam kereta semakin ramai. Penjaja makanan; pecel lontong, telor asin, tahu goreng, emping, sale pisang, boneka, dan juga perempuan paruh baya itu; berjalan tidak pernah henti. Tidak pernah henti menyodorkan dagangannya, dan juga senyum. Mendekati stasiun cikampek, perempuan paroh baya itu duduk menggeletak. Meletakkan bakul di sisinya, tidak jauh dari tempat duduk saya. Berbincang dengan mbok lontong pecel. Lamat, saya menangkap pembicaraan mereka yang memakai bahasa jawa (saya kurang bisa berbahasa jawa). Tapi dari pembicaraan mereka, saya tahu kalo hari itu penghasilan mereka kurang. Perempuan paroh baya itu tetap tersenyum. Bukan, bukan senyum yang dibuat untuk menarik pembeli. Bukan pula senyum melepas perih. Senyumnya sangat indah. Mungkin senyum mensyukuri nikmatNya. Rabb, ajari saya untuk selalu mensyukuri nikmatMu. Selepas stasiun cikampek, perempuan paroh baya itu tidak tampak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;ps : buat &lt;a href="http://basokuah.blogspot.com/" target=_blank&gt;ikabaso&lt;/a&gt;, ane cuma bisa titip doa, semoga ente cepat diberi kesembuhan dan lekas pulih olehNya, biar bisa smackdown lagi sama deon, maen roti hotdog :D &lt;br /&gt;jangan lupa kalo makan bakso jangan ditelan bulatbulat, ntar keselek... potong dulu jadi 8 bagian, satu bagian buat item :p&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107875000126426054?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107875000126426054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107875000126426054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/03/senyum.html' title='Senyum '/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107836920468032831</id><published>2004-03-04T10:33:00.000+08:00</published><updated>2004-03-05T09:25:57.950+08:00</updated><title type='text'>Polisi...</title><content type='html'>Klakson yang ditekan berkalikali, suara gas yang terus digerung, memaksa kendaraan lain menepi. Memberi jalan. Satu, dua, … lima. Lima lelaki dengan motor trailnya, masih menarik pedal gas kuat-kuat, menambah bising jalanan yang memang sudah bising. Mengebut, mungkin sedang unjuk kebolehan mengejar penjahat. Meninggalkan asap hitam melayang perlahan. Di punggung kaos coklat gelap ketat tertulis perintis. Merintis jalan menuju…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Priiittt… ia berdiri di tengah jalan pada satu lajur. Semua kendaraan pada jalur lurus berhenti. Siapa yang berani menabraknya? Ia tidak berseragam. Topi rimba hitam menutupi kepalanya, memakai kaos lengan panjang, celana panjang jeans robek pada satu lutut. Sempritan dijadikan kalung, pentungan kayu cat merah di satu tangan. Diayun-ayunkan, seperti memberi  komando yang dilakukan polisi lalulintas sungguhan. Priiittt… semua kendaraan pada jalur lurus berhenti. Mempersilahkan kendaraan yang akan berbelok keluar dan masuk. Tangan menjulur dari kaca jendela mobil yang terbuka. Lelaki dengan pentungan di satu tangan sedikit membungkuk, mengucapkan terimakasih. Kepingan receh berpindah tangan. Polisi cepek namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijau berarti jalan. Merah wajib hukumnya untuk berhenti. Jangan coba-coba nekat. Berani maju? Priiittt… sosok berseragam coklat muda bersahabat tiba-tiba kan muncul dari balik pohon besar peneduh jalan. Ia akan menyapamu, melempar senyum, berbasa-basi menawarkan perdamaian. Ini namanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari hampir tepat di atas kepala. Dalam monitor tv berbagai ukuran di rumah-rumah. Berpindah satu saluran ke lainnya, hampir seragam. Pembawa berita dengan ekspresi dibuat sangar dan garang. Menampilkan aksi ala film-film hollywood. Sekelompok orang, berseragam preman, pistol di tangan, berlarian di jalan, lorong-lorong, mengendap, mengepung, mendobrak pintu dengan satu kaki. Braaakkk! &lt;strong&gt;JANGAN BERGERAK, ANGKAT TANGAN!!!&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107836920468032831?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107836920468032831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107836920468032831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/03/polisi.html' title='Polisi...'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107814179757942936</id><published>2004-03-01T19:26:00.000+08:00</published><updated>2004-03-02T09:18:26.763+08:00</updated><title type='text'>Sudut ruang, dialog maya</title><content type='html'>+  wow, di sini dingin sekali.. brrrr...&lt;br /&gt;&lt;em&gt;-   dingin?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;+  ya, di luar lagi turun salju&lt;br /&gt;&lt;em&gt;-   salju? seperti apa?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;+  seperti kapuk yang beterbangan, berhamburan saat kau perang bantal..&lt;br /&gt;&lt;em&gt;-   hahaha... tidak, saya tidak ingin melihatnya..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;    (hening, tarikan nafas dalam, hembusan panjang)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;-   saya ingin merasakannya... seperti apa ketika salju jatuh menyentuhmu?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;+  dingin&lt;br /&gt;&lt;em&gt;-   sudah pasti bukan? lembut?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;+  ya&lt;br /&gt;&lt;em&gt;-   seperti kapas?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;+  ya&lt;br /&gt;&lt;em&gt;-   merekah ketika menghempas tubuhmu?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;+  ya&lt;br /&gt;    (hening, kali kedua)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;-   terimakasih... saya merasakannya...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;    &lt;em&gt;(seandainya kau tahu, saya hanya bisa meraba dan merasakan. Tidak          &lt;br /&gt;    begitu banyak yang terekam dan tersimpan dalam memori. Bersyukur,  &lt;br /&gt;    saya masih sempat memiliki masa enam tahun. Melihat salju, di tv, seperti &lt;br /&gt;    yang kau ceritakan. Melihat warnawarni pelangi, seperti apa merah, seperti &lt;br /&gt;    apa kuning, seperti apa hijau, biru, putih. Enam tahun, kemudian &lt;br /&gt;    warnawarni itu memudar kabur. Menyisakan satu warna. Hitam, kelam.)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;*) pada sebuah kenangan&lt;br /&gt;   4 erick, tq v'much brother&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107814179757942936?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107814179757942936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107814179757942936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/03/sudut-ruang-dialog-maya.html' title='Sudut ruang, dialog maya'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107802156019652904</id><published>2004-02-29T10:24:00.000+08:00</published><updated>2004-02-29T10:28:54.123+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>yup hahaha... ^_^&lt;br /&gt;lengkap sudah semuanya&lt;br /&gt;makasih banyak chal!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107802156019652904?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107802156019652904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107802156019652904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/02/yup-hahaha.html' title=''/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107786429329163576</id><published>2004-02-27T14:35:00.000+08:00</published><updated>2004-03-07T11:42:09.716+08:00</updated><title type='text'>Kamar tiga kali tiga</title><content type='html'>Tiap kali menyusuri setapak menuju kampus, saya selalu berharap jendela kamar itu terbuka. Penanda pemiliknya ada. Berkunjung sejenak, sekedar menyapa dan bertanya rencana kegiatannya.&lt;br /&gt;Tiap kali menyusuri setapak menuju rumah -bila tidak pulang bersamanya- saya selalu berharap jendela kamar itu terbuka. Penanda penghuninya ada. Berlamalama, sekedar tetirahan melepas penat dan tawa. Dan biasanya, ruangan kecil ini akan dipenuhi tawa tetamu lainnya -bukan hanya saya.&lt;br /&gt;Ya, ruangan kecil. Kamar ukuran tiga kali tiga meter. Satu dari sekian banyak kamar pondokan di sekitar kampus unhas tamalanrea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih jelas dalam ingatan, tiap detil perubahan kamar ini. Usai subuh -berharap penghuni kamar-kamar lainnya masih enggan beranjak dari pembaringan- saya membopong kasur gulung tipis (maklum, jaim). Benda pertama yang mengisi ruangan ini. Dinding kamar semula kusam, dipoles warna krem yang dikemudian hari berubah biru langit. Terpal plastik bermotif papan catur menutupi lantai semen kasar. Tetap saja terasa dingin hingga karpet biru tua melapisi seluruh lantai. Kasur kapuk menumpuk kasur gulung tipis, berselimut sprei bergambar pikachu dan psyduck, bergantian dengan corak kembang. Meja belajar yang cukup berat, untuk mengangkutnya perlu memakai jasa open cap milik satpam. Lemari pakaian plastik yang tak bertahan lama, berganti lemari kayu kokoh. Akuarium kecil buatan tetangga, dengan isi yang terus berganti. Berujung kesedihan, dan akhirnya dibiarkan kosong. Speaker, tv akira, pemutar vcd dan mpeg3 dengan merek tidak jelas, menjadi benda terakhir pengisi kamar, menjelang akhir tahun perkuliahan.&lt;br /&gt;Masa bodoh dengan feng shui untuk menata kamar, yang penting terasa lapang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar tiga kali tiga, terlalu sempit memang jika lima atau enam tetamu bersamaan rerebahan, melepas lelah seusai kuliah. Tapi tak membatasi cerita yang kan mengalir. Tentang kami, kuliah, soalsoal ujian, cinta, guyonan dan tawa. Sesekali menyemangati pemilik kamar menyajikan cemilan. Bila ia tak bergeming karena masa paceklik, maka tetamu harus sadar diri. Saling berpandang, berharap akan ada penyumbang dana. Atau bersiaplah untuk memulai episode gerilya. Coca cola botol besar, es batu, teh botol, teh celup, goreng pisang, goreng sukun, sepiring sambal, sebungkus biskuit atau warung surabaya. Hingga, satu persatu tetamu beranjak pergi.&lt;br /&gt;Kamar tiga kali tiga, selalu saja lapang untuk memberi kenangan. Dalam sebuah bingkai persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap kali menyusuri setapak, kini saya tahu pasti jendela itu tertutup rapat. Jelang sebulan sejak pemiliknya di rantau. Hanya memandang sekilas, sekedar memilahmilah kenangan yang hendak diputar ulang.&lt;br /&gt;Hei... rendezvous yuk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;jendela kamar ini bakal tertutup rapat hingga bulan sepuluh, menunggu penghuni baru akan membuka jendela kembali. soalnya masa sewa baru habis bulan itu, dasar teman saya gak mau rugi ^_^ &lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107786429329163576?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107786429329163576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107786429329163576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/02/kamar-tiga-kali-tiga.html' title='Kamar tiga kali tiga'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107776696986154825</id><published>2004-02-26T11:00:00.001+08:00</published><updated>2004-02-27T19:29:49.263+08:00</updated><title type='text'>Jangan sampai terjangkiti DBD</title><content type='html'>&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/D/daunpisang/1077760937_Ddbd.gif" width=170 height=65 vspace=3 hspace=3 align= left&gt; Itu saran saya. Salah satu pencegahannya, ya 3M. Menguras penampungan air secara rutin, menutupi tempat-tempat penyimpanan air bersih, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air. Seperti yang sering terlihat di tipi dan terbaca di leaflet serta poster-poster layanan masyarakat. Berhubung daya jelajah nyamuk aedes aegepty dan aedes albopyctus betina dapat mencapai 50 - 100 meter, bukan hanya rumah sendiri saja yang di 3M kan, tapi juga rumah tetangga. &lt;em&gt;Sok atuh&lt;/em&gt;, kerja bakti ^_^&lt;br /&gt;Bagaimana jika sudah terjangkiti? Benar.. yakin.. terjangkiti demam berdarah? Baca yuk postingan di bawah, semoga saja ada manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/D/daunpisang/1077760122_CMyDocumentsnyamuk.jpg" width=100 height=80 vspace=3 hspace=3 align= left&gt; Demam berdarah dengue atau biasa disingkat dengan DBD merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue dengan gejala utama demam dan manifestasi perdarahan pada kulit ataupun bagian tubuh lainnya yang bertendensi menimbulkan renjatan dan dapat berlanjut dengan kematian.&lt;br /&gt;Untuk mendiagnosa penyakit DBD ini, tenaga medis akan memakai patokan gejala klinis dan laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Gejala klinik :&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Demam tinggi, mendadak, terus menerus selama 2-7 hari. Jadi jika saja setelah mengkonsumsi penurun panas dan tetap saja kembali demam, waspadalah. Jika saja demam terjadi pada waktu tertentu saja, misal sore dan malam hari, kemungkinan menderita tipes. Kalau demam sudah melewati 7 hari, selamat, anda terbebas dari DBD, tapi kemungkinan menderita penyakit lain :p&lt;br /&gt;2. Manifestasi perdarahan, baik yang di provokasi melalui uji torniquet (rumple leede) atau perdarahan spontan seperti muncul bintik-bintik merah di sekujur tubuh (bila kulit diregangkan, bintik merah menghilang) atau mimisan, muntah darah, serta buang air besar darah (melena), ditandai dengan kotoran berwarna hitam seperti ter.&lt;br /&gt;3. Pembesaran hati, dapat teraba di bawah tulang rusuk kanan.&lt;br /&gt;4. Renjatan, sudah masuk dalam fase syok. Dapat dinilai dengan mengukur tekanan darah dan denyut nadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pemeriksaan Laboratorium&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Trombositopenia : trombosit &lt; 150.000/mm2&lt;br /&gt;2. Hematokrit &gt;20% atau meningkat secara periodik (sebaiknya hematokrit diperiksa 3x berturut-turut tiap jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup dua kriteria klinis dan 2 kriteria laboratorium tadi untuk mendiagnosis suatu DBD. Beratnya penyakit DBD ini dapat dibagi dalam 4 derajat :&lt;br /&gt;1. Derajat I : demam disertai gejala infeksi yang tidak khas dan satu-satunya manifestasi perdarahan yaitu uji torniquet positif (singkirkan penyebab demam lainnya, tonsilitis atau amandel pada anak-anak yang paling sering)&lt;br /&gt;2. Derajat II : derajat I disertai dengan perdarahan spontan.&lt;br /&gt;3. Derajat III : masuk dalam fase renjatan, denyut nadi menjadi cepat dan lemah serta hipotensi.&lt;br /&gt;4. Derajat IV : nadi tak teraba lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk DBD tanpa renjatan (derajat I dan II) disarankan untuk minum yang banyak. Khusus untuk anak-anak yang terkadang rewel sehingga intake cairan tidak terjamin dan sering muntah, pemberian cairan melalui infus diperlukan.&lt;br /&gt;Sedangkan DBD dengan renjatan mutlak memerlukan pemberian cairan infus dengan tetesan cepat hingga fase syok teratasi. Transfusi darah diperlukan pada penderita yang mengalami muntah darah dan melena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, kalau ada tetangga yang positif terjangkiti DBD, dan sekarang mas, mbak, kang, neng, pak bu, om mengalami gejala demam yang tidak turun-turun juga (biar sudah nelan banyak penurun panas) periksakan segera. Minta pak dan bu dokternya melakukan uji torniqute, karena ini pemeriksaan yang paling sederhana. Jangan takut di bilang &lt;em&gt;sok tahu&lt;/em&gt; sama si dokter, kalau perlu &lt;em&gt;gontok-gontokan pisan&lt;/em&gt;. Dokternya ngedumel, &lt;em&gt;jitak wae&lt;/em&gt; ^_^ Perbanyak intake cairan bila dalam keadaan demam, kalau perlu kompres dengan air hangat. &lt;font color="#FF4500"&gt;O iya, yang paling harus diwaspadai jika menderita demam berdarah adalah hari ketiga hingga hari kelima serangan, karena diwaktu ini fase renjatan (syok) terjadi.&lt;/font&gt; Semoga sehat selalu, tidak menjadi korban DBD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;*) uji tourniquete (rumple leede test) : sebelumnya akan dilakukan pengukuran tekanan darah terlebih dahulu, lalu hasil pengukuran tekanan darah siastole dan diastole dijumlahkan dan dibagi dua. Hasilnya digunakan sebagai tekanan untuk membendung aliran darah di lengan, dilakukan selama 5 menit. Untuk itu, lengan akan terasa kesemutan dan nyeri. (misal, tekanan darah anda 120/80 mmHg, maka aliran darah akan dibendung pada tekanan 100 mmHg) Hasil dinyatakan positif bila ditemukan bintik-bintik merah (peteki) pada lengan yang dilakukan uji torniquete minimal 20 buah dalam lingkaran dengan diameter 1,5 cm atau 1 inchi.&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107776696986154825?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107776696986154825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107776696986154825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/02/jangan-sampai-terjangkiti-dbd.html' title='Jangan sampai terjangkiti DBD'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107759968254878078</id><published>2004-02-24T13:01:00.000+08:00</published><updated>2004-02-24T13:55:35.920+08:00</updated><title type='text'>Stagnasi</title><content type='html'>Bening mata, lengking tangis. Bersama hirupan dan hembusan nafas pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya tunas, menyeruak mencari cahaya. Akar yang meresap poripori tanah, menopang kokoh dahan, ranting, daun. Semakin menjulang, kelak ia kan memberi keteduhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meniti waktu. Subuh, fajar, pagi, siang, sore, senja, malam. Semua berubah.&lt;br /&gt;Dan saya, diam tak bergeming. Berharap waktu terhenti, memilih semuanya sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia celaka. &lt;br /&gt;Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dia merugi. &lt;br /&gt;Barangsiapa hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia beruntung.(al hadist)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107759968254878078?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107759968254878078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107759968254878078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/02/stagnasi.html' title='Stagnasi'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107735051752748854</id><published>2004-02-21T15:29:00.000+08:00</published><updated>2004-02-21T19:18:39.310+08:00</updated><title type='text'>Happy muharram's day</title><content type='html'>&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/D/daunpisang/1077348647_Aucapan.jpg" width=450 height=240 vspace=3 hspace=3 align= top&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;kita cuma musafir di dunia yang fana&lt;br /&gt;meraba arah dalam gulita&lt;br /&gt;mencari terang cahaya&lt;br /&gt;kita hanya musafir meniti shirathal mustaqim&lt;br /&gt;setipis tujuh irisan rambut&lt;br /&gt;dan neraka menganga di bawahnya&lt;br /&gt;dan surga menanti di ujung jalan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;em&gt;*) toto st radik&lt;/em&gt;&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107735051752748854?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107735051752748854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107735051752748854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/02/happy-muharrams-day.html' title='Happy muharram&apos;s day'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107719514422332362</id><published>2004-02-19T20:48:00.000+08:00</published><updated>2004-02-21T09:24:54.763+08:00</updated><title type='text'>Ia membuatku kagum</title><content type='html'>Secara cepat penggalan-penggalan kenangan berputar mundur. Terhenti pada sebingkai memori yang tersimpan rapih dalam lekuk-lekuk otak. Sebingkai fragmen masa kanak-kanak di sebuah kota kecil, Luwuk Banggai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam pulang sekolah. Beberapa teman berteriak riang, dengan tubuh membungkuk menangkap sesuatu di halaman rumput sekolah yang sudah beberapa hari tergenang air. “Lihat, saya dapat.” Teriak seorang teman girang. Ia mendekat, memperlihatkan tangkapannya yang berenang-renang di air dalam tangkupan kedua telapak tangannya. Ikan kecil berwarna hitam dengan bentuk yang lucu. Kepalanya besar membulat dengan badan dan ekor ramping memanjang. Kulitnya tidak bersisik, halus lembut seperti beludru. Segera saya melepas sepatu, bergabung. Berteriak riang dalam kecipak air yang mulai keruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pulang ke rumah. Saya bukan penangkap yang baik seperti teman lainnya. Hanya dua ekor yang berhasil berpindah tempat. Dari genangan air luas halaman sekolah, ke selingkup sempit bekas tempat sabun colek. Berjalan dengan hati-hati, mencegah airnya tumpah dan berkurang. Langkah terhenti ketika melintas rumah dan mendengar teriakan memanggil nama saya. Rumah dan suara yang sangat saya kenal, rasanya ingin segera berlalu dari situ. Gadis kecil berambut panjang dikuncir, dengan poni menutup dahinya. Bertelanjang kaki dan masih memakai seragam putih merah. Teman perempuan, hanya saja kami berbeda sekolah. Tepatnya, kami saling mengenal karena perkawanan kedua orangtua kami. Dan tidak tahu kenapa, saya selalu malu bertemu dengannya. &lt;br /&gt;“Apa itu yang ada dalam bekas sabun?”&lt;br /&gt;“Ikan. Tadi saya tangkap di sekolah,” jawabku bangga, mengalahkan rasa malu bertemu dengannya. Lalu, saya menuangkannya ke genangan air di sisi jalan. Kami jongkok, biar dapat mengamatinya lebih dekat.&lt;br /&gt;“Itu bukan ikan,” teriaknya. “Itu kecebong.”&lt;br /&gt;Saya bingung. “Apa itu?” tanya saya dengan mimik blo’on.&lt;br /&gt;“Anak kodok. Nanti kalau besar akan ada kakinya, terus ekornya menghilang,” jelasnya dengan wajah sumringah. Saya hanya diam, terkagum-kagum mendengar penjelasannya. &lt;br /&gt;“Itu kecebong,” teriaknya lagi sambil tertawa.&lt;br /&gt;Ia membuat saya kagum dan semakin malu bila bertemu  dengannya. Mungkin saja pipi saya bersemu merah saat itu. Yang jelas saya bergegas pulang, meninggalkan bekas tempat sabun colek yang tergeletak begitu saja dan dua kecebong dalam genangan air di tepi jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;*)buat dua kebongce.. eh, kecebong malang, maapin ane ye! &lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107719514422332362?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107719514422332362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107719514422332362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/02/ia-membuatku-kagum.html' title='Ia membuatku kagum'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107702071984288794</id><published>2004-02-17T19:55:00.001+08:00</published><updated>2004-03-22T10:34:11.903+08:00</updated><title type='text'>Totto-chan : gadis cilik di jendela</title><content type='html'>&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/D/daunpisang/1076808369_stottochan.gif" width=110 height=170 vspace=3 hspace=3 align= left&gt; Saya menyukai tempat ini. Tiap kali saya mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di makassar, tujuan utama pasti gramedia. Dan saya bisa berlama-lama di tempat ini. Berdiri di depan rak buku satu ke lainnya, membuka halaman per halaman atau hanya sekedar membaca ringkasan di sampul belakang buku (berhubung  bukunya tersampul plastik, dan di rak sudah terpasang peringatan untuk tidak membukanya). &lt;br /&gt;Beberapa pekan yang lalu ketika ke tempat ini, saya membeli buku Totto-chan : Gadis cilik di jendela. Isi buku ini tentang keseharian tetsuko kuroyanagi, penulis, semasa sekolah dasar. Totto-chan , demikian nama kecil penulis, dikeluarkan dari sekolah lamanya karena dianggap badung. Di sekolah yang baru, tomoe gakuen, totto-chan merasa betah. Kelasnya terbuat dari gerbong-gerbong kereta api dan murid dibebaskan untuk memilih urutan pelajaran yang mereka senangi. Berjalan-jalan sambil belajar, dan juga petani  menjadi guru mereka. Keren bukan? &lt;br /&gt;Membaca buku ini, saya membandingkan dengan semasa sd dulu. Di sini, rambut tidak boleh panjang. Harus seragam, gundul. Hanya menyisakan sedikit rambut bagian depan (tahu potongan rambutnya sukma ayu yang di sinetron kecilkecil jadi manten? Seperti itulah).  Ketika masuk jam pelajaran, salah seorang teman dengan tulisan terbaik,  menulis di papan. Sisanya, kami dengan tenang menyalin. Setelah itu diberi oleh-oleh pekerjaan rumah. Mungkin yang agak menyenangkan pelajaran pkk, sewaktu praktek memasak. Walaupun yang makan pertama para guru tercinta. Saya juga sangat takut dengan salah satu guru perempuan yang terkenal galak. Sampai-sampai kalau main sepeda di sore hari, memilih untuk tidak melewati rumahnya. &lt;br /&gt;Sangat jauh berbeda dengan mr. kobayashi, pendiri tomoe gakuen. Ia sangat dekat dan disayangi murid-muridnya. Mereka merasa aman, hangat dan senang bersama mr. kobayashi. Sayangnya, tomoe gakuen tidak bertahan lama. Sekolah ini habis terbakar ketika pesawat-pesawat B29 amerika menjatuhkan bom-bomnya. Perang, memaksa totto-chan mengakhiri keriangan masa-masa sekolahnya.&lt;br /&gt;Saat ini di Indonesia ada nggak ya sekolah semacam tomoe gakuen itu?&lt;br /&gt;________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Update &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;coba buka &lt;a href="http://sekolahalam.blogspot.com/" target=_blank&gt;sekolah alam&lt;/a&gt;, menyerupai tomoe gakuen? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelasku terlihat jelas keunikanmu &lt;br /&gt;terbuat dari kayu &lt;br /&gt;dan berada di alam bebas &lt;br /&gt;angin berhembus &lt;br /&gt;matahari bersinar &lt;br /&gt;masuk ke kelasku &lt;br /&gt;yang tak berjendela &lt;br /&gt;dengan rizqi yang berbeda-beda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(kelasku yang unik, fachri husaini, siswa SD-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt; *) makasih buat &lt;a href="http://luthfie.blogspot.com/" target=_blank&gt;luthfie&lt;/a&gt; untuk infonya&lt;/tt&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107702071984288794?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107702071984288794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107702071984288794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/02/totto-chan-gadis-cilik-di-jendela.html' title='Totto-chan : gadis cilik di jendela'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107680988604350062</id><published>2004-02-15T09:20:00.000+08:00</published><updated>2004-02-15T09:56:46.546+08:00</updated><title type='text'>Ayah membawa rembulan</title><content type='html'>&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/D/daunpisang/1076805208_CMyDocumentsmoon.jpg" width=120 height=120 vspace=3 hspace=3 align= left&gt;Dua hari yang lalu, ayah membawa rembulan. Ya, rembulan yang biasa menggantung di langit malam. Rembulan sebesar bola volley itu diletakkan di atas meja makan. Segera, semburat kuning emasnya memenuhi seluruh rumah. Sudutsudut dinding, langitlangit, kursi, lemari bahkan kolong meja menjadi keemasan karenanya. Kami mengelilinginya, memandang takjub. Lalu kami tergelak tawa ketika satu sama lain saling berpandangan. Tubuh kami menjadi keemasan. Dan langit malam saat itu bertabur bintang tanpa rembulan.&lt;br /&gt;Kemarin, rembulan sebesar bola volley itu masih berada di atas meja makan. Dan kami tetap mengelilinginya, memandang takjub. Tapi kali ini, bukan semburat kuning emas. Sudutsudut dinding, langitlangit, kursi, lemari dan kolong meja menjadi putih keperakan karenanya. Kami tertawa ketika satu sama lain saling berpandangan. Dan langit malam saat itu, kelam tersaput mendung.&lt;br /&gt;Hari ini, rembulan sebesar bola volley itu masih berada di atas meja makan. Dan kami tetap mengelilinginya, memandang heran. Kali ini, sudutsudut dinding, langitlangit, kursi, lemari serta kolong meja tampak seperti biasanya. Seperti ketika rembulan itu belum berada di atas meja makan. Rembulan kini berwarna kusam. Seperti bola volley yang terlalu sering menghantam lantai lapangan, yang berkalikali menyentuh tangan. Kami terdiam ketika satu sama lain saling berpandangan. Rembulan yang ayah bawa hanyalah imitasi. Bukan rembulan yang biasa menghiasi langit malam. Dan langit malam saat ini, penuh bertabur bintang dan penggalan kecil rembulan. Ada pilu dan resah di sorot mata ayah.&lt;br /&gt;Esok, kami meminta engkau tidak membawa rembulan lagi. Tapi sekeping biji. Yang akan ayah benamkan dalam tanah yang telah kau gemburkan. Dan kami, akan senantiasa menebar pupuk di sekelilingnya, menyiraminya dikala terik dan kering. Tak perlu saling menunggu ketika ada yang lupa. Kelak, dari biji itu akan muncul tunas, dahan, ranting dan kelopakkelopak berwarnawarni. Ketika memetiknya bukanlah sebuah kehinaan. Seluruh rumah, sudutsudut dinding, langitlangit, bahkan kolong meja akan dipenuhi semerbak harum kelopakkelopak itu. Kita mengelilinginya, dan tersenyum ketika satu sama lain saling berpandangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107680988604350062?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107680988604350062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107680988604350062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/02/ayah-membawa-rembulan.html' title='Ayah membawa rembulan'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107663656677194741</id><published>2004-02-13T08:58:00.000+08:00</published><updated>2004-02-15T10:00:00.936+08:00</updated><title type='text'>Kyoro chan</title><content type='html'>&lt;img src="http://live.quizilla.com/user_images/D/daunpisang/1076630957_Ckyorochan-op1.jpg" width=140 height=115 vspace=1 hspace=3 align= left&gt;Saban pagi hari sehabis menyimak berita di tv, biasanya channel beralih ke film kartun. Dan kartun yang sering saya tonton itu kyoro chan yang tayang di &lt;a href="http://www.tv7.co.id/"&gt;tv7&lt;/a&gt; tiap hari senin sampai sabtu, jam setengah delapan waktu makassar (ketularan sama ponakan ;p hehehe...). Film kartun ini lucu juga, kadang-kadang bisa ngebuat ngakak (apa ambang humor saya yang rendah ya?). Ceritanya tentang keseharian kyoro, bocah eh burung kanak-kanak polos, tinggal di pulau enzel yang seluruh warganya adalah burung. Sahabat-sahabatnya ada miken si ilmiah, pacikuri yang bandel dan kurin, adik maskara pengusaha roti. Selain sosok kanak-kanak itu, juga ada tokoh dewasa seperti ibu metori yang biang gosip dan sempet membuat koran gosip yang laku keras. Ada inspektur guri guri yang tak lain adalah si pencuri misterius giros, tokoh pahlawan robin hood ala pulau enzel. Dan korbannya don jirori, orang terkaya yang serakah dan tamak. Tidak ketinggalan perdana menteri dementon yang korup, yang terus bersaing dengan rogan, kakek tua yang tak kalah culasnya dalam berebut pendukung. Keduanya juga menjadi sasaran pencuri misterius giros. Kadang kepikiran juga, apa film kartun ini memang untuk tontonan anak atau juga mencari segmen dewasa? seperti halnya crayon sinchan yang harus diberi label BO alias bimbingan ortu. Ada yang tahu? Pada suka nonton film kartun juga, tidak?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107663656677194741?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107663656677194741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107663656677194741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/02/kyoro-chan.html' title='Kyoro chan'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6050805.post-107658820483289876</id><published>2004-02-12T19:51:00.000+08:00</published><updated>2004-03-22T10:36:22.450+08:00</updated><title type='text'>Jejak-jejak yang tertinggal</title><content type='html'>Siang di sebuah pusat perbelanjaan. Hampir sejam saya terlambat, memenuhi janji bertemu dengan seorang sahabat. Terburu-buru saya memasuki pusat perbelanjaan tersebut, mengikuti arus pengunjung  yang cukup ramai. Dan ketika berada di depan dua lelaki, seorang memegang alat pembersih lantai dan seorang lainnya memegang kertas tebal yang ia gunakan sebagai kipas, refleks saya memandang ke lantai. Duh, jejak-jejak sepatu berwarna coklat dan hitam teringgal di lantai yang belum kering sempurna. Bukan hanya jejak saya, tapi juga jejak-jejak lainnya. Hanya sepotong kata  maaf yang meluncur, dan saya segera bergegas meninggalkan mereka, menemui sahabat yang mungkin mulai jenuh dan kesal. Syukurlah, tumpukan buku di gramedia dapat mengatasi rasa jenuh dan kesalnya. Dari gramedia kami berpindah tempat. Sesaat saya melihat ke lantai dasar, ke arah dua lelaki tadi. Arus pengunjung yang semakin ramai, dan jejak-jejak alas kaki yang tertinggal. Maaf, seharusnya tadi saya memilih jalan lainnya. Dan bukannya meninggalkan jejak-jejak  itu. Maap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa pagi lalu, saat membuka rumah maya ini dan membaca pesan yang tertinggal dari  &lt;a href="http://sinoviaonline.com/" target=_blank&gt;dedy&lt;/a&gt;. Seorang sahabat, &lt;a href="http://sinoviaonline.com/" target=_blank&gt;wiwi irawan&lt;/a&gt;, dalam keadaan kritis akibat terkena badai di gunung bawakaraeng. Segera saja mencari informasi terbaru tentang kondisinya ke beberapa rekan yang lain, tapi informasi yang didapat masih simpang siur. Alhamdulillah, siang harinya, dari &lt;a href="http://www.tbm-calcaneus.net/" target=_blank&gt;teman-teman &lt;/a&gt;yang ikut mengevakuasi, kabar tentang wiwi menjadi jelas. Kondisi fisiknya saat itu sudah membaik. Dua sahabatnya, muhammad ikhsan hatta dan alawi hasymy faruki meninggal dunia. Semoga Allah melapangkan kuburan mereka, dan menerima segala amal baiknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6050805-107658820483289876?l=nyanyian-perjalanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107658820483289876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6050805/posts/default/107658820483289876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyanyian-perjalanan.blogspot.com/2004/02/jejak-jejak-yang-tertinggal.html' title='Jejak-jejak yang tertinggal'/><author><name>adhip</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04160859102226974238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://img.photobucket.com/albums/v480/adhi/dhi.jpg'/></author></entry></feed>
